Menu ✖

Mode Gelap
Perkuat Kedekatan dengan Warga, Polsek Nanggalo Gelar Turnamen Domino Berhadiah Jutaan Rupiah Dalam Semalam, Dua Kebakaran Hebat Terjadi di Limapuluh Kota Hasil Uji Lemigas Soal Pertalite Bikin Ratusan Kendaraan Mogok di Sumbar Keluar, Ini Hasilnya Sala Lauak, Camilan Khas Minangkabau yang Gurih di Luar, Lembut di Dalam Fadly Amran Minta Pengawasan dan Bisnis Perumda PSM Padang Dibenahi Bapenda Padang Sebut Kontribusi PAD dari Aplikator Ojol Sebatas Iklan dan Reklame 

Lapsus

Orang Tua Korban Lain Buka Suara, Ungkap Dugaan Perundungan dan Pemerasan di Sekolah yang Sama

Fitratul Husnabadge-check

Orang Tua Korban Lain Buka Suara, Ungkap Dugaan Perundungan dan Pemerasan di Sekolah yang Sama Perbesar

Covesia.co.id – Di tengah sorotan publik atas meninggalnya seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kota Padang yang diduga berkaitan dengan perundungan (bullying), orang tua siswa lain di sekolah yang sama mulai berani membuka suara.

Fikri (38, nama samaran), salah satu wali murid, mengungkapkan bahwa anaknya juga menjadi korban dugaan perundungan fisik, verbal, hingga pemerasan di sekolah tersebut.

Fikri menyebutkan perundungan terhadap anaknya yang juga seorang siswi SD telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, aksi tersebut dipicu oleh kondisi fisik sang anak yang memiliki tanda lahir di wajah.

“Anak saya karena ada tanda di wajahnya sering dibuli. Ada yang tidak mau berteman, dipukul juga karena anak saya ada tanda lahir,” ujar Fikri saat diwawancarai, Senin (3/7/2026).

Ia menegaskan perlakuan yang diterima anaknya tidak sebatas ejekan, melainkan sudah mengarah pada kekerasan fisik. Fikra mengaku kerap menemukan bekas luka memar pada tubuh buah hatinya.

“Itu bukan sekadar bicara saja. Memang main fisik. Ada biru juga di badan anak saya,” kata Fikri.

Tak hanya tindakan kekerasan fisik dan verbal, Fikri juga membeberkan adanya dugaan pemerasan finansial. Ia mendapati anaknya sering mengambil uang di rumah dalam jumlah besar untuk diserahkan kepada terduga pelaku demi keamanan dirinya.

“Anak saya sering mengambil uang. Nominalnya bukan puluhan ribu tapi ratusan ribu dengan usia anak yang masih duduk di bangku SD. Dalam seminggu bisa tiga kali. Pelakunya bukan meminta, tapi anak saya memberikan supaya dia aman,” ungkapnya.

Fikri menjelaskan, terduga pelaku perundungan juga merupakan seorang siswi dan hingga kini masih bersekolah di tempat yang sama dengan anaknya.

Disamping itu, Fikri menyayangkan sikap pihak sekolah yang dinilainya terkesan mengabaikan laporan serta menampik adanya praktik perundungan di lingkungan sekolah.

“Kalau pihak sekolah bilang tidak ada pembulian, saya sebagai orang tua tidak menerima. Anak saya sekolah di tempat yang sama dengan korban yang meninggal,” tegasnya.

Ia mengaku telah berulang kali meminta jaminan keselamatan untuk anaknya, termasuk tindakan tegas berupa sanksi atau pemanggilan orang tua pelaku. Namun, tindakan nyata dari pihak sekolah dinilai belum ada.

“Kita sudah percayakan anak ke sekolah. Tapi kalau sekolah tidak merespons, tidak memberi peringatan kepada pelaku atau orang tuanya, bagaimana keselamatan anak kami?” tuturnya.

Atas kondisi tersebut, Fikri menyatakan siap membawa kesaksiannya ke jalur hukum apabila kasus dugaan perundungan di sekolah ini berlanjut ke persidangan.

“Saya siap bersaksi di persidangan kalau memang perkara ini dibawa ke pengadilan,” tegas Fikri.

Tim Covesia.co.id telah berupaya menghubungi pihak sekolah untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan, jawaban dan konfirmasi belum kami dapatkan. (*)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Menanti Janji di Tanah Bencana: Cerita Mereka yang Selamat dari Galodo Sumbar

22 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Pakar Wanti-wanti: Pemukiman Pasca-Gempa Padang Dalam Bahaya

13 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Lumpur, Kayu Raksasa, dan Kepanikan: Detik-Detik Tanggul Lumin Park Padang Jebol

11 Oktober 2026 - 18:03 WIB

PETI Kembali Telan Korban Jiwa, Pemprov Soroti Lambatnya Pembentukan Tim Terpadu di Daerah

11 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Bar, Lounge, Pub hingga Klub Malam: Apa Perbedaan Fungsi dan Izin Usahanya?

30 September 2026 - 13:31 WIB

Trending Topik Lapsus