Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Senyap Polda Sumbar di Pasaman, Alat Berat dan Operator Berhasil Diamankan Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Solok, Ratusan Botol Miras Disita Hujan Intensitas Sedang Hingga Lebat Diprakirakan Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar  Sumbar Diprediksi Diguyur Hujan Berintensitas Sedang- Lebat Hari Ini Mengenal Yulius, Hakim Agung Kelahiran Bukittinggi yang Pimpin Sidang Kasasi Suket Gibran Waspada! November-Desember Jadi Puncak Musim Hujan di Sumbar

Life Style

Cerita Nama Nagari Sumani Kabupaten Solok, Berawal Dari Sebuah Sumur

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Cerita Nama Nagari Sumani Kabupaten Solok, Berawal Dari Sebuah Sumur Perbesar

Covesia.co.id – Sebuah nama nagari terkadang menyimpan kisah yang jauh lebih panjang daripada sekadar beberapa huruf di papan nama. Begitu pula dengan Sumani, sebuah nagari di Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Di balik namanya, terselip kisah tentang sebuah sumur dan seorang perempuan yang dikenal dengan nama Si Ani.

Dahulu, terdapat sebuah sumur yang airnya dikenal jernih dan terasa manis. Sumur tersebut dikaitkan dengan Si Ani, salah seorang leluhur yang pernah bermukim di kawasan tersebut.

Karena airnya melimpah dan menjadi tempat masyarakat mengambil air, sumur itu kemudian dikenal dengan sebutan “Sumua Si Ani”. Dalam bahasa Minangkabau, sumua berarti sumur.

Dari penyebutan tersebut, nama Sumua Si Ani dipercaya mengalami perubahan secara perlahan hingga menjadi Sumani.

Lokasi sumur juga memiliki beberapa versi, di antaranya disebut berada di Ujuang Ladang dan ada pula yang menyebut kawasan rumah panjang.

Selain kisah tersebut, terdapat versi lain yang mengaitkan asal nama wilayah ini dengan istilah “Samo Dihuni”, yang menggambarkan proses terbentuknya permukiman serta kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.

Perbedaan versi ini menjadi gambaran bahwa sejarah nagari di Minangkabau banyak diwariskan melalui tambo, penuturan orang tua, ninik mamak, dan tokoh masyarakat. Tidak heran jika satu nama daerah memiliki lebih dari satu penjelasan mengenai asal-usulnya.

Dalam salah satu catatan sejarah, kawasan tersebut juga dikaitkan dengan perjalanan nenek moyang masyarakat Solok yang datang dan menetap di sekitar Danau Singkarak. Salah satu sosok yang disebut adalah Si Ani, yang kemudian dikaitkan dengan keberadaan sumur tersebut.

Kini, kisah mengenai asal-usul nama itu menjadi bagian dari identitas masyarakat Kecamatan X Koto Singkarak. Pengetahuan semacam ini tidak hanya tersimpan dalam catatan, tetapi juga diteruskan dari generasi ke generasi melalui penuturan keluarga dan tokoh adat.

Menariknya, sebuah kebiasaan masyarakat menyebut suatu lokasi bisa saja bertahan begitu lama hingga akhirnya menjadi nama wilayah yang digunakan hingga sekarang. Pada akhirnya, nama Sumani bukan sekadar penanda wilayah di Kabupaten Solok.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Sala Lauak, Camilan Khas Minangkabau yang Gurih di Luar, Lembut di Dalam

30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Manfaat Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau berkhasiat Redakan Panas Dalam

29 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Sleep Hygiene : Tips Memperbaiki Kualitas Tidur yang Aman

12 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Jejak Bukittinggi, Kota Perjuangan yang Menjaga Republik Tetap Berdiri Saat PDRI

6 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Mekarnya Bunga Putih Enceng Gondok, Pengundang Romansa Sore di Pasir Jambak

29 September 2026 - 17:33 WIB

Trending Topik Life Style