Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias Prakiraan Cuaca Sumbar 19 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Ini Diguyur Hujan Lebat 

News

Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar Perbesar

Covesia.co.id – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak berdampak langsung terhadap aktivitas gunung api di Sumatera Barat, meskipun berada dalam jalur tektonik yang sama.

Ahli Geologi dan Vulkanologi Sumatera Barat, Ade Edward mengatakan aktivitas erupsi pada satu gunung api tidak serta-merta memengaruhi gunung api lainnya hanya karena berada pada jalur tektonik yang sama.

“Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara tidak berdampak langsung dan tidak saling mempengaruhi dengan gunung api di Sumbar meskipun berada pada jalur tektonik yang sama,” ungkap Ade kepada Covesia.co.id, Selasa (1/9/2026).

Gunung Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, kembali mengalami erupsi pada Senin (31/8/2026) pukul 10.17 WIB. Erupsi menghasilkan kolom abu sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Badan Geologi kemudian menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai pukul 12.30 WIB pada hari yang sama.

Peningkatan status dilakukan setelah terdeteksi peningkatan aktivitas kegempaan dan terjadi erupsi.

Ade menjelaskan, jarak antara Sinabung dan gunung api di Sumatera Barat menjadi salah satu faktor yang membuat aktivitas keduanya tidak saling memengaruhi secara langsung.

“Setiap gunung api juga memiliki sistem magma dan karakteristik aktivitas masing-masing,” kata Ade.

Di Sumatera Barat sendiri terdapat sejumlah gunung api aktif, di antaranya Gunung Marapi, Gunung Talang dan Gunung Tandikat.

Aktivitas Gunung Marapi masih menjadi perhatian karena berstatus Level II Waspada. Pada 30 Mei 2026, gunung tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Sebelumnya, pada 11 Juni 2026, Marapi juga mengalami erupsi dengan kolom abu sekitar 2.400 meter di atas puncak.

Sementara Gunung Talang dan Gunung Tandikat berada pada Level I atau Normal berdasarkan data status gunung api yang tersedia.

Meski erupsi Sinabung tidak memengaruhi aktivitas gunung api di Sumbar secara langsung, Ade mengingatkan masyarakat di sekitar Gunung Marapi tetap memperhatikan potensi bahaya yang berasal dari aktivitas gunung tersebut, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu dari puncak.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Marapi, terutama yang berada di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung, diminta ekstra waspada terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama saat musim hujan,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas

19 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif

19 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

19 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui

19 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias

19 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Trending Topik News