Menu

Mode Gelap
Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga  Sedang Menyadap Karet, Warga Pasaman Diserang Beruang Madu Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat  Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur

News

Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Perbesar

Covesia.co.id – Di tengah kondisi curah hujan yang masih tinggi di Sumatera Barat, ada 8 titik api (hotspot-red) yang muncul sepekan terakhir.

Walaupun belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, kemunculkan 8 titik api ini sebagai pengingat mitigasi bencana.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha menyebutkan pantauan satelit dari sistem SiPongi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terdeteksi delapan titik panas dengan tingkat kepercayaan medium hingga tinggi.

“Dalam sepekan terakhir, terpantau 8 titik api di Sumbar. Tersebar di Pesisir Selatan, Sijunjung, Dharmasraya dan Pasaman Barat, ” Kata Yudha kepada Covesia.co.id, Kamis (30/7/2026).

Dikatakannya, tingkat kepercayaan 8 titik api tersebut memiliki tingkat kepercayaan medium hingga tinggi.

“Walaupun muncul titik api di beberapa wilayah, Sumbar masih jauh dari kondisi darurat Karhutla, ” Katanya.

Secara klimatologis, pada Juli dan Agustus 2026, Yudha menyampaikan Sumbar masih berada pada pola hujan ekuatorial dengan curah hujan bulanan yang relatif tinggi.

Karakteristik iklim Sumatera Barat memiliki dua puncak musim hujan, yaitu sekitar November-Desember dan Maret-April. Curah hujan bulanan umumnya tetap berada di atas 150 milimeter, sehingga potensi cuaca ekstrem dapat terjadi hampir sepanjang tahun.

“Memasuki Juli hingga Agustus memang ada tren peningkatan curah hujan kembali,” ujarnya.

Untuk curah hujan selama Juli, masih berada pada kategori menengah atau berkisar 200 hingga 300 milimeter per bulan. Artinya hujan yang mengguyur masih tergolong normal. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga 

15 September 2026 - 17:33 WIB

Sedang Menyadap Karet, Warga Pasaman Diserang Beruang Madu

15 September 2026 - 16:14 WIB

Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat 

15 September 2026 - 12:19 WIB

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

15 September 2026 - 10:42 WIB

Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur

15 September 2026 - 10:22 WIB

Trending Topik News