Menu ✖

Mode Gelap
Mancing Berujung Petaka, Satu Warga Kerinci Hanyut di Sungai Sangir Solsel GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KA Pariaman Ekspres Kini Singgah di Shelter Kampung Jua Mahyeldi Imbau Masyarakat Sumbar Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga 10 November Reaktivasi Jalur KAI Sumbar, Vagub Vasko: Pemprov Siap Bantu Sosialisasi ke Masyarakat Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Padang, Dua Pria Ditangkap Tiga Kali Masuk Penjara, Pria di Sijunjung Kembali Ditangkap Kasus Curanmor

Lingkungan

Update Gempa M 6,7 Sulteng: 1 Warga Meninggal, Sigi Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah

Redaksi Covesiabadge-check

Update Gempa M 6,7 Sulteng: 1 Warga Meninggal, Sigi Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah Perbesar

Covesia.co.id – Pembaruan data pascagempa magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) mulai menunjukkan gambaran dampak yang cukup masif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga Kabupaten Sigi meninggal dunia, sementara ratusan lainnya terpaksa mengungsi.

Hingga Selasa malam pukul 19.00 WIB, tercatat ada 110 Kepala Keluarga (312 jiwa) yang terdampak langsung oleh bencana ini.

Berikut adalah rincian dampak gempa di beberapa wilayah Sulawesi Tengah:

Kabupaten Sigi (Pusat Kerusakan Terparah): 1 warga meninggal dunia, 89 KK (272 jiwa) terdampak, 13 orang luka berat, 22 orang luka ringan, 47 rumah rusak (12 rusak berat, 6 sedang, 23 ringan), 6 tempat ibadah, 2 kantor, 1 jembatan, dan 1 unit UMKM rusak.

Kabupaten Parigi Moutong: 21 KK (40 jiwa) terdampak, 15 rumah rusak.

Kabupaten Poso: 5 rumah rusak, 1 warga terluka. RSUD Poso kini harus mendirikan tenda darurat untuk pelayanan kesehatan.

Kota Palu: 2 warga luka ringan. Kerusakan terjadi pada Jembatan III, 1 hotel, 1 tempat usaha, dan 1 fasilitas umum.

Akses Putus: Jalan provinsi yang menghubungkan Palu–Sigi–Poso dilaporkan amblas dan mengganggu mobilitas warga.

Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat dengan memproses penetapan Status Tanggap Darurat selama 14 hari. Pusat komando dan pelayanan masyarakat kini dipusatkan di Pos Lapangan Kantor Camat Nokilalaki.

Sementara itu di Poso, warga bersama aparat kepolisian bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan agar aktivitas warga bisa segera pulih.

“Gempa susulan masih terjadi hingga sore hari. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh hoaks, dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
(*)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Reaktivasi Jalur KAI Sumbar, Vagub Vasko: Pemprov Siap Bantu Sosialisasi ke Masyarakat

2 November 2026 - 13:15 WIB

Tiga Kali Masuk Penjara, Pria di Sijunjung Kembali Ditangkap Kasus Curanmor

2 November 2026 - 12:59 WIB

Prakiraan Cuaca Hari Ini, BMKG Sebut Sejumlah Wilayah Akan Diguyur Hujan Lebat

2 November 2026 - 08:46 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Jaringan Penadah Motor Lintas Provinsi

31 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Antisipasi Bencana, IJTI Sumbar Soroti Efektivitas CSR dan Pemulihan Pasca-Bencana

22 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Trending Topik Lingkungan