Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Dharmasraya Temukan Bibit Sawit di Lahan Bekas Karhutla, Minta Polisi Usut Tuntas Pantau Pilwana E-Voting di 2 Kecamatan, Wabup Pasbar Pastikan Pemungutan Kondusif Bukittinggi Perpanjang PJJ hingga 21 Oktober, Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah Sempat Longsor, Pagi Ini Jalan Padang Koto Gadang – Koto Alam Agam Sudah Bisa Dilalui Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Pemancing Asal Mentawai Ditemukan Selamat di Nias Prakiraan Cuaca Sumbar 19 Oktober 2026, Sejumlah Wilayah Ini Diguyur Hujan Lebat 

Ekonomi dan Bisnis

OPEC+ Naikkan Target Produksi, Hari Ini Harga Minyak Dunia Melemah

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

OPEC+ Naikkan Target Produksi, Hari Ini Harga Minyak Dunia Melemah Perbesar

Covesia.co.id – Harga minyak dunia dibuka melemah pada perdagangan Senin (6/7/2026). Hal ini setelah negara-negara anggota OPEC+ menyepakati peningkatan target produksi minyak mulai Agustus.

Faktor lain juga karena mulai pulihnya ekspor minyak dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.

Minyak mentah Brent turun 24 sen atau 0,33 persen menjadi 71,88 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 11 sen atau 0,16 persen ke level 68,58 dolar AS per barel.

Pergerakan harga tersebut terjadi setelah OPEC dan negara-negara mitranya, termasuk Rusia, pada Minggu (5/7/2026) menyepakati kenaikan target produksi sebesar 188 ribu barel per hari mulai Agustus. Besaran kenaikan itu sama dengan peningkatan yang telah diterapkan pada Juni dan Juli.

Meski demikian, para analis menilai tambahan produksi tersebut belum tentu langsung meningkatkan pasokan riil di pasar.

Sebab, konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sebelumnya sempat mengganggu aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak bagi Arab Saudi, Kuwait, dan Irak.

Analis pasar IG, Tony Sycamore, mengatakan keputusan OPEC+ tersebut pada dasarnya sudah sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.

“Angka tersebut sebagian besar sesuai dengan ekspektasi. Saya tidak yakin keputusan itu akan memberikan dampak besar dalam waktu dekat karena produksi masih dalam tahap pemulihan pascakonflik,” ujarnya.

Survei Reuters menunjukkan produksi minyak OPEC pada Juni meningkat sekitar 3,3 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 19,43 juta barel per hari. Angka tersebut menandai pemulihan setelah sebelumnya produksi mencapai titik terendah dalam lebih dari dua dekade.

Di sisi lain, ekspor minyak dari kawasan Teluk pada Juni melonjak lebih dari 3 juta barel per hari dibandingkan Mei hingga melampaui 10 juta barel per hari.

Meski demikian, volume ekspor tersebut masih sekitar 40 persen lebih rendah dibandingkan sebelum konflik terjadi.

Pasokan global juga diperkirakan bertambah dari Rusia. Pengiriman minyak mentah melalui pelabuhan-pelabuhan barat Rusia tercatat mencapai rekor tertinggi pada Juni dan diperkirakan bertahan sepanjang Juli.

Peningkatan ekspor tersebut dipicu kerusakan sejumlah kilang minyak Rusia akibat serangan pesawat nirawak Ukraina, sehingga Moskow mengalihkan lebih banyak produksi untuk diekspor ke pasar internasional.

Dengan meningkatnya produksi OPEC+ dan pulihnya ekspor dari kawasan Teluk serta Rusia, pelaku pasar kini mencermati apakah tambahan pasokan tersebut akan terus menekan harga minyak dunia dalam beberapa pekan mendatang. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15 Ribu, Tembus Rp2,595 Juta per Gram

30 September 2026 - 10:17 WIB

Harga Cabai di Pasar Raya Padang Kembali Naik, Keriting Merah Tembus Rp65 Ribu

29 September 2026 - 16:49 WIB

Harga Emas Antam Turun Pagi Ini, Buyback Anjlok Rp47 Ribu

29 September 2026 - 10:27 WIB

Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram

13 September 2026 - 09:08 WIB

Harga Emas Pagi Ini 12 September 2025, Rp2,6 Juta per Gram

12 September 2026 - 09:33 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis