Menu

Mode Gelap
KONI Agam Siapkan Rp3,4 Miliar untuk Hadapi Porprov XVI 2026 Aplikasi Cek Pemilih Pilwana Pasaman Barat Diluncurkan, Warga Diminta Pastikan NIK dan TPS Erupsi Sinabung Tak Berdampak Langsung ke Gunung Api di Sumbar Kader Kesehatan Padang Dilatih Percepat Temuan Kasus TBC Diduga Curi Burung Seharga Rp5 Juta, Remaja di Padang Ini Diciduk Tim Klewang Polres Pariaman Tangkap Perampok Sopir Truk Inti Sawit, Korban Disekap dan Diikat

Life Style

Syarat Monetisasi YouTube Naik Mulai 2027, Kreator Harus Kejar 8.000 Jam Tayang

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Syarat Monetisasi YouTube Naik Mulai 2027, Kreator Harus Kejar 8.000 Jam Tayang Perbesar

Covesia.co.id – YouTube akan memperketat persyaratan bagi kreator baru yang ingin memperoleh pendapatan dari iklan dan layanan Premium melalui YouTube Partner Program (YPP).

Mulai 1 Februari 2027, kreator harus memenuhi ambang batas yang lebih tinggi dibandingkan ketentuan saat ini.

Kreator baru tetap diwajibkan memiliki sedikitnya 1.000 subscriber. Namun, mereka juga harus memenuhi salah satu dari dua syarat, yakni mengumpulkan 8.000 jam tayang berkualifikasi dalam 365 hari terakhir. Atau mencapai 20 juta penayangan Shorts berkualifikasi dalam 90 hari terakhir.

Ketentuan tersebut meningkat dua kali lipat dari persyaratan yang berlaku saat ini, yaitu 4.000 jam tayang dalam 12 bulan terakhir atau 10 juta penayangan Shorts dalam 90 hari.

Perubahan kebijakan ini dilaporkan mulai berlaku pada 1 Februari 2027. Kreator yang telah tergabung dalam YPP tidak akan terdampak oleh perubahan ambang batas untuk masuk tersebut.

YouTube menyebut perubahan tersebut berkaitan dengan pertumbuhan ekosistem kreator dan kebutuhan untuk memastikan monetisasi diberikan kepada kreator yang mampu membangun keterlibatan audiens secara konsisten.

Shorts Juga Diperketat

Perubahan tidak hanya berlaku untuk syarat masuk YPP. YouTube juga menetapkan ketentuan baru bagi kreator yang ingin terus memperoleh pendapatan dari Shorts Creator Pool.

Mulai kebijakan baru berlaku, kreator harus mempertahankan sedikitnya 10 juta penayangan Shorts berkualifikasi dalam 90 hari untuk memperoleh pendapatan dari Shorts Creator Pool.

Jika jumlah penayangan turun di bawah ambang tersebut, kreator tidak langsung dikeluarkan dari YPP. Namun, pendapatan dari Shorts Creator Pool tidak akan kembali diperoleh sampai kanal tersebut kembali memenuhi persyaratan penayangan yang ditetapkan.

Sementara itu, kreator yang tidak lagi memenuhi ambang penayangan Shorts masih dapat mempertahankan statusnya di YPP dan tetap menghasilkan pendapatan dari konten video berdurasi panjang selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

YouTube juga menetapkan sejumlah indikator aktivitas agar kanal tetap dianggap aktif dalam YPP.

Di antaranya mencapai 1.000 jam tayang berkualifikasi dalam 365 hari, satu juta penayangan Shorts dalam 90 hari, atau mengunggah sedikitnya dua video berdurasi panjang maupun lima Shorts dalam periode 90 hari.

Kenaikan ambang batas tersebut terutama menyangkut akses terhadap pendapatan dari iklan dan pembagian pendapatan Premium.

YouTube sebelumnya telah menyediakan jalur masuk lebih awal ke sejumlah fitur monetisasi bagi kreator yang lebih kecil.

Pada skema tersebut, kreator dapat mengajukan akses YPP dengan 500 subscriber, tiga unggahan publik dalam 90 hari, serta memenuhi salah satu syarat berupa 3.000 jam tayang dalam 12 bulan atau tiga juta penayangan Shorts dalam 90 hari.

Fitur tersebut mencakup fan funding seperti keanggotaan kanal, Super Chat, dan Super Thanks. Artinya, kenaikan menjadi 8.000 jam tayang tidak serta-merta menghapus seluruh peluang monetisasi bagi kreator yang masih membangun kanal.

Perluas Premium Lite
Bersamaan dengan perubahan YPP, YouTube juga memperluas layanan Premium Lite, paket berlangganan yang menawarkan pengalaman menonton tanpa iklan pada sebagian besar video, serta sejumlah fitur tambahan.

Pendapatan dari pelanggan Premium dibagikan kepada kreator berdasarkan waktu tonton dan penayangan.

video berdurasi panjang, kreator memperoleh bagian 55 persen, sedangkan kreator Shorts memperoleh 45 persen dari pendapatan yang dialokasikan untuk mereka.

YouTube mengatakan tambahan pelanggan Premium dapat meningkatkan peluang pendapatan kreator karena, secara rata-rata, pendapatan yang diterima partner dari pengguna Premium lebih tinggi dibandingkan pendapatan ketika pengguna tersebut menonton iklan.

Perubahan kebijakan tersebut menjadi tantangan baru bagi kreator yang baru memulai perjalanan di YouTube. Mereka tidak lagi cukup mengandalkan satu atau dua video yang viral, tetapi perlu membangun penonton dan waktu tonton secara konsisten.

Bagi kreator Shorts, target 20 juta penayangan dalam 90 hari juga membuat persaingan mendapatkan monetisasi semakin ketat.

Di sisi lain, YouTube terus memperbesar ekosistem video pendeknya. Data yang dikutip TechCrunch menunjukkan Shorts kini telah menjadi bagian penting dari konsumsi video YouTube, termasuk di televisi.

Penonton YouTube tercatat menghabiskan lebih dari dua miliar jam menonton Shorts melalui perangkat televisi setiap bulan.

Dengan perubahan tersebut, kreator yang ingin mengejar penghasilan dari YouTube perlu mulai memperhatikan bukan hanya jumlah subscriber, tetapi juga kualitas konten, konsistensi unggahan, durasi tontonan, serta kemampuan mempertahankan audiens. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Cek Disini Bagi Yang Minat Daftar Sekolah Kedinasan, Pendaftaran Hingga 30 Agustus 2026

20 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Kaki Bengkak Bisa Jadi Tanda Masalah Ginjal, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

19 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Cara Alami Mengusir Tikus dari Rumah, Bisa Dicoba Tanpa Racun

18 Agustus 2026 - 11:18 WIB

AI Mulai Gerus Pekerjaan Entry-Level, Anak Muda Dunia Makin Rentan Menganggur

16 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Kopi Pagi Tak Sekedar Teman Sarapan, Ini Manfaatnya Bagi Tubuh

14 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Trending Topik Life Style