Covesia.co.id – Sebanyak 18 karya mural dipastikan lolos ke babak final Lomba Seni Promosi Wisata dan Budaya Kecamatan Padang Selatan yang digelar Kelurahan Mata Air, Kota Padang.
Lomba yang mengangkat tema “Mengenal dan Mempromosikan Pesona Pariwisata dan Budaya di Kecamatan Padang Selatan Melalui Seni Mural” dengan tajuk “Seni Mewarnai Dinding Budaya dan Wisata Menginspirasi” tersebut berlangsung 28-29 Agustus 2026.
Kegiatan digelar di kawasan Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Mata Air, tepatnya di depan Taman Aliran Kenangan, di sebelah Makam Turki. Lomba tersebut sekaligus digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Camat Padang Selatan, Wilman Muchtar, mengatakan kegiatan berawal dari kondisi dinding dan trotoar di lokasi yang sebelumnya kurang terawat. Kawasan tersebut kemudian dibersihkan dan dirapikan oleh pihak kelurahan bersama masyarakat.
“Trotoar dan dinding ini sebelumnya tidak terawat. Hari ini dibersihkan oleh lurah bersama masyarakat Mata Air, kemudian dinding ini dirapikan untuk dijadikan media yang dilombakan dalam lomba mural tingkat kelurahan,” ujar Wilman, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, mural yang dibuat peserta tidak hanya berfungsi memperindah kawasan, tetapi juga menjadi media promosi potensi wisata dan budaya Padang Selatan.
“Dari lomba ini nantinya, apa yang digambarkan adalah potensi-potensi yang ada di Kecamatan Padang Selatan. Gambar-gambar ini bisa bercerita tentang keindahan alam, budaya, sejarah, kuliner, hingga potensi wisata di Kota Padang kepada masyarakat luas dengan cara yang kreatif, menarik, dan mudah dikenal,” katanya.
Antusiasme peserta cukup tinggi. Panitia menerima 184 desain yang kemudian diseleksi hingga menyisakan 18 karya untuk masuk final.
“Peserta ini sifatnya umum. Ada yang dari kecamatan lain di Kota Padang, bahkan ada mahasiswa. Sebelum mereka ikut, gambarnya harus disetujui terlebih dahulu. Dari 184 gambar, kemudian yang masuk final ada 18 gambar,” jelasnya.
Para peserta kemudian menuangkan desain yang telah diseleksi ke dinding yang disediakan panitia.
Penilaian dilakukan setelah proses pengerjaan selesai, dengan pemenang mendapatkan trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan.
Wilman berharap lomba mural tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
“Ini merupakan kegiatan perdana, mudah-mudahan tiap tahun bisa melaksanakan kegiatan serupa. Tentunya ini untuk mendorong kreativitas dan juga menyambung silaturahim serta memunculkan motivasi generasi muda kita untuk membangun bersama di Kota Padang,” tuturnya. (*)










