Menu

Mode Gelap
Ditebus Rp 100 Juta, Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dievakuasi Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia Pameran Foto Bencana Hidrometeorologi di Istano Basa Pagaruyung, PFI : Pengingat Mitigasi Bencana

News

Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar

badge-check

Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Perbesar

Covesia.co.id – Di tengah kondisi curah hujan yang masih tinggi di Sumatera Barat, ada 8 titik api (hotspot-red) yang muncul sepekan terakhir.

Walaupun belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, kemunculkan 8 titik api ini sebagai pengingat mitigasi bencana.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha menyebutkan pantauan satelit dari sistem SiPongi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terdeteksi delapan titik panas dengan tingkat kepercayaan medium hingga tinggi.

“Dalam sepekan terakhir, terpantau 8 titik api di Sumbar. Tersebar di Pesisir Selatan, Sijunjung, Dharmasraya dan Pasaman Barat, ” Kata Yudha kepada Covesia.co.id, Kamis (30/7/2026).

Dikatakannya, tingkat kepercayaan 8 titik api tersebut memiliki tingkat kepercayaan medium hingga tinggi.

“Walaupun muncul titik api di beberapa wilayah, Sumbar masih jauh dari kondisi darurat Karhutla, ” Katanya.

Secara klimatologis, pada Juli dan Agustus 2026, Yudha menyampaikan Sumbar masih berada pada pola hujan ekuatorial dengan curah hujan bulanan yang relatif tinggi.

Karakteristik iklim Sumatera Barat memiliki dua puncak musim hujan, yaitu sekitar November-Desember dan Maret-April. Curah hujan bulanan umumnya tetap berada di atas 150 milimeter, sehingga potensi cuaca ekstrem dapat terjadi hampir sepanjang tahun.

“Memasuki Juli hingga Agustus memang ada tren peningkatan curah hujan kembali,” ujarnya.

Untuk curah hujan selama Juli, masih berada pada kategori menengah atau berkisar 200 hingga 300 milimeter per bulan. Artinya hujan yang mengguyur masih tergolong normal. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Ditebus Rp 100 Juta, Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dievakuasi

30 Juli 2026 - 15:01 WIB

Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan

30 Juli 2026 - 13:54 WIB

Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif

30 Juli 2026 - 09:48 WIB

Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia

30 Juli 2026 - 08:27 WIB

Pameran Foto Bencana Hidrometeorologi di Istano Basa Pagaruyung, PFI : Pengingat Mitigasi Bencana

29 Juli 2026 - 17:31 WIB

Trending Topik News