Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias Prakiraan Cuaca Sumbar 19 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Ini Diguyur Hujan Lebat 

News

Akibat Karhutla, Program MBG di Dharmasraya Terganggu di Tingkat TK dan PAUD

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Akibat Karhutla, Program MBG di Dharmasraya Terganggu di Tingkat TK dan PAUD Perbesar

Covesia.co.id – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 3.426 peserta didik tingkat TK dan PAUD di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, dihentikan sementara.

Hal ini karena siswa TK dan PAUD diliburkan karena ancaman kabut asap akibat Karhutla di provinsi tetangga.
Penghentian tersebut setelah Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengeluarkan surat edaran tentang meliburkan kegiatan belajar mengajar TK dan PAUD sebagai langkah antisipasi dampak buruk kualitas udara terhadap kesehatan anak.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) Dharmasraya, Ririn Anggraini mengatakan distribusi MBG dihentikan karena sekolah penerima manfaat sementara tidak melakukan kegiatan belajar.

“SPPG yang melayani TK dan PAUD sementara tidak melakukan distribusi karena sekolah diliburkan,” kata Ririn di Pulau Punjung, Kamis.

Ririn menjelaskan, penghentian distribusi dilakukan setelah seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani TK dan PAUD mendapat konfirmasi dari penanggung jawab sekolah terkait kebijakan libur.

“Karena berdasarkan konfirmasi dari PIC atau penanggung jawab penerima MBG bahwa sekolah libur, maka pendistribusian MBG juga diliburkan,” ujarnya.

Di Dharmasraya terdapat 16 SPPG yang melayani penerima manfaat MBG jenjang TK dan PAUD. Total penerima manfaat dari dua jenjang pendidikan tersebut mencapai 3.426 anak.

Penghentian sementara itu hanya berlaku bagi peserta didik yang sekolahnya diliburkan. Distribusi MBG untuk jenjang pendidikan lainnya menyesuaikan kondisi serta kebijakan masing-masing sekolah.

Sebelumnya, Pemkab Dharmasraya mulai meliburkan TK dan PAUD sejak Rabu (26/8/2026). Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara di wilayah itu masuk kategori tidak sehat.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, mengatakan sekolah dijadwalkan kembali normal pada Senin, namun masa libur dapat diperpanjang apabila kualitas udara belum membaik.

“Kegiatan belajar TK dan PAUD mulai diliburkan besok, masuk normal kembali Senin. Dan akan diperpanjang apabila kualitas udara belum membaik,” ujar Bobby.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Novandri Ismi, menyebut hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Rabu berada di kisaran 125–130 atau masuk kategori tidak sehat.

“Nilai tersebut menunjukkan kualitas udara mulai berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara,” kata Novandri.

Kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap anak usia dini menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah daerah dalam menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan distribusi MBG di sekolah yang terdampak.

Dengan kebijakan tersebut, distribusi MBG bagi 3.426 siswa TK dan PAUD akan kembali disesuaikan dengan keputusan sekolah dan kondisi kualitas udara di Dharmasraya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas

19 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif

19 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

19 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui

19 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias

19 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Trending Topik News