Covesia.co.id – Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diprakirakan memasuki puncak musim hujan pada November hingga Desember 2026. Pada periode tersebut, curah hujan di sejumlah wilayah berpotensi mencapai 400 hingga 500 milimeter.
Humas Analisis dan Prakiraan Klimatologi BMKG Sumatera Barat, Rodi Yunus, mengatakan November dan Desember 2026 diprediksi menjadi periode puncak musim hujan di Sumbar.
“Perlu kami sampaikan prediksi dari BMKG, November dan Desember 2026 merupakan puncaknya musim hujan di Sumatera Barat,” kata Rodi Yunus kepada Covesia.co.id, Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, selama periode puncak musim hujan, curah hujan di Sumbar diperkirakan berkisar antara 400 hingga 500 milimeter. Sementara itu, curah hujan yang melebihi 500 milimeter dalam periode tersebut dikategorikan sangat tinggi.
“Selama puncak musim hujan di Sumatera Barat terdapat potensi curah hujan tinggi,” ujarnya.
Rodi menjelaskan, karakteristik curah hujan di Sumbar terbagi menjadi dua wilayah. Kawasan pesisir bagian barat cenderung mengalami hujan sepanjang tahun.
Sementara itu, wilayah bagian timur, seperti Pasaman bagian utara, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Tanah Datar, Sijunjung, Dharmasraya, Kabupaten Solok, dan Kota Solok, pada beberapa bulan tertentu mengalami musim kemarau.
Untuk saat ini, sejumlah daerah di Sumbar, seperti Kabupaten Pasaman, Tanah Datar, dan Lima Puluh Kota, telah memasuki musim hujan. Adapun wilayah lainnya diprakirakan menyusul, sehingga secara keseluruhan Sumbar memasuki musim hujan paling lambat pada awal November 2026.
“Pada saat ini wilayah Sumbar seperti Pasaman, Tanah Datar, dan Lima Puluh Kota sudah masuk musim hujan, sedangkan wilayah lainnya akan menyusul paling lambat awal November secara keseluruhan memasuki musim hujan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rodi menyebutkan awal musim hujan tahun ini mengalami kemunduran dibandingkan waktu biasanya. Pergeseran tersebut diperkirakan berkisar antara 10 hingga 20 hari.
Meski demikian, berdasarkan sifat hujannya, kondisi musim hujan kali ini diprakirakan masih memiliki kesamaan dengan rata-rata klimatologis periode 1991–2020.
Seiring dengan masuknya periode puncak musim hujan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta daerah sekitar aliran sungai.
Masyarakat juga diharapkan memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan mengantisipasi potensi dampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.









