Menu

Mode Gelap
Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat  Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur Mengenal Udara Kabur, Fenomena Atmosfer yang Membuat Jarak Pandang Menurun Hari Ini Kota Padang Didominasi Udara Kabur 

Daerah

Belajar dari Nol demi Anak-Suami, Perjuangan Tangguh Andriyenita di Balik Renyahnya Keripik Balado Uni Yen

Safira Ariel Putribadge-check

Andriyenita bersama karyawannya yang mayoritas perempuan saat memproduksi keripik balado, Senin (22/6). Foto: Safira Ariel Putri Perbesar

Andriyenita bersama karyawannya yang mayoritas perempuan saat memproduksi keripik balado, Senin (22/6). Foto: Safira Ariel Putri

Covesia.co.id – Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti ruang gerak perempuan untuk berkarya menjadi terbatas. Melalui pengelolaan yang tepat dan semangat juang yang tinggi, seorang ibu rumah tangga bahkan mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat di sekitarnya.

Hal ini dibuktikan oleh Andriyenita (56), pemilik usaha “Keripik Balado Uni Yen”. Berawal dari tuntutan ekonomi keluarga, kini ia sukses memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya, Jl. Adinegoro KM 15, Lubuk Buaya, Kota Padang.

Kasih ibu sepanjang masa memang benar adanya. Seorang ibu akan melakukan apa pun demi kelangsungan hidup anak-anaknya, termasuk belajar hal baru dari nol. Profesi ibu rumah tangga yang biasa digeluti Buk Yen—sapaan akrabnya—harus dijalani beriringan dengan perannya sebagai pencari nafkah utama.

“Tahun 2019 ketika Bapak jatuh sakit akibat diserang penyakit Parkinson menjadi titik balik. Ibu harus banting setir dari yang sebelumnya murni ibu rumah tangga menjadi wanita karir demi anak-anak dan Bapak,” ungkap Buk Yen kepada Covesia, Minggu (22/6).

Sebelumnya, sang suami bekerja sebagai arsitek. Ketika jatuh sakit, Buk Yen yang tidak memiliki pengalaman kerja sama sekali dipaksa memutar otak agar roda ekonomi tetap berputar. Pilihan hidup membawanya untuk belajar dari awal bagaimana cara memproduksi keripik balado.

Perjalanan tersebut tidak langsung mulus. Setelah melewati banyak uji coba resep, Buk Yen akhirnya berhasil menemukan formula khas. Awalnya, ia hanya memproduksi keripik untuk dipasok ke gerai saudaranya, dibantu secara mandiri oleh kedua anaknya.

Karena cita rasanya yang gurih, enak, dan khas, permintaan pun melonjak. Kini, Keripik Balado Uni Yen telah merambah ke berbagai gerai oleh-oleh lainnya di Kota Padang dan memiliki toko fisik sendiri.

Menariknya, langkah yang awalnya diambil demi menyambung hidup keluarga ini justru membawa dampak luas bagi lingkungan sekitar. Buk Yen kini memberdayakan 7 orang ibu rumah tangga di sekitarnya sebagai karyawan.

Suasana hangat dan gelak tawa senantiasa terasa di ruang produksi. Bagi para karyawannya, ruang kerja ini bukan sekadar tempat mencari tambahan penghasilan, melainkan juga wadah bersosialisasi dan melepas penat tanpa harus mengabaikan urusan domestik mereka.

Usaha kuliner tentu pasang surut. Namun, ketekunan Buk Yen tidak pernah padam meski diterpa penurunan omzet berkala. Perjalanan usahanya ini juga mendapat pendampingan dari Dinas UMKM setempat yang diakui Buk Yen sangat membantu perkembangan bisnisnya.

Hingga saat ini, Keripik Balado Uni Yen terus mempertahankan eksistensinya dengan menjaga kualitas premium. Ada kebahagiaan tersendiri bagi Buk Yen ketika mengetahui produknya dinikmati dengan senang hati oleh masyarakat.

Bagi konsumen yang ingin mencicipi, selain bisa mengunjungi gerai fisiknya langsung di Lubuk Buaya, produk ini juga dapat dipesan melalui akun Instagram dan TikTok resmi mereka.

(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram

13 September 2026 - 09:08 WIB

Sempat Buron, Jukir Penggelap Motor Rp18 Juta Diciduk di Bandar Purus

12 September 2026 - 17:04 WIB

Hutang Sabu di Balik Dapur: Ketika Kristal Haram Menyasar Pekerja Kasar di Padang Pariaman

12 September 2026 - 10:23 WIB

Harga Emas Pagi Ini 12 September 2025, Rp2,6 Juta per Gram

12 September 2026 - 09:33 WIB

Harga TBS Sawit Sumbar Masih Tinggi, Dharmasraya Tembus Rp4.050 dan Pasaman Barat Rp3.942

29 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis