Menu

Mode Gelap
Maulid Nabi di Lubuk Pandan: Di Balik Lamang dan Tabuik Ada Warisan Syekh Burhanuddin Polresta Padang Luncurkan Tim Patroli Perintis Presisi dan Samapta Kasus Yogi “Starlink” Sikakap, Bupati Mentawai : Dia Bantu Program Pemerintah Akibat Karhutla, Program MBG di Dharmasraya Terganggu di Tingkat TK dan PAUD Polres Dharmasraya Grebek 4 Pelaku Pesta Sabu, Salah Satunya Perempuan Lomba Mural Wisata di Padang Selatan, 18 Karya Masuk Final

Life Style

Cara Alami Mengusir Tikus dari Rumah, Bisa Dicoba Tanpa Racun

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Cara Alami Mengusir Tikus dari Rumah, Bisa Dicoba Tanpa Racun Perbesar

Covesia.co.id – Kehadiran tikus di dalam rumah bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai persoalan.

Hewan pengerat ini bisa merusak perabot, kabel, makanan hingga meninggalkan kotoran di sejumlah sudut rumah.

Penggunaan racun memang menjadi salah satu cara yang kerap dipilih untuk mengatasi tikus.

Namun, bahan tersebut perlu digunakan dengan hati-hati karena dapat membahayakan anak-anak maupun hewan peliharaan apabila tidak sengaja tertelan.

Sebagai alternatif, penghuni rumah dapat mencoba sejumlah cara alami untuk membuat tikus tidak betah.

Selain memanfaatkan aroma yang tidak disukai tikus, langkah penting lainnya adalah menghilangkan sumber makanan dan menutup akses masuk ke dalam rumah.

Salah satu cara yang dapat dicoba adalah memanfaatkan minyak esensial, terutama peppermint.

Tikus memiliki indra penciuman yang tajam sehingga aroma tertentu yang kuat dapat membuatnya enggan berada di suatu tempat.

Minyak tersebut dapat diteteskan pada kapas dan diletakkan di jalur yang sering dilalui tikus.

Selain peppermint, beberapa minyak beraroma kuat seperti cengkeh, eucalyptus dan lavender juga dapat digunakan.

Namun, penggunaannya tetap perlu memperhatikan keamanan, terutama apabila di rumah terdapat hewan peliharaan karena sebagian minyak esensial dapat berbahaya bagi jenis hewan tertentu.

Bawang putih juga dapat dimanfaatkan karena memiliki aroma menyengat. Beberapa siung bawang putih dapat diiris kemudian ditempatkan di area yang sering didatangi tikus, seperti dapur, gudang atau dekat celah yang menjadi akses masuk.

Bahan dapur lain yang memiliki aroma kuat, seperti lada hitam, cengkeh dan cabai, juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif.

Bahan-bahan tersebut bisa ditempatkan di sekitar jalur tikus, dengan catatan harus diletakkan di lokasi yang aman dan tidak mudah dijangkau anak-anak maupun hewan peliharaan.

Cara berikutnya adalah menggunakan cuka. Aroma asam yang cukup kuat dapat membuat tikus enggan mendekati area tertentu.

Cuka dapat dicampurkan dengan air kemudian digunakan untuk membersihkan atau menyemprot area yang menjadi jalur tikus.

Bubuk kopi juga kerap digunakan sebagai pengusir alami. Aroma kopi yang pekat dapat mengganggu penciuman tikus.

Bubuk kopi bisa ditempatkan pada kain kasa atau wadah kecil di lokasi yang sering dilewati hewan tersebut.

Selain memanfaatkan bahan-bahan beraroma, penghuni rumah juga perlu memperhatikan kebersihan lingkungan.

Makanan sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup, sisa makanan segera dibersihkan dan tempat sampah tidak dibiarkan terbuka terlalu lama.

Langkah ini penting karena keberadaan makanan dan tempat berlindung merupakan salah satu alasan tikus mendatangi rumah.

Rumah yang bersih dan minim sumber makanan akan membuat lingkungan tersebut menjadi kurang menarik bagi tikus.

Selanjutnya, tutup seluruh celah yang menjadi akses masuk tikus. Periksa bagian bawah pintu, lubang pada dinding, saluran pembuangan, area sekitar pipa maupun jalur kabel.

Menutup akses masuk merupakan langkah penting agar tikus yang sudah diusir tidak kembali masuk melalui jalur yang sama.

Bagi masyarakat yang memiliki halaman atau area terbuka, tanaman beraroma kuat seperti mint, lavender dan serai juga dapat menjadi pilihan.

Tanaman tersebut dapat ditempatkan di sekitar pintu, jendela atau area yang menjadi titik masuk tikus.

Cara lainnya adalah menggunakan perangkap dengan umpan makanan. Tikus dapat diarahkan masuk ke perangkap menggunakan makanan yang memiliki aroma kuat.

Perangkap kemudian ditempatkan di jalur yang biasa dilalui tikus sehingga peluang untuk menangkapnya menjadi lebih besar.

Yang tidak kalah penting, penghuni rumah sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu metode.

Jika tikus terus muncul, cari sumber masalahnya, mulai dari celah masuk, sumber makanan hingga tempat yang kemungkinan digunakan sebagai sarang.

Dengan menjaga kebersihan, menyimpan makanan dengan baik, menutup akses masuk dan memanfaatkan bahan beraroma kuat, gangguan tikus di rumah dapat diminimalkan tanpa harus selalu mengandalkan racun. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Cek Disini Bagi Yang Minat Daftar Sekolah Kedinasan, Pendaftaran Hingga 30 Agustus 2026

20 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Kaki Bengkak Bisa Jadi Tanda Masalah Ginjal, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

19 Agustus 2026 - 11:13 WIB

AI Mulai Gerus Pekerjaan Entry-Level, Anak Muda Dunia Makin Rentan Menganggur

16 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Kopi Pagi Tak Sekedar Teman Sarapan, Ini Manfaatnya Bagi Tubuh

14 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Game dan Judol Bikin Remaja Rentan Stress

13 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Trending Topik Life Style