Covesia.co.id – Siapa yang ingin punya calon suami pecandu judi online? Jawabannya pasti: TIDAK.
Tantangan memilih pasangan hidup saat ini memang dirasa sangat sulit. Tuntutan hidup yang tinggi, kompleksitas emosional, kecemasan masa depan, hingga ketakutan salah mengambil keputusan menjadi pemicunya. Di era kemajuan teknologi—di mana banyak hal baru bermunculan—tantangan pun ikut menyertai jika fondasi diri tidak diperkuat.
Salah satunya adalah fenomena judi online (judol) di kalangan pria yang sedang marak. Kemudahan akses melalui perangkat elektronik membuat aktivitas perjudian ini sulit dikendalikan. Tentu saja, hal ini menciptakan ketakutan nyata bagi perempuan, baik yang sudah berumah tangga maupun yang sedang dalam proses mencari pasangan hidup.Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral karena menyatukan perempuan dan laki-laki dalam ikatan sah, dengan harapan bisa dijalani seumur hidup dan penuh kebahagiaan. Kata “seumur hidup” inilah yang membuat kaum perempuan sangat berhati-hati dalam memilih bibit, bebet, dan bobot. Jika salah pilih pasangan, kesengsaraan dipastikan akan mewarnai kehidupan rumah tangga nantinya.
Dinukil Covesia dari jurnal Pengabdian Masyarakat Hidup Sejahtera dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara pada Sabtu (27/6), perjudian merupakan kegiatan yang melanggar norma hukum Indonesia. Lebih lanjut dijelaskan dalam UU No. 7 Tahun 1974, kegiatan perjudian bertentangan dengan norma agama, kesusilaan, dan moral Pancasila, serta menjadi bahaya bagi penghidupan dan kehidupan bangsa dan negara.
Efek Dahsyat Judol: Merusak Sakralnya Pernikahan
Efek dahsyat judi online pun menjadi salah satu alasan utama perceraian saat ini. Masalahnya bukan hanya kerugian finansial akibat “mengisi saldo” lalu uang rumah tangga habis, atau suami tidak punya waktu karena sibuk “pasang slot, putar, nikmati”. Kemarahan yang dirasakan istri jauh lebih dalam dari itu.
Sakralnya pernikahan telah dirusak oleh kebohongan demi kebohongan. Istri dibuat overthinking setiap saat melihat pergerakan suami, finansial hancur berantakan, dan yang lebih parah ketika suami nekat melakukan tindak kriminal demi kelancaran bermain judi online. Keharmonisan pernikahan telah dirusak, kebahagiaan yang diinginkan sudah sirna, lalu perceraian pun muncul sebagai solusi terakhir.
Berdasarkan Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Katadata Insight Center (KIC), jumlah angka perceraian karena judol di Indonesia mencapai 2.889 kasus pada 2024. Jumlah itu meroket 83,77% dari tahun 2023 yang terdata sebanyak 1.572 kasus.
Duh! Jelas tidak ada yang ingin menikah untuk bercerai, apalagi dengan alasan pasangan kecanduan judi online. Perempuan-perempuan saat ini yang sedang dalam proses pencarian calon suami—terutama Gen Z—sangat vokal menolak hubungan dengan laki-laki judol. Di tengah kejamnya kehidupan, di mana banyak perempuan berani mati-matian berdiri di kaki sendiri untuk mengusahakan kebutuhan hidupnya, harus terpaksa menerima laki-laki judol dan mengabdi seumur hidup dalam kesengsaraan jelas merupakan bentuk penghinaan kepada diri sendiri.
Solidaritas Perempuan dan Cara Mengenali Pria Pecandu Judol
Adanya rasa senasib sepenjuangan membuat sesama perempuan di platform media sosial banyak membagikan kisah pilu akibat berumah tangga dengan pecandu judol. Mereka juga membagikan tips jitu untuk mengenalinya. Sebab, kecanduan judi online saat ini bisa ditutupi. Namun, Anda tetap bisa memperhatikannya dari cara hidup, stabilitas emosi, kecerahan wajah, dan caranya bersikap.
Sederhananya, berikut cara mengenali tipe laki-laki pecandu judol:
Rentan Stres: Pecandu judol sangat rentan mengalami stres karena tidak setiap saat mereka menang. Ambisi yang menggebu-gebu membuat pikiran tidak sehat mendominasi. Mereka rela menggadaikan tabungan masa depan, bahkan terjebak pinjaman online (pinjol) setelah kekalahan telak demi menutupi stres ekstrem yang datang.
HP 24/7 di Tangan: Selalu melindungi layar ponsel, sering panik jika jauh dari gawai, atau sibuk bertransaksi di jam-jam yang tidak wajar? Patut dicurigai ia terjangkit candu judol.
Keuangan Tidak Stabil: Sering mengeluh tidak ada uang di waktu yang tidak terduga padahal punya pekerjaan tetap, sering meminjam dana dengan alasan tidak jelas, atau menjual barang-barang pribadinya.
Sering Gonta-ganti Nomor: Nomor HP saat ini menjadi hal penting karena menjadi jembatan komunikasi dan terhubung dengan data pribadi seperti pekerjaan. Judol adalah permainan yang juga menggunakan nomor HP. Jika pasanganmu sering gonta-ganti nomor, ini patut dicurigai, nih!
Emosi Tidak Stabil: Pecandu judi online mudah marah, gelisah, hingga tantrum, terutama saat kalah berjudi.
Memilih pasangan hidup adalah keputusan krusial yang menentukan masa depan, kebahagiaan, dan kesejahteraan emosional. Keputusan ini menuntut kebijaksanaan agar tidak salah pilih, karena pernikahan atau komitmen jangka panjang akan mengubah gaya dan perjalanan hidup secara keseluruhan.
Mengendalikan kemajuan zaman adalah hal yang mustahil kita lakukan, namun memilih pasangan hidup yang baik adalah hal yang bisa kita usahakan. (*)











