Menu

Mode Gelap
LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif

Daerah

Bibit Siklon dan IOD Negatif Picu Cuaca Ekstrem Sumbar Hingga 29 November, Masyarakat di 9 Wilayah Ini Diminta Waspada

badge-check

Bibit Siklon dan IOD Negatif Picu Cuaca Ekstrem Sumbar Hingga 29 November, Masyarakat di 9 Wilayah Ini Diminta Waspada Perbesar

Covesia.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau memprakirakan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga ekstrem yang disertai angin kencang masih akan melanda wilayah ini hingga 29 November 2025.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa kondisi cuaca buruk yang terjadi sepekan terakhir dipicu oleh kombinasi kompleks dari faktor atmosfer, yaitu bibit siklon tropis 95B yang terdeteksi sejak 21 November 2025 di Selat Malaka memicu pola pertemuan arus angin/massa udara tepat di atas Sumatera Barat. dan Indeks Ocean Dipole (IOD) Negatif: kondisi ini secara drastis meningkatkan suplai uap air dan kelembapan atmosfer.

“Kombinasi faktor ini menyebabkan kondisi atmosfer menjadi labil, memicu pertumbuhan awan-awan hujan yang tebal dan luas, sehingga menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang,” jelas Desindra Deddy Kurniawan dalam keterangan resminya, Rabu (26/11/2025).

Desindra juga menyoroti adanya ancaman ganda yang harus diwaspadai di Sumbar. Selain potensi pertumbuhan awan hujan ekstrem, aktivitas Gunung Marapi turut menjadi faktor pemicu utama yang meningkatkan peluang terjadinya bencana hidrometeorologi.

Dikatakannya, potensi bencana yang mengintai meliputi banjir dan Longsor. Disamping itu, peningkatan peluang terjadinya banjir bandang hingga banjir lahar dingin Gunung Marapi, terutama di wilayah sekitar lereng gunung.

Berdasarkan kondisi terkini, BMKG mengingatkan masyarakat di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pasaman, Padang, dan Pesisir Selatan untuk meningkatkan kesiapsiagaannya.

Masyarakat juga diimbau untuk segera mengambil langkah pencegahan, termasuk mengenali titik rawan bencana di sekitar tempat tinggal dan rute perjalanan.

“Segera cari lokasi yang aman apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama, dan selalu patuhi arahan dari petugas kebencanaan,” tegas Desindra.

Masyarakat dapat mengakses pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala melalui Instagram @bmkgminangkabau atau aplikasi InfoBMKG. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Padang Timur Optimistis Hadapi Lomba Desawisma, Kubu Marapalam Jadi Andalan

26 Juli 2026 - 14:04 WIB

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang

26 Juli 2026 - 12:08 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Mulyadi Kembali Nahkodai DPD Partai Demokrat Sumbar

26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Padang Bidik Status Kota Gastronomi UNESCO, Finalisasi Dossier Selesai Digelar

23 Juli 2026 - 15:13 WIB

Sengketa Lahan Pemko Bukittinggi dan Universitas Fort De Kock Berujung Ricuh, Kampus Lapor Dugaan Penganiayaan

22 Juli 2026 - 19:37 WIB

Trending Topik Daerah