Menu

Dark Mode
Gempa M 4,7 Guncang Pariaman Minggu Pagi Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Masih Bergulir, 4 Prajurit TNI Ajukan Banding Sudah Mendunia: Gebrakan Baru Nasi Padang Keliling Bukti Eksistensinya Tak Tergerus Zaman Proyek Jembatan Rp 25 Miliar di Padang Pariaman Ambruk, Kejati Sumbar Tetapkan 3 Tersangka Minangkan Indonesia: Pesona Lagu Minang Menembus Pasar Nasional Menikmati Sawah dan Pantai Menuju Festival Tabuik Pariaman dengan Tiket Rp 5.000

Covesia.co.id – Festival Tabuik selalu berhasil menyedot perhatian wisatawan. Setiap tanggal 10 Muharram—yang pada tahun ini jatuh pada Minggu (28/6/2026), pesona budaya pesisir Pariaman, Sumatera Barat, ini seolah menjadi magnet kuat bagi masyarakat di ranah Minang.

Gelaran untuk memperingati wafatnya Husein bin Ali dalam Perang Karbala tersebut bukan sekadar ritual adat, melainkan pesta budaya yang dinanti-nantikan.

Bagi wisatawan domestik dari kabupaten dan kota tetangga, ada satu cara favorit untuk menuju pusat kemeriahan di Pantai Gandoriah: naik kereta api lokal, KA Pariaman Ekspres.

Hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp 5.000, pelancong sudah bisa duduk manis tanpa perlu pusing memikirkan kemacetan jalan raya.

Perjalanan menuju festival ini menawarkan pengalaman visual yang memanjakan mata. Sepanjang jalur rel, penumpang akan disuguhi lanskap alam khas Sumatra Barat yang berganti-ganti.

“Kereta api menjadi pilihan favorit karena menawarkan perjalanan yang cepat, aman, nyaman, ditambah lagi dengan pemandangan yang indah,” ujar Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, Reza Shahab, kepada Covesia, Jumat (19/6/2026).

Dari balik jendela kereta, hamparan sawah hijau berlatar perkampungan tradisional Minangkabau perlahan berubah menjadi pemandangan jembatan-jembatan yang membelah sungai. Mendekati stasiun akhir, panorama pesisir pantai langsung menyambut para pelancong.

Daya tarik yang besar ini membawa tantangan tersendiri bagi pihak operator. KAI berkaca pada pola perjalanan tahun lalu, di mana animo masyarakat sering kali melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia.

Sebagai gambaran, kapasitas yang disiapkan per harinya mencapai 6.481 kursi. Untuk mengantisipasi membludaknya penumpang sejak sepekan sebelum acara (H-7), KAI Divre II Sumbar terus memantau pergerakan penjualan tiket.

Masyarakat disarankan untuk melakukan reservasi lebih awal secara daring melalui aplikasi Access by KAI agar tidak kehabisan tiket di hari H.

“KAI Pariaman Ekspres tetap terus beroperasi normal dengan 10 perjalanan setiap hari. Prinsip utama kami adalah memastikan seluruh layanan tetap berjalan dengan aman, tertib, dan nyaman bagi pelanggan,” tutur Reza.

Pihak KAI menegaskan bahwa kenyamanan menikmati Festival Tabuik harus berjalan beriringan dengan budaya keselamatan. Keamanan transportasi publik ini tidak bisa hanya bersandar pada petugas, melainkan butuh kedisiplinan dari para penumpang itu sendiri.

Sinergi antara operator, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan ketertiban masyarakat pengguna jalan menjadi kunci utama menyukseskan mobilisasi massa tahunan ini.

“Diharapkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan transportasi perkeretaapian yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkas Reza.

(*)

Facebook Comments Box