Menu

Mode Gelap
KONI Agam Siapkan Rp3,4 Miliar untuk Hadapi Porprov XVI 2026 Aplikasi Cek Pemilih Pilwana Pasaman Barat Diluncurkan, Warga Diminta Pastikan NIK dan TPS Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar Kader Kesehatan Padang Dilatih Percepat Temuan Kasus TBC Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

Budaya

Kue Tabuang, Warisan Kuliner Kota Padang Yang Laris Manis di Padang Gastronomi Market 2026

Fitratul Husnabadge-check

Kue Tabuang, Warisan Kuliner Kota Padang Yang Laris Manis di Padang Gastronomi Market 2026 Perbesar

Covesia.co.id – Hari Jadi Kota Padang ke-357 menjadi momentum untuk mengangkat kekayaan budaya sekaligus potensi kuliner daerah.

Upaya tersebut turut diwujudkan melalui Padang Gastronomy Market 2026 yang melibatkan lebih dari 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Festival kuliner yang berlangsung di kawasan Kota Tua Padang sepanjang Jalan Batang Arau, itu digelar pada 7 hingga 10 Agustus 2026. Kegiatan mengusung tema “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”.

Beragam kuliner khas Padang dan makanan autentik lainnya dihadirkan dalam festival tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama, termasuk terhadap jajanan tradisional yang kini mulai sulit ditemukan.

Salah satunya adalah kue tabuang yang dijual M. Irsyad (49), pelaku UMKM asal Kecamatan Lubuk Kilangan. Kue tradisional tersebut bahkan menjadi salah satu produk yang paling diminati pengunjung hingga ludes sebelum festival berakhir pada hari pertama.

Irsyad mengatakan, dirinya telah menggeluti usaha kuliner sejak 2007. Usaha tersebut juga merupakan warisan dari orang tuanya yang sebelumnya telah menjalankan usaha serupa.

“Saya sudah menjalani usaha ini dari tahun 2007, namun sebelumnya orang tua saya juga sudah menjalankan usaha yang sama,” ungkap Irsyad kepada Covesia.co.id, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kesehariannya, Irsyad berjualan di kawasan Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan. Keikutsertaannya dalam Padang Gastronomy Market 2026 menjadi pengalaman pertama baginya mengikuti festival kuliner tersebut.

Ia mengaku tertarik berpartisipasi karena melihat semakin banyak generasi muda yang mulai tidak mengenal makanan tradisional, termasuk kue tabuang dan kolak pario.

Menurut Irsyad, kue tabuang merupakan salah satu jajanan tradisional yang kini cukup sulit ditemukan di Kota Padang.

Karena itu, festival tersebut dinilainya menjadi kesempatan untuk kembali memperkenalkan kuliner tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Saya biasa berjualan di Lubuk Kilangan. Saya minat ikut tahun ini melihat generasi muda yang mulai pudar pengetahuannya akan makanan tradisional. Maka dari itu, ini menjadi momentum bagi saya untuk mengingatkan kembali warisan kuliner dan mengangkat UMKM,” katanya.

Respons masyarakat pun dinilai positif. Pada hari pertama pelaksanaan, seluruh kue tabuang yang dibawa Irsyad berhasil terjual sebelum waktu penutupan.

Namun, bagi Irsyad, keikutsertaannya dalam festival tersebut tidak semata-mata untuk menjual produk.

Ia juga ingin menjadikan momen tersebut sebagai sarana edukasi agar masyarakat mengetahui proses pembuatan kue tabuang.

Ia bahkan membuat langsung kue tabuang di lokasi festival dan memperlihatkan prosesnya kepada pengunjung.

“Hari pertama kue tabuang jadi best seller, habis sebelum waktu tutup. Saya senang dengan antusiasme masyarakat. Namun, saya tidak ingin hanya lewat saja, sekadar membeli. Maka dari itu, saya juga langsung memperlihatkan proses pembuatannya agar masyarakat semakin mengenal,” ujarnya.

Irsyad berharap Pemerintah Kota Padang terus memberikan pendampingan dan pembinaan kepada pelaku UMKM agar usaha mereka dapat berkembang dan naik kelas, tanpa kehilangan identitas kuliner khas daerah.

Ia juga mengajak masyarakat yang telah mengenal berbagai jajanan tradisional untuk ikut memperkenalkan dan menyebarluaskan informasi mengenai kuliner warisan daerah.

Menurutnya, menjaga keberadaan makanan tradisional bukan hanya menjadi tanggung jawab pelaku usaha.

Dukungan masyarakat juga diperlukan agar kuliner warisan daerah tetap dikenal dan tidak semakin tergerus oleh perkembangan zaman. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Maulid Nabi di Lubuk Pandan: Di Balik Lamang dan Tabuik Ada Warisan Syekh Burhanuddin

31 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Lomba Mural Wisata di Padang Selatan, 18 Karya Masuk Final

29 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Makna Lamang Bagi Masyarakat Padang Pariaman Dalam Mauluik Nabi

29 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Dengan Mural, Dinding Tak Terawat Disulap Jadi Media Promosi Wisata Padang Selatan

29 Agustus 2026 - 15:32 WIB

Makam Syekh Burhanuddin Ditetapkan Jadi Cagar Budaya Nasional

29 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Trending Topik Budaya