Menu

Mode Gelap
Kasus Yogi “Starlink” Sikakap, Bupati Mentawai : Dia Bantu Program Pemerintah Akibat Karhutla, Program MBG di Dharmasraya Terganggu di Tingkat TK dan PAUD Polres Dharmasraya Grebek 4 Pelaku Pesta Sabu, Salah Satunya Perempuan Lomba Mural Wisata di Padang Selatan, 18 Karya Masuk Final Makna Lamang Bagi Masyarakat Padang Pariaman Dalam Mauluik Nabi Dua EWS Tsunami Sumbar Bermasalah Saat Uji Rutin, BPBD Segera Lakukan Penanganan

News

Dua EWS Tsunami Sumbar Bermasalah Saat Uji Rutin, BPBD Segera Lakukan Penanganan

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Dua EWS Tsunami Sumbar Bermasalah Saat Uji Rutin, BPBD Segera Lakukan Penanganan Perbesar

Covesia.co.id – Dua unit alat Early Warning System (EWS) atau sirine peringatan dini tsunami di Sumatera Barat terdeteksi mengalami gangguan saat dilakukan pengujian serentak pada Rabu (26/8/2026).

Dari total 51 sirine yang telah terbangun di wilayah pesisir Sumbar, 49 unit lainnya dapat menjalani pengujian.

Pengujian tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan rutin untuk memastikan sistem peringatan dini tsunami dapat berfungsi ketika sewaktu-waktu terjadi gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumatera Barat, Rezky Hidayat, mengatakan pengecekan dilakukan terhadap seluruh sirine yang berada di bawah pemantauan BPBD Sumbar.

“Dari 51 sirine yang kita uji secara serentak, ada dua yang terdeteksi bermasalah. Ini langsung kita tindak lanjuti supaya tidak mengganggu sistem peringatan dini tsunami,” ujar Rezky.

Menurut Rezky, pengujian berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi peralatan sekaligus memastikan setiap sirine siap digunakan. Gangguan pada perangkat dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum terjadi kondisi darurat.

“Uji coba ini memang dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat dalam kondisi siap. Kalau ada yang bermasalah, kita bisa mengetahui lebih awal dan segera melakukan perbaikan,” katanya.

Sebaran 51 sirine tsunami tersebut berada di sejumlah daerah pesisir Sumatera Barat. Berdasarkan data BPBD Sumbar, sirine yang telah terbangun tersebar di Kota Padang sebanyak 33 unit, Kabupaten Pesisir Selatan lima unit, Kota Pariaman empat unit, Kabupaten Pasaman Barat empat unit, Kabupaten Agam tiga unit, serta Kabupaten Padang Pariaman dua unit.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari sistem peringatan dini tsunami yang terus dikembangkan di Sumbar. Selain 51 unit yang telah terbangun, BPBD Sumbar sebelumnya mencatat terdapat 22 unit sirine yang masih dalam tahap pembangunan sehingga total yang direncanakan mencapai 73 unit.

Rezky menegaskan, keberadaan sirine menjadi salah satu bagian penting dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat tetap siap dan memahami langkah evakuasi. Sirine merupakan salah satu instrumen peringatan, tetapi kesiapsiagaan masyarakat juga harus terus diperkuat,” ujarnya.

BPBD Sumbar memastikan dua perangkat yang mengalami gangguan tersebut akan ditindaklanjuti. Pemeriksaan dan perbaikan dilakukan agar seluruh sistem dapat kembali berfungsi optimal.

Pengecekan berkala terhadap sirine juga menjadi bagian dari upaya mitigasi. Sebab, sistem peringatan dini tidak hanya bergantung pada keberadaan perangkat, tetapi juga pada kesiapan sistem komunikasi, petugas, serta pemahaman masyarakat mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika peringatan tsunami dikeluarkan.

Sebelumnya, BPBD Sumbar melalui pemutakhiran data pada Juli 2026 mencatat 51 sirine telah terbangun, dengan 46 unit aktif dan lima unit tidak aktif. Data tersebut menunjukkan kondisi perangkat dapat berubah mengikuti hasil pemeriksaan dan pemutakhiran di lapangan.

Dengan adanya pengujian secara berkala, BPBD Sumbar berharap setiap gangguan pada perangkat peringatan dini dapat segera diketahui dan ditangani sehingga sistem kesiapsiagaan tsunami di wilayah pesisir Sumbar tetap terjaga.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Kasus Yogi “Starlink” Sikakap, Bupati Mentawai : Dia Bantu Program Pemerintah

30 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Akibat Karhutla, Program MBG di Dharmasraya Terganggu di Tingkat TK dan PAUD

30 Agustus 2026 - 11:23 WIB

Polres Dharmasraya Grebek 4 Pelaku Pesta Sabu, Salah Satunya Perempuan

30 Agustus 2026 - 11:12 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang 4 Meter di Perairan Sumbar, Nelayan Diminta Waspada

29 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Sumbar Diguncang 5 Kali Gempa Dalam Semalam, 3 Kali Berpusat di Sekitar Bukittinggi

29 Agustus 2026 - 15:26 WIB

Trending Topik News