Covesia.co.id – Menjadikan membaca sebagai gaya hidup bisa membuat kamu terlihat wow, loh!
Membudayakan membaca pastinya menambah wawasan, membentuk cara berpikir kritis, dan meningkatkan kualitas diri. Ini merupakan tren positif di kalangan urban karena menjadikan buku bukan sekadar pajangan, melainkan teman untuk berkembang.
Dinukil dari jurnal Pendidikan Bahasa dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah, Kamis (25/6), membaca punya peran besar dalam kehidupan. Membaca lebih dari sekadar mengartikan simbol-simbol bahasa tertulis, tetapi juga tentang upaya memahami, menolak, membandingkan, dan mempertahankan pendapat penulis. Dengan gemar membaca, kamu akan memiliki long-term memory (memori jangka panjang) yang akan membawamu pada keterampilan berpikir kritis.
Membaca punya kontribusi penting dalam pengembangan diri. Saat ini, membaca telah bertransformasi menjadi gaya hidup bagi Gen Z, di mana aktivitas ini dijadikan pelarian yang fun di saat menonton video berdurasi singkat—seperti drama China—lebih banyak dipilih orang. Selama ini, Gen Z sering dikambinghitamkan sebagai generasi yang diduga lebih senang scroll TikTok, Instagram, dan nonton YouTube dibandingkan membaca buku.
Eitss! Faktanya, anggapan Gen Z sebagai anak sosmed yang malas membaca mulai terbantahkan oleh survei yang dilakukan data.goodstats.id pada periode 25 November – 3 Desember 2025. Melalui kuesioner daring yang diakses menggunakan aplikasi mobile Jakpat dengan melibatkan 2.240 responden, hasil survei menunjukkan Gen Z menjadi generasi dengan tingkat membaca tertinggi, yaitu sebesar 26%! Angka ini berada di atas Gen Milenial (20%) dan Gen X (18%).
Ternyata, gempuran distraksi digital tidak membuat Gen Z kehilangan ketertarikan untuk membaca. Hal ini dikarenakan adanya kesadaran akan manfaat membaca yang tidak akan bisa didapatkan hanya dari scroll media sosial. Membaca bukan hanya hal sepele guna mengisi dunia khayal, melainkan sebuah skill penting. Hasil dari membiasakan membaca sangat dibutuhkan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia kerja.
Nah, untuk Gen Z Padang yang mungkin ingin mencari tempat baru untuk membaca yang cozy selain kafe-kafe di Padang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang bisa jadi pilihan tepat. Berlokasi di kawasan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan—tepatnya di sebelah Bagindo Aziz Chan Youth Center—tempat ini dapat dijadikan alternatif tempat membaca yang nyaman. Fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap, mulai dari koleksi buku yang beragam, area belajar, Wi-Fi gratis, dan masih banyak lagi fasilitas pendukung yang membuat aktivitas membacamu semakin asyik.
Kesimpulannya, julukan Gen Z sebagai generasi yang malas membaca sudah boleh dilepas, ya! Hasil survei menunjukkan bahwa konsumsi digital generasi muda tidak hanya fokus pada hiburan instan saja. Bagi Gen Z, membaca justru menemukan momentumnya sebagai aktivitas yang relevan dan keren untuk terus dilakukan. (*)











