Menu

Mode Gelap
Karhutla di Sumatera Mulai Mereda, Hotspot Turun Hingga 43 Persen Pemancing Dilaporkan Jatuh di Tebing Laut Kawasan Bukit Lampu Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram Indonesia Terkepung Bencana Sempat Buron, Jukir Penggelap Motor Rp18 Juta Diciduk di Bandar Purus Daftar 31 SPBU ‘ Nakal’ di Sumbar yang Disanksi Tegas Pertamina

Life Style

Polusi Akibat Karhutla, 4 Tanaman ini Bantu Jaga Kualitas Udara di Dalam Rumah

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Polusi Akibat Karhutla, 4 Tanaman ini Bantu Jaga Kualitas Udara di Dalam Rumah Perbesar

Covesia.co.id – Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat persoalan kualitas udara kembali menjadi perhatian.

Masyarakat pun dituntut lebih waspada terhadap udara yang dihirup, termasuk ketika beraktivitas di dalam rumah.

Selama ini, rumah sering dianggap sebagai tempat yang lebih aman dari paparan polusi udara.

Padahal, kualitas udara di dalam ruangan juga dapat tercemar. Selain asap dari luar yang masuk melalui ventilasi, polusi dalam ruangan dapat berasal dari aktivitas memasak, asap rokok, bahan bangunan, hingga sejumlah produk rumah tangga.

Di tengah kondisi kabut asap seperti sekarang, menjaga kualitas udara di dalam rumah menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan masyarakat.

Selain mengurangi masuknya asap dari luar dan menggunakan penyaring udara jika tersedia, keberadaan tanaman hias juga dapat menjadi salah satu pilihan sederhana untuk membantu menciptakan lingkungan rumah yang lebih nyaman.

Sejumlah tanaman diketahui memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida dan senyawa tertentu dari udara.

Namun, tanaman tidak bisa menggantikan fungsi alat penyaring udara atau menjadi solusi utama ketika konsentrasi asap dan partikulat sedang tinggi.

Berikut beberapa tanaman yang relatif mudah ditemukan dan dapat menjadi pilihan untuk ditempatkan di dalam maupun sekitar rumah.

1. Lidah Mertua

Lidah mertua merupakan salah satu tanaman hias yang cukup populer di Indonesia, termasuk di Sumatera Barat.

Selain mudah dirawat, tanaman dengan daun memanjang ini dikenal memiliki kemampuan melakukan pertukaran gas.

Lidah mertua juga dapat melepaskan oksigen pada malam hari, sehingga kerap dipilih sebagai tanaman untuk ditempatkan di dalam rumah.

2. Spider Plant

Spider plant atau tanaman laba-laba juga termasuk tanaman yang relatif mudah dirawat, sehingga cocok bagi masyarakat yang baru mulai memelihara tanaman di dalam rumah.

Tanaman ini dikenal memiliki kemampuan membantu menyerap sejumlah senyawa pencemar udara. Bentuknya yang menjuntai juga membuat spider plant cocok ditempatkan di ruang keluarga, kamar atau area dekat jendela.

3. Lidah Buaya

Lidah buaya selama ini lebih dikenal karena manfaatnya untuk perawatan kulit dan rambut. Namun, tanaman ini juga kerap disebut dalam pembahasan mengenai tanaman yang dapat membantu menyaring senyawa tertentu di udara.

Lidah buaya juga cukup mudah dirawat dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.

4. Sirih Gading

Sirih gading menjadi salah satu tanaman hias yang mudah ditemukan di rumah-rumah. Tanaman merambat ini dapat tumbuh dalam kondisi cahaya yang relatif rendah dan perawatannya cukup sederhana.

Sirih gading juga dikenal dalam sejumlah kajian mengenai tanaman dalam ruangan karena kemampuannya menyerap beberapa senyawa seperti formaldehida.

Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa menempatkan tanaman di dalam rumah bukan berarti udara otomatis terbebas dari polusi.

Terlebih ketika kabut asap sedang pekat, partikel halus seperti PM2.5 tetap menjadi perhatian utama karena ukurannya sangat kecil dan dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Karena itu, ketika kualitas udara memburuk, langkah utama tetap mengurangi paparan. Masyarakat dapat membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai ketika harus keluar rumah, menutup celah masuknya asap serta memastikan ruangan memiliki pengelolaan udara yang baik.

Tanaman hias dapat menjadi pelengkap. Selain memberikan nuansa hijau dan membuat rumah terasa lebih nyaman, keberadaannya juga bisa menjadi bagian kecil dari upaya menjaga lingkungan rumah.

Jadi, di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Sumatera Barat, menanam tanaman bukanlah solusi tunggal untuk mengatasi polusi.

Namun, menjadikan rumah lebih hijau sambil tetap menerapkan langkah perlindungan terhadap asap dapat menjadi pilihan sederhana yang bisa dilakukan masyarakat. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Dari Kampung Cina hingga Tragedi Kanso, Jejak Etnis Tionghoa di Pariaman

9 September 2026 - 10:41 WIB

Generasi Muda, Stop Tone Deaf

8 September 2026 - 10:32 WIB

Cerita Nama Nagari Sumani Kabupaten Solok, Berawal Dari Sebuah Sumur

5 September 2026 - 14:47 WIB

Air Terjun Lubuak Bulan, Hidden Gem Sumatera Barat yang Bikin Penasaran

5 September 2026 - 10:09 WIB

Sumbar Diselimuti Asap, Selain Air Putih Minuman Ini Cocok Untuk Melegakan Tenggorokan

5 September 2026 - 10:05 WIB

Trending Topik Life Style