Menu ✖

Mode Gelap
Lapangan Golf Fauzi Bahar di Aia Dingin Ternyata Sempat Direncanakan di Padang Sarai Indeks Udara Padang Tembus Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Asal Kabut Asapnya Kisah di Balik Kibaran Merah Putih yang Nyaris Menyatukan Indonesia-Malaysia Membuka Akses di Ujung Negeri: Kisah Yogi dan Dilema Hukum di Mentawai BNNP Sumbar Amankan 55 Orang dalam Razia Narkoba di Padang Besok Pacu Kuda Bupati Cup Tanah Datar Dibuka, 65 Kuda Ambil Bagian

Lapsus

Lumpur, Kayu Raksasa, dan Kepanikan: Detik-Detik Tanggul Lumin Park Padang Jebol

Fitratul Husnabadge-check

Lumpur, Kayu Raksasa, dan Kepanikan: Detik-Detik Tanggul Lumin Park Padang Jebol Perbesar

Covesia.co.id – Siang itu, ketenangan warga di kawasan Lumin Park, Kota Padang, mendadak berubah menjadi kepanikan.

Sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (10/10/2026), aliran air sungai yang membentang di dekat permukiman tak lagi mampu menahan beban. Tanggul pembatas jebol, memuntahkan jutaan liter air bercampur lumpur tebal dan gelondongan kayu berukuran raksasa langsung ke jantung perumahan.

“Airnya datang deras sekali, sampai kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah,” tutur Ibu Wil, salah seorang warga terdampak, dengan nada getir saat ditemui di lokasi, Minggu (11/10).

Detik-detik Mencekam dan Permukaan Tanah yang Kritis

Berdasarkan penuturan warga setempat, kerentanan kawasan ini sejatinya sudah lama menjadi kekhawatiran.

Permukaan tanah di sekitar perumahan tercatat sudah hampir sejajar dengan batas aliran air sungai. Ketika curah hujan meningkatkan volume air secara drastis di bagian hulu, luapan tak dapat dihindari lagi.

Tak hanya air bah, arus deras tersebut turut menyeret material hulu berupa lumpur pekat dan batang-batang kayu besar.

Kombinasi destruktif ini membuat ruang gerak warga lumpuh total. Dalam hitungan menit, genangan air bah merangsek masuk ke dalam rumah-rumah warga tanpa memberi kesempatan evakuasi barang berharga.

Harta Benda Hancur, Warga Mengungsi

Salah seorang warga tengah menelusuri lokasi bencana di kawasan Lubuk Minturun, Kota Padang

Derasnya terjangan air membuat perabot rumah tangga yang bertumpu di lantai tak terselamatkan. Kasur tempat beristirahat, kulkas, hingga mesin cuci kini hanya tinggal tumpukan barang rusak yang terendam lumpur.

Demi keselamatan jiwa, Ibu Wil beserta keluarga sempat mengungsi sementara ke rumah orang tua dan kerabat terdekat. Kendati dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden mengerikan ini, kerugian materiil yang diderita warga dipastikan tidak sedikit.

Gotong Royong di Tengah Keterbatasa

Begitu genangan berangsur surut, pemandangan kontras terlihat di Lumin Park. Alih-alih berdiam diri, warga bahu-membahu membersihkan sisa-sisa endapan lumpur tebal yang mengotori lantai dan dinding rumah.

Namun, perjuangan mereka belum usai. Tantangan terberat saat ini adalah menghadapi tumpukan perabot yang rusak parah serta memulihkan kondisi psikologis dan kebersihan lingkungan.

Hingga saat ini, bantuan darurat yang mengalir ke posko warga baru mencakup pasokan makanan dan konsumsi siap saji.

Warga berharap pemerintah daerah maupun para dermawan segera menyalurkan bantuan lanjutan, khususnya berupa alat-alat kebersihan, pembersih lantai, serta logistik pemulihan pascabencana agar denyut kehidupan di Lumin Park bisa kembali normal. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pakar Wanti-wanti: Pemukiman Pasca-Gempa Padang Dalam Bahaya

13 Oktober 2026 - 12:10 WIB

PETI Kembali Telan Korban Jiwa, Pemprov Soroti Lambatnya Pembentukan Tim Terpadu di Daerah

11 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Bar, Lounge, Pub hingga Klub Malam: Apa Perbedaan Fungsi dan Izin Usahanya?

30 September 2026 - 13:31 WIB

Pinjol di Sumbar Tembus Rp1,489 Triliun, Akademisi Ungkap Faktor Pendorongnya

19 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Bukan Cuma SLIK OJK, Ini Kunci UMKM Sumbar Bisa Tembus KUR Bank Nagari

18 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Trending Topik Lapsus