Covesia.co.id – Pembaruan data pascagempa magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) mulai menunjukkan gambaran dampak yang cukup masif. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan satu warga Kabupaten Sigi meninggal dunia, sementara ratusan lainnya terpaksa mengungsi.
Hingga Selasa malam pukul 19.00 WIB, tercatat ada 110 Kepala Keluarga (312 jiwa) yang terdampak langsung oleh bencana ini.

Berikut adalah rincian dampak gempa di beberapa wilayah Sulawesi Tengah:
Kabupaten Sigi (Pusat Kerusakan Terparah): 1 warga meninggal dunia, 89 KK (272 jiwa) terdampak, 13 orang luka berat, 22 orang luka ringan, 47 rumah rusak (12 rusak berat, 6 sedang, 23 ringan), 6 tempat ibadah, 2 kantor, 1 jembatan, dan 1 unit UMKM rusak.
Kabupaten Parigi Moutong: 21 KK (40 jiwa) terdampak, 15 rumah rusak.
Kabupaten Poso: 5 rumah rusak, 1 warga terluka. RSUD Poso kini harus mendirikan tenda darurat untuk pelayanan kesehatan.
Kota Palu: 2 warga luka ringan. Kerusakan terjadi pada Jembatan III, 1 hotel, 1 tempat usaha, dan 1 fasilitas umum.
Akses Putus: Jalan provinsi yang menghubungkan Palu–Sigi–Poso dilaporkan amblas dan mengganggu mobilitas warga.
Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat dengan memproses penetapan Status Tanggap Darurat selama 14 hari. Pusat komando dan pelayanan masyarakat kini dipusatkan di Pos Lapangan Kantor Camat Nokilalaki.
Sementara itu di Poso, warga bersama aparat kepolisian bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan agar aktivitas warga bisa segera pulih.
“Gempa susulan masih terjadi hingga sore hari. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh hoaks, dan hanya mengikuti informasi resmi dari BMKG serta pemerintah,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Selasa.
(*)


















