Covesia.co.id — Pemerintah mulai mematangkan persiapan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026. Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pergerakan masyarakat pada tahun ini diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau mencakup 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, meski angka survei menunjukkan penurunan tipis sebesar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025, pemerintah tetap waspada terhadap potensi lonjakan di lapangan.
“Realisasi pada tahun 2025 justru mencapai 154 juta orang, melampaui angka survei. Artinya, mobilitas masyarakat cenderung tinggi,” ujar Dudy dalam laporannya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat.
Moda transportasi mobil pribadi diprediksi masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan total 76,24 juta pemudik, disusul oleh sepeda motor dan bus.
Pemerintah juga memetakan sejumlah titik krusial yang diprediksi menjadi simpul kemacetan dan kepadatan penumpang, di antaranya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Lintas Penyeberangan Merak-Bakauheni, Stasiun Pasar Senen, dan Terminal Pulogebang.
Untuk mengantisipasi penumpukan, Kemenhub menyiagakan ribuan armada yang terdiri dari 31.000 unit bus, 840 kapal laut, 254 kapal penyeberangan, 372 pesawat udara, serta 3.687 unit kereta api.
Mudik Gratis Prioritas Daerah Pascabencana
Tahun ini, pemerintah kembali menggelar program mudik gratis dengan target sasaran 113.262 penumpang dan 12.140 sepeda motor. Menariknya, Menhub memberikan perhatian khusus bagi warga di wilayah terdampak bencana.
“Program mudik gratis juga kami berikan untuk daerah pascabencana di Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ungkap Dudy.
Di sisi keamanan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pengamanan akan dikawal melalui Operasi Ketupat 2026 bertajuk “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Sebanyak 161.243 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait akan diterjunkan ke lapangan.
Listyo menegaskan, fokus utama kepolisian adalah menjaga atau bahkan melampaui tingkat kepuasan masyarakat yang pada tahun sebelumnya mencapai angka 90,9 persen.
“Target kita adalah mempertahankan atau meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan mudik,” tandas Kapolri.
Pemerintah optimistis dengan sinergi lintas sektoral ini, arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)




