Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia Pameran Foto Bencana Hidrometeorologi di Istano Basa Pagaruyung, PFI : Pengingat Mitigasi Bencana Muncul Petisi Larang Argentina Tampil Piala Dunia Selamanya, Tembus 23 Tanda Tangan

Daerah

Gen Z Rentan Terjerat Hubungan Toksik: Apa Makna Cinta yang Sesungguhnya?

badge-check

Foto ilustrasi/ Istimewa Perbesar

Foto ilustrasi/ Istimewa

Covesia.co.id – Apakah cinta harus dibuktikan dengan mengorbankan segalanya?

Pertanyaan klasik ini kembali mencuat di tengah maraknya kasus kekerasan dalam hubungan asmara anak muda. Salah satu yang paling menyita perhatian publik saat ini adalah kasus Taufik Hidayat (30), tersangka penyekapan dan penganiayaan sadis terhadap kekasihnya, YTR (29), di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kasus ini menjadi sorotan nasional karena korban diisolasi dan disiksa selama hampir tiga tahun, sejak Mei 2024 hingga Juni 2026 hingga mengalami cacat fisik permanen.

Tragedi yang menimpa YTR yang kini ramai diperbincangkan di berbagai media nasional menjadi alarm keras. Ini adalah bukti nyata bagaimana hubungan yang didominasi cemburu buta dan obsesi menguasai pasangan bisa berakhir pada tindakan kriminal yang keji.

Secara psikologis dan medis, cinta memang bukan sekadar perasaan. Melansir data dari Halodoc, Rabu (30/6) saat seseorang jatuh cinta, otak akan melepaskan berbagai zat kimia yang memperkuat ikatan emosional. Ironisnya, ikatan kimiawi yang kuat inilah yang sering kali membuat seseorang “buta” dan memilih bertahan dalam hubungan yang tidak sehat.

Fase awal hubungan biasanya selalu dipenuhi romansa yang berbunga-bunga. Celah inilah yang kerap dimanfaatkan oleh pelaku. Senada dengan hal tersebut, dr. Lahargo Kembaren, Psikiater dari Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI) melalui jurnal Mediapsi Universitas Surabaya, menjelaskan bahwa pelaku kekerasan sering kali menampilkan citra sebagai sosok yang sangat perhatian di awal hubungan. Akibatnya, korban tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanipulasi secara perlahan.

Pada titik tertentu, hubungan toksik tidak lagi melulu soal kekerasan fisik. Bentuknya bisa bermutasi menjadi manipulasi emosional, kontrol berlebihan, pembatasan ruang sosial, hingga eksploitasi finansial.

Banyak korban yang sulit melepaskan diri karena terjebak dalam trauma bonding—sebuah ikatan emosional labil yang terbentuk akibat siklus berulang antara kekerasan ekstrem dan permintaan maaf yang manipulatif dari pelaku.

Merespons fenomena ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui laman resminya menegaskan pentingnya mengenali tanda bahaya (red flags) sejak dini. Hubungan yang sehat seyogianya dibangun di atas fondasi komunikasi yang setara, penghormatan terhadap batasan pribadi (boundaries), dan ruang aman bagi kedua belah pihak.

Hakikat Cinta yang Mendewasakan
Pada dasarnya, cinta adalah proses bertumbuh yang membutuhkan waktu untuk saling mengenal, membangun kepercayaan, dan menemukan kecocokan hingga tercipta rasa aman. Romansa instan mungkin memicu daya tarik, namun hanya komitmen, komunikasi, dan rasa hormat yang mampu membuatnya bertahan.

Cinta sejati tidak pernah meminta seseorang untuk menyerahkan warasnya, apalagi raganya. Ia bukan tentang seberapa besar kita sanggup menderita dan berkorban, melainkan tentang bagaimana kedua belah pihak saling menghargai, menjaga, dan bertumbuh bersama tanpa mengorbankan keselamatan fisik maupun kesehatan mental. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Kebiasaan Minum Teh di Pagi Hari Ternyata Miliki Banyak Manfaat

29 Juli 2026 - 09:31 WIB

Di Tengah Gempuran Kopi Modern, Kawa Daun Tetap Jadi Kebanggaan Minangkabau

28 Juli 2026 - 15:59 WIB

Padang Timur Optimistis Hadapi Lomba Desawisma, Kubu Marapalam Jadi Andalan

26 Juli 2026 - 14:04 WIB

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang

26 Juli 2026 - 12:08 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Mulyadi Kembali Nahkodai DPD Partai Demokrat Sumbar

26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Trending Topik Daerah