Menu

Mode Gelap
Jejak AKBP Faisol Amir: Dari Perburuan Pembunuh NKS Hingga Jagal Berantai Wanda Dua Pemuda di Kota Solok Jadi Korban Penikaman, Polisi Buru Tiga Pelaku Pilot Asal Malaysia Ditangkap Selundupkan 25 Kg Ekstasi, Terancam Hukuman Mati Hari Pertama Jadi Kapolres Payakumbuh, AKBP Irwan Andeta Silaturrahmi Dengan Insan Pers Razia Hiburan Malam di Padang Pariaman, Satpol PP Amankan 9 Pemandu Lagu David Wewe Minta Doa dan Dukungan Warga Sumbar Jelang Puncak Hoegeng Awards 2026

Ekonomi dan Bisnis

Kripik Balado Uni Yen, Bukti Mentalitas Seorang Ibu Dalam Membangun Usaha Saat Pandemi Covid-19

badge-check

Foto: Safira Ariel Putri Perbesar

Foto: Safira Ariel Putri

Covesia.co.id – Tamparan ekonomi begitu terasa bagi kalangan pedagang, pengusaha dan pemilik UMKM saat dunia terjangkit Covid-19. Harga modal. Melambung tinggi, tapi jual beli begitu sepi. Covid-19 begitu kejamnya, membuat banyak dari kita menjadi miskin tanpa pilihan.

Banyak anak-anak yang putus sekolah karena orang tua tak lagi punya biaya. Banyak para suami harus ditinggal istri karena terkena PHK. Hidup serba susah, bahkan lebih susah dari krisis moneter tahun 1998. Apalagi covid-19 juga virus yang mengancam nyawa.

Seorang ibu, Andriyenita (56) paham betul situasi ini. Tahun 2019 adalah tahun yang memeras perasaan. Suaminya sakit dan tak lagi bisa kerja. Sedangkan ada anak yang membutuhkan biaya untuk menyambung asa.
Ibu 2 anak ini hanya Ibu Rumah Tangga (IRT), berharap nafkah dari sang suami. Sedangkan kondisi sudah seperti ini.

Sulit, ekonomi morat marit, suami sakit dan keuangan semakin sempit. Mau kemana nasib ini jika pasrah dan berpangku tangan.

“Tahun 2019, tahun yang sulit bagi ibuk. Tapi menjadi titik balik kehidupan. Ibu hanya IRT yang berharap nafkah dari suami. Saat suami sakit dan ekonomi kacau akibat covid-19, dunia serasa mau runtuh. Ibu mau nangis, tapi gak mungkin. Karena ibu ada dua anak yang masih memupuk masa depan,” Kata Andriyenita yang akrab dipanggil Uni Yen ini kepada Covesia.co.id, Selasa (23/6/2026).

Sang suami mengidap penyakit Parkinson, sebuah penyakit yang menyerang sistem saraf progresif. Sebuah penyakit yang tidak bisa dianggap sepele. Butuh terapi dan pengobatan rutin dari rumah sakit. Pastinya, untuk mengobati sang suami membutuhkan biaya yang besar.

Akhirnya Uni Yen mulai memutar otak, mencari usaha apa yang bisa menghasilkan nafkah untuk keluarga. Beberapa ide muncul, tapi Kripik Balado menjadi muara usaha yang bisa bertahan hingga sekarang.

Jastip dan Resep Ala Uni Yen

Awal membuka usaha Kripik Balado, Andriyenita tak langsung sukses menghasilkan puluhan juta Rupiah perbulan. Ada proses penuh derita, hinaan, makian dan lika liku dunia usaha.

Saat menjajakan Kripik Balado dimasa Covid-19, semua harga produksi melabung tinggi. Butuh modal ekstra dan dana bertahan agar perputaran uang bisa terprediksi dengan baik.

Langkah pertama, Uni Yen harus menemukan resep yang pas untuk Kripik balado ini. Hingga bisa mendapatkan aroma dan rasa yang pas, entah berapa kali percobaan dilakukan. Sampai-sampai ia pun bosan menghitungnya.

Kemudian, Uni Yen membuat peta pemasaran. Dimana warung dan gerai yang bisa Jastip (Jasa Titip). Permulaan membangun usaha Kripik Balado Ini, Uni Ye dibantu oleh kedua anaknya.

Dari Jastip Kripik Balado ini, permintaan demi permintaan semakin hari semakin banyak. Perlahan-lahan roda ekonomi keluarga mulai berputar dari Kripik balado ini.

Sampai masa Covid-19 berakhir, Kripik balado nan gurih ini semakin laris. Uni Yen melihat ada masa depan usaha Kripik baladonya ini. Akhirnya, dibukalah gerai Kripik Balado Uni Yen di Jl. Adinegoro KM 15, Lubuk Buaya, Kota Padang.

Membuka gerai ini bukan tanpa pertimbangan. Permintaan Kripik kian membludak. Bahkan dua tahun terakhir, Uni Yen harus mempekerjakan setidaknya 7-10 karyawan untuk membantu memproduksi 1.000 bungkus Kripik balado setiap hari.

Dengan jumlah produksi sebesar ini, Uni Yen sampai dibantu oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang untuk pemasaran, baik secara manual maupun media sosial di @keripikbaladouniyen.

Pembinaan secara masif dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang sangat membantu mengembangkan usaha dan membuka lapangan kerja.

Sosok Uni Yen adalah bukti bahwa perempuan juga bisa menjadi tulang punggung keluarga. Apalagi masa-masa membangunnya ada diwaktu yang sulit, yakni Pandemi Covid-19.

Ia seorang istri dan ibu yang menyimpan kasih sayang yang luar biasa pada keluarga. Dari niat dan tangan, masa depan dua anak itu bisa tertata rapi. Ada pula belasan karyawan yang mendapatkan rejeki dari jerih payah Andriyenita ini. (*)

Pewarta : Safira Ariel Putri

editor : Hajrafiv Satya Nugraha

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pagi Ini 20 Juli 2026,Harga Emas Antam Turun Rp4.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,610 Juta

20 Juli 2026 - 10:18 WIB

Cek Rekening Kamu, Hari Ini Pemerintah Mulai Salurkan Bansos Tahap 3

20 Juli 2026 - 10:04 WIB

MagangHub Kemnaker Gelombang 1 Resmi Dibuka hingga 28 Juli 2026

17 Juli 2026 - 10:41 WIB

OPEC+ Naikkan Target Produksi, Hari Ini Harga Minyak Dunia Melemah

6 Juli 2026 - 11:05 WIB

Cabai Merah dan BBM Bergejolak, Inflasi Sumatera Barat Tembus 4,70 Persen

1 Juli 2026 - 20:27 WIB

Trending Topik Daerah