Menu

Mode Gelap
Pagi Ini Kualitas Udara Padang Kembali Berbahaya, ISPU Tembus 440 Komplotan Curanmor Di Kota Padang Dibekuk, Polisi Ungkap Puluhan TKP Karhutla di Sumatera Mulai Mereda, Hotspot Turun Hingga 43 Persen Pemancing Dilaporkan Jatuh di Tebing Laut Kawasan Bukit Lampu Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram Indonesia Terkepung Bencana

Life Style

Makin Dewasa Makin Susah Fokus, Kenali Tanda ADHD Ini

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Makin Dewasa Makin Susah Fokus, Kenali Tanda ADHD Ini Perbesar

Covesia.co.id – Pernah merasa sulit berkonsentrasi saat bekerja, mudah lupa dengan hal-hal penting, atau sering menunda pekerjaan hingga tenggat waktu?.

Banyak orang menganggap kondisi tersebut sebagai akibat kelelahan atau terlalu banyak aktivitas.

Namun, jika terjadi secara terus-menerus yang sudah mengganggu kehidupan sehari-hari. Bisa jadi hal itu merupakan salah satu tanda Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD).

Selama ini ADHD lebih dikenal sebagai gangguan yang dialami anak-anak. Padahal, kondisi ini juga dapat bertahan hingga dewasa. Bahkan ada yang baru menyadari gejalanya setelah memasuki usia produktif ketika tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab semakin besar.

ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam memusatkan perhatian, mengendalikan impuls, dan mengatur perilaku.

Pada orang dewasa, gejalanya sering kali tidak terlihat dalam bentuk hiperaktif seperti pada anak-anak, melainkan lebih banyak muncul sebagai kesulitan mengelola aktivitas sehari-hari.

Sulit Fokus Bukan Sekadar Kurang Istirahat

Orang dewasa dengan ADHD umumnya mengalami kesulitan mempertahankan konsentrasi dalam waktu lama.

Saat mengerjakan tugas, perhatian mereka mudah teralihkan oleh suara, notifikasi ponsel, atau hal-hal kecil di sekitarnya.

Tak jarang, mereka memulai banyak pekerjaan sekaligus tetapi kesulitan menyelesaikannya. Akibatnya, produktivitas menurun dan pekerjaan terasa menumpuk.

Sering Lupa dan Sulit Mengatur Waktu

Salah satu ciri yang cukup umum adalah sering lupa terhadap janji, jadwal, atau lokasi menyimpan barang.

Mereka juga cenderung kesulitan mengatur waktu sehingga kerap terlambat menghadiri pertemuan atau menyelesaikan pekerjaan.

Kondisi ini bukan karena malas, melainkan berkaitan dengan gangguan fungsi eksekutif otak yang memengaruhi kemampuan merencanakan, mengorganisasi, dan mengelola prioritas.

Mudah Bosan dan Impulsif

Penderita ADHD dewasa juga lebih mudah merasa bosan terhadap rutinitas. Mereka cenderung mencari tantangan baru dan terkadang mengambil keputusan secara spontan tanpa mempertimbangkan risikonya.

Pada sebagian orang, perilaku impulsif dapat terlihat dalam kebiasaan berbelanja berlebihan, memotong pembicaraan orang lain, atau sulit menahan keinginan untuk segera bertindak.

Emosi Lebih Sulit Dikendalikan

Selain memengaruhi konsentrasi, ADHD juga dapat berdampak pada pengelolaan emosi. Penderitanya bisa lebih mudah frustrasi, cepat marah, atau merasa kewalahan ketika menghadapi tekanan.

Jika tidak dikenali, kondisi ini dapat memengaruhi hubungan dengan pasangan, keluarga, maupun rekan kerja.

Kapan Harus Mencari Bantuan?

Tidak semua orang yang sulit fokus berarti mengalami ADHD. Stres, kurang tidur, kecemasan, depresi, maupun kelelahan juga dapat menimbulkan gejala serupa.

Namun, apabila kesulitan berkonsentrasi, pelupa, impulsif, dan masalah dalam mengatur aktivitas sudah berlangsung sejak lama serta mengganggu pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan sosial, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan evaluasi yang tepat.

ADHD Bisa Dikelola

Kabar baiknya, ADHD bukan kondisi yang tidak bisa ditangani. Dengan diagnosis yang tepat, gejala dapat dikelola melalui kombinasi terapi perilaku, konseling, perubahan gaya hidup, pelatihan manajemen waktu, hingga pengobatan jika memang diperlukan sesuai anjuran dokter.

Membangun rutinitas yang teratur, menggunakan pengingat digital, membagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil, serta menjaga pola tidur dan aktivitas fisik juga dapat membantu mengurangi dampak gejala dalam kehidupan sehari-hari.

Mengenali tanda-tanda ADHD sejak dini menjadi langkah penting agar seseorang tidak terus menyalahkan diri sendiri atas kesulitan yang dialami.

Dengan penanganan yang tepat, penyandang ADHD tetap dapat bekerja secara produktif, membangun hubungan yang sehat, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Dari Kampung Cina hingga Tragedi Kanso, Jejak Etnis Tionghoa di Pariaman

9 September 2026 - 10:41 WIB

Polusi Akibat Karhutla, 4 Tanaman ini Bantu Jaga Kualitas Udara di Dalam Rumah

8 September 2026 - 16:51 WIB

Generasi Muda, Stop Tone Deaf

8 September 2026 - 10:32 WIB

Cerita Nama Nagari Sumani Kabupaten Solok, Berawal Dari Sebuah Sumur

5 September 2026 - 14:47 WIB

Air Terjun Lubuak Bulan, Hidden Gem Sumatera Barat yang Bikin Penasaran

5 September 2026 - 10:09 WIB

Trending Topik Life Style