Menu

Mode Gelap
Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Ditebus Rp 100 Juta, Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dievakuasi Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia

Life Style

Yang Suka Olahraga di Malam Hari, Kamu Harus Baca Ini

badge-check

Yang Suka Olahraga di Malam Hari, Kamu Harus Baca Ini Perbesar

Covesia.co.id – Berolahraga pada pagi hari selama ini dianggap sebagai waktu yang paling ideal karena udara masih segar dan tubuh berada dalam kondisi prima setelah beristirahat.

Namun, kesibukan pekerjaan membuat sebagian orang baru memiliki waktu luang pada malam hari untuk berolahraga.

Lantas, apakah olahraga malam aman bagi kesehatan?

Dokter dan pakar kebugaran menilai olahraga pada malam hari tetap memberikan manfaat selama dilakukan dengan intensitas yang tepat serta memperhatikan kondisi tubuh dan lingkungan.

Aktivitas fisik di malam hari dapat membantu menjaga kebugaran, membakar kalori, meningkatkan kesehatan jantung, hingga mengurangi stres setelah menjalani aktivitas seharian.

Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan suasana hati karena tubuh melepaskan hormon endorfin yang membuat seseorang merasa lebih rileks dan bahagia.

Meski demikian, olahraga malam juga memiliki sejumlah risiko apabila dilakukan secara berlebihan atau pada waktu yang terlalu larut. Salah satu dampaknya adalah terganggunya kualitas tidur.

Aktivitas fisik dengan intensitas tinggi menjelang waktu tidur dapat meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung sehingga sebagian orang justru menjadi sulit tidur.

Risiko lainnya adalah meningkatnya kemungkinan cedera. Pada malam hari kemampuan penglihatan berkurang sehingga potensi terjatuh atau mengalami kecelakaan saat berolahraga di luar ruangan menjadi lebih besar.

Karena itu, penerangan yang memadai dan perlengkapan keselamatan menjadi hal yang penting.

Banyak masyarakat beranggapan bahwa olahraga malam tidak baik karena “berebut oksigen” dengan tumbuhan.

Anggapan ini perlu diluruskan. Memang benar, pada malam hari tumbuhan tidak melakukan fotosintesis dan tetap melakukan respirasi sehingga menggunakan oksigen serta melepaskan karbon dioksida.

Namun, di ruang terbuka seperti taman, lapangan, atau jalan raya, jumlah oksigen di udara tetap sangat mencukupi bagi manusia. Penurunan kadar oksigen akibat respirasi tumbuhan sangat kecil dan tidak menjadi masalah bagi orang yang berolahraga. Yang lebih perlu diperhatikan justru adalah kualitas udara.

Di beberapa wilayah perkotaan, polusi kendaraan pada malam hari masih dapat cukup tinggi sehingga sebaiknya pilih lokasi olahraga yang jauh dari lalu lintas padat.

Agar olahraga malam tetap aman dan memberikan manfaat maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Lakukan pemanasan selama 5–10 menit sebelum memulai latihan dan akhiri dengan pendinginan.

Hindari makan dalam porsi besar tepat sebelum berolahraga, tetapi jangan pula berolahraga dalam kondisi lapar.

Tetap penuhi kebutuhan cairan tubuh sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Gunakan pakaian yang nyaman serta berwarna terang apabila berolahraga di luar ruangan agar mudah terlihat oleh pengguna jalan.

Waktu olahraga juga sebaiknya tidak terlalu larut. Idealnya, aktivitas fisik selesai sekitar satu hingga dua jam sebelum waktu tidur agar tubuh memiliki kesempatan untuk kembali rileks.

Ada beberapa jenis olahraga yang dinilai aman dilakukan pada malam hari. Jalan kaki santai merupakan pilihan yang baik karena berintensitas ringan dan membantu menjaga kebugaran tanpa membebani tubuh. Joging dengan tempo sedang juga dapat dilakukan bagi mereka yang sudah terbiasa berolahraga.

Selain itu, bersepeda santai, yoga, pilates, senam ringan, latihan peregangan, hingga latihan kekuatan dengan beban ringan atau menggunakan berat badan sendiri, seperti push-up, squat, dan plank, juga dapat menjadi pilihan.

Bagi yang menyukai olahraga di dalam ruangan, treadmill, sepeda statis, atau latihan kardio ringan juga relatif aman dilakukan pada malam hari.

Sebaliknya, latihan berintensitas sangat tinggi seperti sprint, HIIT (High-Intensity Interval Training), atau pertandingan olahraga kompetitif sebaiknya dihindari apabila dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat membuat tubuh tetap terjaga dan mengganggu proses istirahat.

Pada akhirnya, waktu terbaik untuk berolahraga adalah waktu yang dapat dilakukan secara konsisten.

Jika pagi atau sore hari tidak memungkinkan, olahraga malam tetap dapat menjadi pilihan yang sehat asalkan dilakukan dengan bijak, memperhatikan intensitas latihan, memilih lingkungan yang aman, serta memberikan waktu yang cukup bagi tubuh untuk beristirahat setelah beraktivitas. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Kebiasaan Minum Teh di Pagi Hari Ternyata Miliki Banyak Manfaat

29 Juli 2026 - 09:31 WIB

MK Putuskan Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan Layanan

25 Juli 2026 - 12:14 WIB

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, Ini Tahapan Seleksinya

20 Juli 2026 - 18:03 WIB

Kala Jamu Mulai Jadi Gaya Hidup Sehat Anak Muda

20 Juli 2026 - 17:54 WIB

Makin Dewasa Makin Susah Fokus, Kenali Tanda ADHD Ini

20 Juli 2026 - 13:03 WIB

Trending Topik Life Style