Menu

Dark Mode
Gempa M 4,7 Guncang Pariaman Minggu Pagi Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Masih Bergulir, 4 Prajurit TNI Ajukan Banding Sudah Mendunia: Gebrakan Baru Nasi Padang Keliling Bukti Eksistensinya Tak Tergerus Zaman Proyek Jembatan Rp 25 Miliar di Padang Pariaman Ambruk, Kejati Sumbar Tetapkan 3 Tersangka Minangkan Indonesia: Pesona Lagu Minang Menembus Pasar Nasional Menikmati Sawah dan Pantai Menuju Festival Tabuik Pariaman dengan Tiket Rp 5.000

Lingkungan

Update Gempa M 6,7 Sulteng: 1 Warga Meninggal, Sigi Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah

badge-check


Update Gempa M 6,7 Sulteng: 1 Warga Meninggal, Sigi Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah Perbesar

Covesia.co.id – Pembaruan data pascagempa magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) mulai menunjukkan gambaran dampak yang cukup masif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga Kabupaten Sigi meninggal dunia, sementara ratusan lainnya terpaksa mengungsi.

Hingga Selasa malam pukul 19.00 WIB, tercatat ada 110 Kepala Keluarga (312 jiwa) yang terdampak langsung oleh bencana ini.

Berikut adalah rincian dampak gempa di beberapa wilayah Sulawesi Tengah:

Kabupaten Sigi (Pusat Kerusakan Terparah): 1 warga meninggal dunia, 89 KK (272 jiwa) terdampak, 13 orang luka berat, 22 orang luka ringan, 47 rumah rusak (12 rusak berat, 6 sedang, 23 ringan), 6 tempat ibadah, 2 kantor, 1 jembatan, dan 1 unit UMKM rusak.

Kabupaten Parigi Moutong: 21 KK (40 jiwa) terdampak, 15 rumah rusak.

Kabupaten Poso: 5 rumah rusak, 1 warga terluka. RSUD Poso kini harus mendirikan tenda darurat untuk pelayanan kesehatan.

Kota Palu: 2 warga luka ringan. Kerusakan terjadi pada Jembatan III, 1 hotel, 1 tempat usaha, dan 1 fasilitas umum.

Akses Putus: Jalan provinsi yang menghubungkan Palu–Sigi–Poso dilaporkan amblas dan mengganggu mobilitas warga.

Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat dengan memproses penetapan Status Tanggap Darurat selama 14 hari. Pusat komando dan pelayanan masyarakat kini dipusatkan di Pos Lapangan Kantor Camat Nokilalaki.

Sementara itu di Poso, warga bersama aparat kepolisian bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan agar aktivitas warga bisa segera pulih.

“Gempa susulan masih terjadi hingga sore hari. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh hoaks, dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
(*)

 

Facebook Comments Box

Kabar lainnya

Sudah Mendunia: Gebrakan Baru Nasi Padang Keliling Bukti Eksistensinya Tak Tergerus Zaman

21 June 2026 - 01:52 WIB

Kawal PPDB 2026, Ombudsman Sumbar Buka Posko Pengaduan dan Siap Sisir Lapangan

20 June 2026 - 04:09 WIB

Kasta Busana: Dari Piramida Kaku Menjadi Ajang Pamer di Jalanan

18 June 2026 - 13:32 WIB

Hari Ini 18 Juli 2026, Pasaman dan Pesisir Selatan Waspada Hujan Disertai Petir

18 June 2026 - 05:26 WIB

Alarm Waspada di Balik Genangan: Saat Musim Hujan Sumbar Tak Hanya Membawa Air, tapi Juga Ancaman DBD

17 June 2026 - 12:10 WIB

Trending Topik Life Style