Menu ✖

Mode Gelap
Sala Lauak, Camilan Khas Minangkabau yang Gurih di Luar, Lembut di Dalam Fadly Amran Minta Pengawasan dan Bisnis Perumda PSM Padang Dibenahi Bapenda Padang Sebut Kontribusi PAD dari Aplikator Ojol Sebatas Iklan dan Reklame  Cuaca Sumbar 30 Oktober: Padang Panjang Berpotensi Hujan Petir, Sejumlah Daerah Udara Kabur Festival Literasi IV Padang Panjang Dibuka Hari Ini, Ada Bedah Novel hingga Lomba Puisi Manfaat Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau berkhasiat Redakan Panas Dalam

Life Style

Manfaat Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau berkhasiat Redakan Panas Dalam

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Manfaat Aia Aka, Minuman Tradisional Minangkabau berkhasiat Redakan Panas Dalam Perbesar

Covesia.co.id – Aia Aka atau dikenal juga sebagai ubek tawa merupakan minuman tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat.

Minuman ini sangat menyegarkan dan memiliki khasiat untuk kesehatan.

Minuman berbahan dasar cincau hijau ini telah lama dikenal masyarakat sebagai salah satu ramuan tradisional untuk meredakan panas dalam.

Aia Aka umumnya dibuat dari sari daun cincau hijau yang diremas dengan air hingga menghasilkan cairan kental menyerupai jeli.

Dalam penyajiannya, minuman ini dapat ditambahkan santan kelapa, gula merah atau gula aren, serta air perasan jeruk nipis. Beberapa racikan juga menggunakan air perasan daun kacang.

Bahan-bahan yang digunakan dalam Aia Aka juga memiliki karakteristik gizi yang berbeda.

Cincau hijau contohnya, komponen utama ini memiliki kandungan serat dan senyawa alami.

Penelitian pangan menunjukkan bahwa cincau hijau mengandung sejumlah komponen bioaktif, termasuk senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan.

Cincau hijau juga berpotensi menjadi sumber serat pangan yang penting dalam menjaga fungsi pencernaan. Asupan serat yang cukup membantu mendukung keteraturan buang air besar dan kesehatan saluran pencernaan.

Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti setiap racikan Aia Aka otomatis mengandung serat dalam jumlah tinggi.

Kandungan serat dalam satu porsi minuman bergantung pada jenis daun, proses pengolahan, serta jumlah cincau yang dikonsumsi.

Santan Menambah Rasa Gurih

Santan kelapa menjadi salah satu bahan yang memberikan cita rasa gurih pada Aia Aka.

Dari sisi gizi, santan mengandung lemak yang dapat menyumbang energi bagi tubuh. Akan tetapi, santan juga mengandung lemak jenuh sehingga jumlah penggunaannya perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang membatasi asupan lemak jenuh.

Aia Aka merupakan bagian dari kekayaan kuliner tradisional Minangkabau yang memiliki nilai budaya sekaligus menawarkan kesegaran melalui bahan-bahan alami.

Cincau hijau berpotensi menyumbang serat dan senyawa bioaktif, sementara santan dan gula merah memberikan karakter rasa serta tambahan energi.

Namun, nilai gizi akhir minuman sangat bergantung pada komposisi dan cara pengolahannya.

Agar lebih sesuai dengan pola makan sehat, masyarakat dapat memilih racikan dengan gula merah secukupnya, tidak berlebihan menggunakan santan, serta memastikan seluruh bahan diolah secara higienis. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Sala Lauak, Camilan Khas Minangkabau yang Gurih di Luar, Lembut di Dalam

30 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Sleep Hygiene : Tips Memperbaiki Kualitas Tidur yang Aman

12 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Jejak Bukittinggi, Kota Perjuangan yang Menjaga Republik Tetap Berdiri Saat PDRI

6 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Mekarnya Bunga Putih Enceng Gondok, Pengundang Romansa Sore di Pasir Jambak

29 September 2026 - 17:33 WIB

Sering Dikira Kelelahan Biasa, Ini Gejala Leukemia yang Perlu Diwaspadai

27 September 2026 - 11:33 WIB

Trending Topik Life Style