Menu

Mode Gelap
Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat  Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur Mengenal Udara Kabur, Fenomena Atmosfer yang Membuat Jarak Pandang Menurun Hari Ini Kota Padang Didominasi Udara Kabur 

Daerah

Turap UIN Imam Bonjol Padang Longsor, Perkuliahan Tatap Muka Ditiadakan hingga 28 November

Redaksi Covesiabadge-check

Turap UIN Imam Bonjol Padang Longsor, Perkuliahan Tatap Muka Ditiadakan hingga 28 November Perbesar

Covesia.co.id – Dinding konstruksi penahan tanah (Turap) di Kampus 3 Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Kota Padang, Sumatera Barat, tiba-tiba ambruk pada Selasa (25/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa ini mengejutkan mahasiswa dan dosen yang berada di lokasi, meskipun dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Namun, dampak material yang ditimbulkan cukup signifikan. Turap berbentuk huruf L yang dibangun sejak tahun 2015 itu berada di antara gedung ekonomi dan bisnis Islam. Akibat longsornya turap, kerugian ditaksir mencapai Rp5 miliar, termasuk kerusakan pada kendaraan yang tertimbun material.

Wakil Rektor UIN Imam Bonjol, Lukman Nul Hakim, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, turap ambruk akibat adanya longsor di bagian lereng turap terpasang, yang diduga karena air tergenang dan tekanan air yang berlebihan.

“Beruntung tidak ada korban jiwa, meski aktivitas perkuliahan sedang berlangsung,” ujar Lukman.

Saat ini, pihak kampus tengah melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang tertimbun, yakni tiga unit mobil dan tiga unit sepeda motor.

Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut dan memastikan keselamatan, pihak kampus segera mengambil tindakan dengan meliburkan aktivitas perkuliahan tatap muka.

Menurut Lukman, sejak kondisi cuaca ekstrem melanda Kota Padang, perkuliahan di UIN Imam Bonjol memang sudah tidak berjalan seperti biasanya, di mana beberapa dosen telah memilih kuliah secara daring.

“Akibat kejadian ini, sudah kami keluarkan juga surat pemberitahuan bahwa kuliah akan berlangsung daring secara keseluruhan hingga 28 November,” tegasnya.

Keputusan ini diambil untuk memberikan ruang bagi proses penanganan dan evakuasi material longsor di area kampus. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Sempat Buron, Jukir Penggelap Motor Rp18 Juta Diciduk di Bandar Purus

12 September 2026 - 17:04 WIB

Hutang Sabu di Balik Dapur: Ketika Kristal Haram Menyasar Pekerja Kasar di Padang Pariaman

12 September 2026 - 10:23 WIB

SMAN 3 Painan Bawa Nama Pesisir Selatan ke LCC Tingkat Nasional di Gedung DPR RI

27 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Wacana Jam Malam Perempuan di Payakumbuh, Bisa Berdampak pada Gaya Hidup?

16 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Jelang HUT RI, Hujan Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar

15 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Trending Topik Daerah