Menu ✖

Mode Gelap
Mancing Berujung Petaka, Satu Warga Kerinci Hanyut di Sungai Sangir Solsel GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KA Pariaman Ekspres Kini Singgah di Shelter Kampung Jua Mahyeldi Imbau Masyarakat Sumbar Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga 10 November Reaktivasi Jalur KAI Sumbar, Vagub Vasko: Pemprov Siap Bantu Sosialisasi ke Masyarakat Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Padang, Dua Pria Ditangkap Tiga Kali Masuk Penjara, Pria di Sijunjung Kembali Ditangkap Kasus Curanmor

Lingkungan

Kawal PPDB 2026, Ombudsman Sumbar Buka Posko Pengaduan dan Siap Sisir Lapangan

Redaksi Covesiabadge-check

Logo Ombusman RI (Foto: Istimewa) Perbesar

Logo Ombusman RI (Foto: Istimewa)

Covesia.co.id – Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Sumatera Barat resmi membuka Posko Pengaduan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Ajaran 2026/2027.

Langkah ini diambil untuk mengawal jalannya proses penerimaan siswa agar terhindar dari praktik kecurangan dan maladministrasi.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Barat, Adel Wahidi menegaskan, posko ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk melaporkan segala bentuk kejanggalan selama proses seleksi berlangsung.

“Kami ingin memastikan proses penerimaan murid baru berlangsung secara transparan, akuntabel, adil, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik,” ujar Adel kepada media, Sabtu (20/6/2026).

Selain membuka posko aduan, Ombudsman Sumbar juga akan menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan langsung ke sejumlah daerah.

Menurut Adel, pengawasan langsung secara on the spot ini krusial untuk memastikan pihak penyelenggara pendidikan di lapangan benar-benar patuh pada regulasi yang ada.

Langkah preventif ini diharapkan bisa menekan potensi pelanggaran yang kerap dikeluhkan orang tua murid setiap tahunnya.

“Ini dilakukan untuk mencegah munculnya berbagai praktik yang berpotensi merugikan masyarakat, seperti penyimpangan prosedur, penyalahgunaan kewenangan, maupun bentuk maladministrasi lainnya,” tegas Adel.

Ombudsman menggarisbawahi bahwa pengawasan PPDB tidak akan berjalan optimal tanpa peran aktif orang tua dan masyarakat. Oleh karena itu, Adel mengimbau warga untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi “permainan” di sekolah atau madrasah.

Setiap laporan yang masuk melalui posko aduan dipastikan akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Keberadaan posko ini juga dirancang sebagai instrumen untuk mendongkrak kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan.

“Keberadaan posko pengaduan dan pengawasan langsung di lapangan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan murid baru yang diterapkan,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Reaktivasi Jalur KAI Sumbar, Vagub Vasko: Pemprov Siap Bantu Sosialisasi ke Masyarakat

2 November 2026 - 13:15 WIB

Tiga Kali Masuk Penjara, Pria di Sijunjung Kembali Ditangkap Kasus Curanmor

2 November 2026 - 12:59 WIB

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Sebut Sejumlah Wilayah Akan Diguyur Hujan Lebat

2 November 2026 - 08:46 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Jaringan Penadah Motor Lintas Provinsi

31 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Antisipasi Bencana, IJTI Sumbar Soroti Efektivitas CSR dan Pemulihan Pasca-Bencana

22 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Trending Topik Lingkungan