Covesia.co.id — Kepolisian Sektor (Polsek) Nanggalo, Polresta Padang menggelar turnamen domino berhadiah jutaan rupiah untuk mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Turnamen bertajuk Polisi Bersama Masyarakat tersebut resmi dibuka Kapolsek Nanggalo, AKP Ade Saputra, di Markas Polsek Nanggalo, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini berlangsung hingga Sabtu (31/10/2026) dan melibatkan masyarakat sebagai peserta.
Kapolsek Nanggalo, AKP Ade Saputra, mengatakan turnamen domino tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana membangun keakraban antara personel kepolisian dan warga.
“Melalui domino, kita ciptakan keakraban, tidak ada jarak antara polisi dan masyarakat, kami ingin wilayah Nanggalo ini tetap guyub, rukun, dan kompak,” ujar Ade, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, kedekatan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi keamanan di lingkungan setempat.
Hubungan yang baik diharapkan dapat mendorong warga lebih terbuka dalam menyampaikan informasi mengenai potensi gangguan kamtibmas.
“Jika hubungan sudah dekat, informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) akan mengalir dengan sendirinya sehingga lingkungan kondusif dapat terus terjaga,” ungkapnya.
Ade menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat.
Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan keamanan di lingkungan warga diharapkan dapat diketahui dan diantisipasi lebih dini.
Selain menjadi sarana silaturahmi, turnamen domino itu juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berkompetisi secara sportif. Panitia menyediakan hadiah dengan total nilai jutaan rupiah bagi para peserta yang berhasil meraih hasil terbaik.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Nanggalo berharap keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat.
Upaya menjaga kamtibmas, menurut kepolisian, tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. (*)










