Menu

Mode Gelap
Rencana Reaktivasi PT ARP, FPS Desak Pemprov Sumbar Selamatkan 108 Hektare Aset Daerah Fakta Remaja Korban Kekerasan Seksual di Sungai Limau “Dari Broken Home, Kemiskinan Hingga Dicabuli Tetangga” Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur, Pria Paruh Baya di Pariaman Nyaris Diamuk Massa Kualitas Udara Kota Padang Capai Level Sangat Tidak Sehat 364 Siswa dan Guru di Palupuh Agam Diduga Keracunan Usai Santap MBG Kualitas Udara Sumbar Berfluktuasi, Wilayah Timur Terpantau Lebih Buruk

Lingkungan

Update Gempa M 6,7 Sulteng: 1 Warga Meninggal, Sigi Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah

Redaksi Covesiabadge-check

Update Gempa M 6,7 Sulteng: 1 Warga Meninggal, Sigi Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah Perbesar

Covesia.co.id – Pembaruan data pascagempa magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) mulai menunjukkan gambaran dampak yang cukup masif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga Kabupaten Sigi meninggal dunia, sementara ratusan lainnya terpaksa mengungsi.

Hingga Selasa malam pukul 19.00 WIB, tercatat ada 110 Kepala Keluarga (312 jiwa) yang terdampak langsung oleh bencana ini.

Berikut adalah rincian dampak gempa di beberapa wilayah Sulawesi Tengah:

Kabupaten Sigi (Pusat Kerusakan Terparah): 1 warga meninggal dunia, 89 KK (272 jiwa) terdampak, 13 orang luka berat, 22 orang luka ringan, 47 rumah rusak (12 rusak berat, 6 sedang, 23 ringan), 6 tempat ibadah, 2 kantor, 1 jembatan, dan 1 unit UMKM rusak.

Kabupaten Parigi Moutong: 21 KK (40 jiwa) terdampak, 15 rumah rusak.

Kabupaten Poso: 5 rumah rusak, 1 warga terluka. RSUD Poso kini harus mendirikan tenda darurat untuk pelayanan kesehatan.

Kota Palu: 2 warga luka ringan. Kerusakan terjadi pada Jembatan III, 1 hotel, 1 tempat usaha, dan 1 fasilitas umum.

Akses Putus: Jalan provinsi yang menghubungkan Palu–Sigi–Poso dilaporkan amblas dan mengganggu mobilitas warga.

Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat dengan memproses penetapan Status Tanggap Darurat selama 14 hari. Pusat komando dan pelayanan masyarakat kini dipusatkan di Pos Lapangan Kantor Camat Nokilalaki.

Sementara itu di Poso, warga bersama aparat kepolisian bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan agar aktivitas warga bisa segera pulih.

“Gempa susulan masih terjadi hingga sore hari. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh hoaks, dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
(*)

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Kualitas Udara Kota Padang Capai Level Sangat Tidak Sehat

2 September 2026 - 17:50 WIB

KPAD Sumbar Bekali Korban Kekerasan Seksual di Sungai Limau dengan Keterampilan

2 September 2026 - 13:31 WIB

Kualitas Udara Sumbar Kian Memburuk, 3 Daerah Ini Berstatus Tidak Sehat

27 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Kualitas Udara Sumbar Hari Ini 26 Agustus 2026, Payakumbuh Masuk Kategori Tidak Sehat

26 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Kualitas Udara di Sumbar Mulai Kurang Sehat, Polusi Tertinggi di Sawahlunto

26 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Trending Topik Lingkungan