Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Senyap Polda Sumbar di Pasaman, Alat Berat dan Operator Berhasil Diamankan Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Solok, Ratusan Botol Miras Disita Hujan Intensitas Sedang Hingga Lebat Diprakirakan Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar  Sumbar Diprediksi Diguyur Hujan Berintensitas Sedang- Lebat Hari Ini Mengenal Yulius, Hakim Agung Kelahiran Bukittinggi yang Pimpin Sidang Kasasi Suket Gibran Waspada! November-Desember Jadi Puncak Musim Hujan di Sumbar

Lingkungan

Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah

Safira Ariel Putribadge-check

Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah Perbesar

Covesia.co.id — Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat kembali memburuk, setelah tidak adanya hujan selama dua hari terakhir.

Kabut asap pun kembali pekat dengan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan IQAir pada Selasa (15/9/2026), Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, mencatat kualitas udara terburuk dengan Air Quality Index (AQI) mencapai 209 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

Kota Padang berada di urutan berikutnya dengan AQI 194. Sementara itu, Tuapejat, Kepulauan Mentawai, mencatat AQI 160.

Sejumlah wilayah lain juga berada pada kategori tidak sehat, yakni Air Bangis, Pasaman Barat, dan Pulau Punjung, Dharmasraya, masing-masing dengan AQI 158. Kemudian Sijunjung dengan AQI 155, Talawi, Sawahlunto 152, dan Payakumbuh 151.

Adapun beberapa daerah masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Di antaranya Solok dengan AQI 139, Bukittinggi 136, dan Matur, Kabupaten Agam, dengan AQI 122.

Sementara itu, kualitas udara di Pariaman tercatat berada pada kategori sedang dengan AQI 81. Kondisi serupa juga terjadi di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, dengan AQI 74.

Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian di tengah paparan asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah pulau Sumatera.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memantau keberadaan aerosol, termasuk partikulat PM2,5, di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada periode 16-18 September 2026. Kondisi atmosfer diprakirakan berada pada kategori baik hingga sedang di sebagian wilayah.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker dan menjaga kondisi kesehatan.

Kualitas udara juga perlu dipantau secara berkala karena dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin serta sumber emisi di wilayah sekitar. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Jaringan Penadah Motor Lintas Provinsi

31 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Antisipasi Bencana, IJTI Sumbar Soroti Efektivitas CSR dan Pemulihan Pasca-Bencana

22 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Kualitas Udara di Sumbar Belum Menunjukkan Tanda Membaik

20 Oktober 2026 - 09:18 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Sejumlah Wilayah Sumbar

19 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Ini Tanggapan Dishut Sumbar Soal Tumpang Tindih Tanah Milik Fauzi Bahar

17 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Trending Topik Lingkungan