Menu

Mode Gelap
Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga  Sedang Menyadap Karet, Warga Pasaman Diserang Beruang Madu Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat  Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur

News

Pilot Asal Malaysia Ditangkap Selundupkan 25 Kg Ekstasi, Terancam Hukuman Mati

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Pilot Asal Malaysia Ditangkap Selundupkan 25 Kg Ekstasi, Terancam Hukuman Mati Perbesar

Covesia.co.id – Seorang pilot asal Malaysia, Mohd Saudi Bin Othman (MSO), ditangkap tim gabungan Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta usai kedapatan membawa ekstasi dan sabu salam jumlah besar pada Selasa (28/7/2026) malam.

Pilot ini diduga menyelundupkan sabu sekitar 25 kg dari Malaysia menuju Jakarta. Kasus ini mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas negara.

Pengungkapan bermula dari informasi inteligen mengenai adanya kiriman Narkotika dalam jumlah besar ke Jakarta.

Informasi ini pun ditindaklanjuti dengan pengawasan ketat pada setiap pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Semua yang turun dari setiap pesawat langsung diperiksa ketat, termasuk para pilot. MSO yang gugup saat diperiksa mengundang kecurigaan petugas.

Kopernya pun diperiksa, dan ditemukan Narkotika dalam jumlah besar. Pelaku langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengatakan saa informasi inteligen masuk, langsung dilakukan pengawasan ketat. Saat koper MSO diperiksa X-ray terdapat hal mencurigakan dan dilakukan pemeriksaan.

“Dari pemeriksaan, didapati 70.114 butir ekstasi dengan berat lebih kurang 25 kg. Selain itu ditemukan juga  satu bungkus Narkotika jenis sabu seberat 2,7 gram dalam koper MSO, ” Kata Suyudi.

Hasil pemeriksaan awal, ternyata MSO berhasil 2 kali menyelundupkan Narkotika ke Jakarta dengan modus yang sama.

“Yang pertama berhasil menyelundupkan Narkotika ke Sabah, yang kedua ke Jakarta dengan membawa Sabu seberat 7 kg, ” katanya.

Setiap berhasil menyelundupkan Narkoba, MSO yang diperintah oleh seorang bandar dari Malaysia ini mendapat upah 50 ribu ringgit Malaysia atau Rp 220 juta.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diserahkan kepada penyidik BNN untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Aparat juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan internasional yang mengendalikan penyelundupan tersebut, termasuk pihak-pihak yang berperan.

Atas perbuatannya ini, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.(*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Dibalik Penyerangan Beruang di Pasaman, Ternyata Sudah Dua Bulan Lalu Lalang di Kebun Warga 

15 September 2026 - 17:33 WIB

Sedang Menyadap Karet, Warga Pasaman Diserang Beruang Madu

15 September 2026 - 16:14 WIB

Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat 

15 September 2026 - 12:19 WIB

Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

15 September 2026 - 10:42 WIB

Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur

15 September 2026 - 10:22 WIB

Trending Topik News