Covesia.co.id – Aia Aka atau dikenal juga sebagai ubek tawa merupakan minuman tradisional khas Minangkabau, Sumatera Barat.
Minuman ini sangat menyegarkan dan memiliki khasiat untuk kesehatan.
Minuman berbahan dasar cincau hijau ini telah lama dikenal masyarakat sebagai salah satu ramuan tradisional untuk meredakan panas dalam.
Aia Aka umumnya dibuat dari sari daun cincau hijau yang diremas dengan air hingga menghasilkan cairan kental menyerupai jeli.
Dalam penyajiannya, minuman ini dapat ditambahkan santan kelapa, gula merah atau gula aren, serta air perasan jeruk nipis. Beberapa racikan juga menggunakan air perasan daun kacang.
Bahan-bahan yang digunakan dalam Aia Aka juga memiliki karakteristik gizi yang berbeda.
Cincau hijau contohnya, komponen utama ini memiliki kandungan serat dan senyawa alami.
Penelitian pangan menunjukkan bahwa cincau hijau mengandung sejumlah komponen bioaktif, termasuk senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan.
Cincau hijau juga berpotensi menjadi sumber serat pangan yang penting dalam menjaga fungsi pencernaan. Asupan serat yang cukup membantu mendukung keteraturan buang air besar dan kesehatan saluran pencernaan.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti setiap racikan Aia Aka otomatis mengandung serat dalam jumlah tinggi.
Kandungan serat dalam satu porsi minuman bergantung pada jenis daun, proses pengolahan, serta jumlah cincau yang dikonsumsi.
Santan Menambah Rasa Gurih
Santan kelapa menjadi salah satu bahan yang memberikan cita rasa gurih pada Aia Aka.
Dari sisi gizi, santan mengandung lemak yang dapat menyumbang energi bagi tubuh. Akan tetapi, santan juga mengandung lemak jenuh sehingga jumlah penggunaannya perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sedang membatasi asupan lemak jenuh.
Aia Aka merupakan bagian dari kekayaan kuliner tradisional Minangkabau yang memiliki nilai budaya sekaligus menawarkan kesegaran melalui bahan-bahan alami.
Cincau hijau berpotensi menyumbang serat dan senyawa bioaktif, sementara santan dan gula merah memberikan karakter rasa serta tambahan energi.
Namun, nilai gizi akhir minuman sangat bergantung pada komposisi dan cara pengolahannya.
Agar lebih sesuai dengan pola makan sehat, masyarakat dapat memilih racikan dengan gula merah secukupnya, tidak berlebihan menggunakan santan, serta memastikan seluruh bahan diolah secara higienis. (*)










