Menu

Mode Gelap
LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif

Daerah

Lebih dari Setengah Wilayah Sumbar Dilanda Bencana Hidrometeorologi, Padang Pariaman Terparah

badge-check

Lebih dari Setengah Wilayah Sumbar Dilanda Bencana Hidrometeorologi, Padang Pariaman Terparah Perbesar

Covesia.co.id – Hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang yang mengguyur Sumatera Barat dalam beberpa hari belakangan ini telah mengakibatkan bencana alam di beberapa wilayah di daerah ini.

Hingga selasa (25/11), dari 19 Kabupaten dan Kota di Sumbar, 10 daerah dilaporkan mengalami dampak dari bencana hidrometorologi tersebut.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumbar, Fajar Sukma, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, dan Kota Padang menjadi daerah yang mengalami dampak terparah akibat tingginya intensitas hujan.

“Intensitas hujan yang tinggi sejak malam hingga dini hari menyebabkan banjir, longsor, pohon tumbang, serta kerusakan infrastruktur di sepuluh kabupaten dan kota,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dia menjelaskan, Padang Pariaman Kabupaten Padang Pariaman menjadi titik paling terdampak, 3.076 rumah terendam banjir, memaksa 9.228 jiwa terdampak di daerah itu.

Disamping itu, dua jembatan, satu bendungan, dan dua ruas jalan putus atau ambles.Tiga titik longsor juga menimbun badan jalan, serta kerusakan pada fasilitas pendidikan (SDN 10 Batang Gasan) dan talud banda.

Sementara itu, Kabupaten Agam menghadapi bencana banjir bandang yang menimbun kolam renang, kafe, dan memutus akses jalan di dua titik.

Sementara di Kota Padang, beberapa titik mengalami pohon tumbang serta juga terjadi genangan banjir di Kelurahan Gunung Pangilun.

“Tanah ambles parah merusak satu rumah warga dan badan Jalan Bukit Peti-peti,” sebut Fajar dalam keterangannya.

Bencana longsor juga menyebabkan gangguan serius pada jalur transportasi utama:

Jalan Nasional Lubuk Selasih–Alahan Panjang di Kabupaten Solok tertutup longsor, menyebabkan kemacetan panjang.

Longsor dan pohon tumbang juga menghambat arus kendaraan di Kabupaten Pasaman dan Kota Padang Panjang.

Kerusakan juga dilaporkan di wilayah lain, termasuk Kota Solok (satu bangunan runtuh), Kabupaten Tanah Datar (satu rumah rusak sedang), Kota Pariaman (banjir dan angin kencang), serta Pesisir Selatan (155 rumah terendam banjir). (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Padang Timur Optimistis Hadapi Lomba Desawisma, Kubu Marapalam Jadi Andalan

26 Juli 2026 - 14:04 WIB

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang

26 Juli 2026 - 12:08 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Mulyadi Kembali Nahkodai DPD Partai Demokrat Sumbar

26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Padang Bidik Status Kota Gastronomi UNESCO, Finalisasi Dossier Selesai Digelar

23 Juli 2026 - 15:13 WIB

Sengketa Lahan Pemko Bukittinggi dan Universitas Fort De Kock Berujung Ricuh, Kampus Lapor Dugaan Penganiayaan

22 Juli 2026 - 19:37 WIB

Trending Topik Daerah