Menu

Mode Gelap
Pagi Ini Kualitas Udara Padang Kembali Berbahaya, ISPU Tembus 440 Komplotan Curanmor Di Kota Padang Dibekuk, Polisi Ungkap Puluhan TKP Karhutla di Sumatera Mulai Mereda, Hotspot Turun Hingga 43 Persen Pemancing Dilaporkan Jatuh di Tebing Laut Kawasan Bukit Lampu Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram Indonesia Terkepung Bencana

Life Style

Produksi Sampah di Indonesia Mencapai Puluhan Ton Per Tahun

Redaksi Covesiabadge-check

Foto: Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Perbesar

Foto: Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH)

Covesia.co.id – Sampah kini menjadi permasalahan baru bagi berbagai daerah di Indonesia. Setiap hari, volume sampah terus meningkat bahkan mencapai angkat puluhan ton setiap tahunnya. Kondisi ini semakin diperparah dengan relaitas terkait masih rendahnya kesadaran soal pengelolaan sampah dengan baik di masyarakat. Bila kondisi ini tidak diatasi secara serius, bukan tidak mungkin sampah akan menjadi permasalahan yang sangat serius di kemudian hari.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), hingga Juli 2024, tercatat produksi sampah nasional mencapai 31,9 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 11,3 juta ton atau 36,7% dilaporkan belum terkelola dengan baik.

Situasi ini, jika terus dibiarkan, dapat menimbulkan dampak serius, mulai dari gangguan kesehatan masyarakat, pencemaran air dan tanah, hingga kerusakan ekosistem lingkungan.

Berdasarkandata tersebut, sumber utama timbulan sampah di Indonesia berasal dari rumah tangga, dengan kontribusi mencapai 46,31% dari total nasional pada 2024.

Dari sisi komposisi, sampah organik masih mendominasi antara 90%–95%, sementara non-organik, seperti plastik dan logam, berada di kisaran 5%–10%. Pada tahun 2023, sampah plastik bahkan menjadi penyumbang terbesar kedua, mencapai 18,54% dari total timbulan nasional.

Meski pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki sistem pengelolaan, data SIPSN dari 335 kabupaten/kota menunjukkan tantangan masih sangat besar. Dari total 36,6 juta ton sampah per tahun, hanya sekitar 1,56% yang berhasil dikelola dengan baik.

Rinciannya, pengurangan sampah baru menyentuh 0,07%, penanganan 1,49%, sementara masih ada 3,24% yang tidak terkelola sama sekali.

Jenis tempat pembuangan akhir (TPA) pun masih didominasi model open dumping sebanyak 459.180 ton, jauh lebih besar dibandingkan TPA controlled/sanitary yang hanya 281.609 ton per tahun.

Perlu Gerakan Serius dari Semua Pihak

Melihat tren tersebut, para pemerhati lingkungan menilai perlu adanya gerakan masif dan kolaboratif antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengubah pola pikir terhadap sampah. Edukasi sejak dini tentang pemilahan dan daur ulang, serta penerapan ekonomi sirkular, menjadi langkah krusial untuk memutus rantai masalah ini.

Jika tidak ada perubahan signifikan dalam pengelolaan sampah, bukan tidak mungkin Indonesia akan menghadapi krisis lingkungan dalam beberapa tahun ke depan, bukan karena kekurangan sumber daya alam, tapi karena tumpukan sampah yang tak kunjung terurai. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Dari Kampung Cina hingga Tragedi Kanso, Jejak Etnis Tionghoa di Pariaman

9 September 2026 - 10:41 WIB

Polusi Akibat Karhutla, 4 Tanaman ini Bantu Jaga Kualitas Udara di Dalam Rumah

8 September 2026 - 16:51 WIB

Generasi Muda, Stop Tone Deaf

8 September 2026 - 10:32 WIB

Cerita Nama Nagari Sumani Kabupaten Solok, Berawal Dari Sebuah Sumur

5 September 2026 - 14:47 WIB

Air Terjun Lubuak Bulan, Hidden Gem Sumatera Barat yang Bikin Penasaran

5 September 2026 - 10:09 WIB

Trending Topik Life Style