Menu

Mode Gelap
Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat  Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur Mengenal Udara Kabur, Fenomena Atmosfer yang Membuat Jarak Pandang Menurun Hari Ini Kota Padang Didominasi Udara Kabur 

Daerah

Masa Tanggap Darurat Berakhir, Pemkab Padang Pariaman Turunkan Tim Verval Kerusakan ke Lapangan

Redaksi Covesiabadge-check

Masa Tanggap Darurat Berakhir, Pemkab Padang Pariaman Turunkan Tim Verval Kerusakan ke Lapangan Perbesar

Covesia.co.id – Sehari setelah Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menetapkan berakhirnya masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor pada Sabtu (20/12), tim verifikasi dan validasi (verval) data kerusakan mulai diterjunkan ke lapangan, Minggu (21/12). Langkah ini dilakukan untuk memastikan data kerusakan benar-benar akurat sebagai dasar penyaluran bantuan dan program pemulihan.

Sebelum turun ke lapangan, puluhan petugas mengikuti pembekalan teknis verval di Kantor Pusdalops Penanggulangan Bencana Padang Pariaman. Pembekalan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Rudi Repenaldy Rilis, yang hadir bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di antaranya Kalak BPBD, Kadis LHPKPP, Kadis PUPR, Kepala BPKD, Kadisdukcapil, Kadisdikbud, Kadis Kominfo, serta camat Batang Anai dan 2×11 Kayu Tanam.

Dalam arahannya, Rudi meminta seluruh petugas bekerja cermat dan profesional. “Kita harus turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang sebenarnya serta mencari informasi mengenai keluarga terdampak. Lakukan verifikasi terhadap data yang ada, dokumentasikan dengan foto dan titik koordinat, lalu perbarui pada Sistem Informasi Data Bencana yang sudah dibangun Kominfo,” ujarnya.

Kepala Dinas LHPKPP, Andri Satria Masri, menjelaskan Tim Verval Data Bencana Tahap I berjumlah 32 personel dan dibagi menjadi delapan kelompok. Tim akan mengunjungi 77 nagari di 17 kecamatan terdampak.

Andri memaparkan, total rumah terdampak mencapai 8.386 unit, terdiri atas 109 rumah hanyut, 187 rusak berat, 287 direlokasi, 205 rusak sedang, dan 2.710 rusak ringan.

“Tugas tim berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Desember 2025,” kata Andri.

Pelaksanaan verval ini diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih akurat untuk percepatan penanganan pascabencana serta langkah rekonstruksi dan rehabilitasi yang tepat sasaran. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Sempat Buron, Jukir Penggelap Motor Rp18 Juta Diciduk di Bandar Purus

12 September 2026 - 17:04 WIB

Hutang Sabu di Balik Dapur: Ketika Kristal Haram Menyasar Pekerja Kasar di Padang Pariaman

12 September 2026 - 10:23 WIB

SMAN 3 Painan Bawa Nama Pesisir Selatan ke LCC Tingkat Nasional di Gedung DPR RI

27 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Wacana Jam Malam Perempuan di Payakumbuh, Bisa Berdampak pada Gaya Hidup?

16 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Jelang HUT RI, Hujan Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar

15 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Trending Topik Daerah