Menu

Mode Gelap
Kasus Yogi “Starlink” Sikakap, Bupati Mentawai : Dia Bantu Program Pemerintah Akibat Karhutla, Program MBG di Dharmasraya Terganggu di Tingkat TK dan PAUD Polres Dharmasraya Grebek 4 Pelaku Pesta Sabu, Salah Satunya Perempuan Lomba Mural Wisata di Padang Selatan, 18 Karya Masuk Final Makna Lamang Bagi Masyarakat Padang Pariaman Dalam Mauluik Nabi Dua EWS Tsunami Sumbar Bermasalah Saat Uji Rutin, BPBD Segera Lakukan Penanganan

Budaya

Dengan Mural, Dinding Tak Terawat Disulap Jadi Media Promosi Wisata Padang Selatan

Fitratul Husnabadge-check

Dengan Mural, Dinding Tak Terawat Disulap Jadi Media Promosi Wisata Padang Selatan Perbesar

Covesia.co.id – Dinding yang sebelumnya terlihat tidak terawat di kawasan Jalan Sutan Syahrir, tepatnya di depan Taman Aliran Kenangan, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, disulap menjadi media seni mural. Hal ini untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya setempat.

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui lomba mural yang digelar Kelurahan Mata Air pada Jumat (28/8/2026), dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lomba mural tersebut mengangkat tema “Mengenal dan Mempromosikan Pesona Pariwisata dan Budaya di Kecamatan Padang Selatan Melalui Seni Mural” dengan tajuk “Seni Mewarnai Dinding Budaya dan Wisata Menginspirasi”.

Camat Padang Selatan, Wilman Muchtar, mengatakan kawasan tersebut sebelumnya tidak terawat. Bersama lurah dan masyarakat, lokasi kemudian dibersihkan dan dindingnya dirapikan untuk dijadikan media mural.

“Trotoar dan dinding ini sebelumnya tidak terawat. Hari ini dibersihkan oleh lurah bersama masyarakat Mata Air, kemudian dinding ini dirapikan untuk dijadikan media yang dilombakan dalam lomba mural tingkat kelurahan,” ujar Wilman.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kecamatan Padang Selatan.

Mural yang dibuat peserta nantinya menampilkan berbagai potensi lokal, mulai dari keindahan alam, budaya, sejarah hingga kuliner.

Dengan demikian, dinding yang sebelumnya kurang terawat diharapkan berubah menjadi ruang visual yang dapat menarik perhatian masyarakat.

“Dari lomba ini nantinya, apa yang digambarkan adalah potensi-potensi yang ada di Kecamatan Padang Selatan. Gambar-gambar ini bisa bercerita tentang keindahan alam, budaya, sejarah, kuliner, hingga potensi wisata di Kota Padang kepada masyarakat luas dengan cara yang kreatif, menarik, dan mudah dikenal,” katanya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong gerakan Padang Bersih dan Padang Rancak melalui keterlibatan masyarakat dalam menata lingkungan.

Para peserta diberikan kebebasan untuk mengekspresikan objek wisata maupun budaya lokal melalui karya mural. Peserta juga memperebutkan trofi, piagam penghargaan dan uang pembinaan.

Wilman berharap kegiatan perdana tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

“Ini merupakan kegiatan perdana, mudah-mudahan tiap tahun bisa melaksanakan kegiatan serupa. Tentunya ini untuk mendorong kreativitas dan juga menyambung silaturahim serta memunculkan motivasi generasi muda kita untuk membangun bersama di Kota Padang,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Kelurahan Mata Air berharap ruang publik yang sebelumnya terlihat kusam dapat memiliki fungsi baru sebagai media ekspresi warga sekaligus sarana mengenalkan potensi wisata dan budaya Padang Selatan kepada masyarakat. (*)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Lomba Mural Wisata di Padang Selatan, 18 Karya Masuk Final

29 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Makna Lamang Bagi Masyarakat Padang Pariaman Dalam Mauluik Nabi

29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Makam Syekh Burhanuddin Ditetapkan Jadi Cagar Budaya Nasional

29 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Jam Gadang dan SMA 2 Bukittinggi Jadi Cagar Budaya Nasional, Bordir Kerancang Diakui sebagai WBTb

29 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Menghidupkan Kembali Baju Kuruang Minangkabau Lewat HUT RI

16 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Trending Topik Budaya