Covesia.co.id – Banyak penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) memilih menghindari buah-buahan yang memiliki rasa asam karena khawatir memicu naiknya asam lambung.
Jeruk, lemon, hingga nanas menjadi beberapa jenis buah yang sering masuk daftar pantangan. Namun, berbeda dengan buah-buahan tersebut, pepaya justru kerap direkomendasikan sebagai pilihan yang lebih aman, meski sama-sama mengandung vitamin C.
Lantas, mengapa pepaya bisa bermanfaat bagi penderita asam lambung?
Para ahli gizi menjelaskan bahwa kandungan vitamin C dalam suatu buah tidak selalu menentukan apakah buah tersebut akan memicu naiknya asam lambung.
Yang lebih berpengaruh adalah tingkat keasaman atau pH buah tersebut. Pepaya memiliki pH yang cenderung mendekati netral dibandingkan jeruk maupun nanas.
Selain itu, rasa pepaya yang manis menandakan kandungan asam organiknya relatif lebih rendah sehingga umumnya tidak mengiritasi lambung pada kebanyakan orang.
Pepaya juga mengandung enzim alami bernama papain yang membantu memecah protein dalam makanan.
Proses pencernaan yang lebih lancar membuat lambung tidak perlu bekerja terlalu keras, sehingga makanan lebih cepat dicerna dan risiko terjadinya refluks atau naiknya asam lambung dapat berkurang. Karena alasan inilah pepaya sering menjadi salah satu buah yang disarankan untuk dikonsumsi setelah makan.
Tak hanya itu, kandungan serat dalam pepaya juga berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Serat membantu memperlancar pergerakan makanan di usus, mencegah sembelit, serta mengurangi tekanan di dalam perut yang dapat memicu naiknya asam lambung.
Pepaya juga memiliki kadar air yang tinggi sehingga membantu menjaga sistem pencernaan tetap terhidrasi.
Lalu mengapa jeruk dan nanas sering memicu keluhan, padahal sama-sama mengandung vitamin C?
Jawabannya terletak pada komposisi buah tersebut. Jeruk mengandung asam sitrat dalam jumlah tinggi, sedangkan nanas kaya akan berbagai asam organik yang memberikan rasa masam.
Kedua buah ini memiliki tingkat keasaman yang jauh lebih tinggi dibandingkan pepaya sehingga lebih berpotensi mengiritasi kerongkongan dan memperburuk gejala pada penderita GERD yang sensitif.
Artinya, vitamin C bukanlah penyebab utama munculnya keluhan asam lambung. Vitamin C sendiri merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membantu pembentukan kolagen, dan mempercepat penyembuhan jaringan.
Yang menjadi persoalan adalah sumber vitamin C tersebut berasal dari buah dengan tingkat keasaman tinggi atau tidak.
Meski demikian, para ahli tetap mengingatkan bahwa respons setiap penderita asam lambung bisa berbeda.
Sebagian besar orang dapat mengonsumsi pepaya tanpa mengalami keluhan, tetapi ada juga yang tetap merasakan gejala setelah memakannya.
Karena itu, penderita GERD dianjurkan mengonsumsi pepaya dalam porsi wajar, memilih buah yang benar-benar matang, serta tidak mengonsumsinya secara berlebihan dalam sekali makan.
Dengan kandungan serat, enzim papain, kadar air yang tinggi, serta tingkat keasaman yang relatif rendah, pepaya menjadi salah satu buah yang dinilai lebih ramah bagi lambung dibandingkan buah-buahan sitrus seperti jeruk maupun nanas.
Karena itu, meski sama-sama mengandung vitamin C, pepaya justru dapat menjadi pilihan yang baik untuk membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, termasuk bagi banyak penderita asam lambung. (*)











