Menu

Mode Gelap
Karhutla di Sumatera Mulai Mereda, Hotspot Turun Hingga 43 Persen Pemancing Dilaporkan Jatuh di Tebing Laut Kawasan Bukit Lampu Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram Indonesia Terkepung Bencana Sempat Buron, Jukir Penggelap Motor Rp18 Juta Diciduk di Bandar Purus Daftar 31 SPBU ‘ Nakal’ di Sumbar yang Disanksi Tegas Pertamina

Daerah

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang Perbesar

Covesia.co.id – Ratusan masyarakat Nagari Gunung Malintang,  Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota menggelar aksi sweeping ke lokasi yang diduga menjadi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga ada didaerah tersebut pada Sabtu (25/7/2026) malam

Sebelum sweeping, masyarakat terlebih dahulu mendatangi kantor Walinagari Gunung Malintang untuk meminta kejelasan soal izin aktivitas tambang emas tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

Disini warga meminta kejelasan pihak Walinagari perihal siapa yang memberi izin. Pasalnya, sudah mulai adanya aktivitas persiapan di lokasi tambang.

Pertemuan pun berlangsung selama 3 jam dan didapati tidak ada satupun izin yang diberikan kepada pihak penambang.

Mendengar hal tersebut, warga langsung bergerak ke lokasi tambang dan melakukan aksi sweeping.

Hal ini dibenarkan oleh Walinagari Gunung Malintang, Wido Putra saat dikonfirmasi Covesia.co.id, Minggu (26/7/2026) pagi.

“Ya, ada aksi sweeping yang dilakukan warga yang jumlahnya lebih 500 orang ke lokasi tambang tadi malam, ” Kata Wido ketika dikonfirmasi.

Disampaikan Wido, aksi sweeping berlangsung pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 01.00 hingga 03.30 WIB dini hari.

Disana masyarakat melakukan pembakaran terhadap pondok-pondok dan peralatan yang terbuat dari kayu.

“Jadi kami rapat terlebih dahulu dengan masyarakat dari pukul 22.00 WIb hingga 01.00 WIB. Kemudian masyarakat meminta saya sebagai Walinagari ikut juga dalam aksi sweeping ini. Ada aksi bakar-bakar juga disana. Beberapa pondok dan fasilitas terbuat dari kayu, ” Kata Wido lagi.

Soal tambang ini, Wido menjelaskan belum ada aktivitas penambangan. Baru sekedar persiapan membuat pondok dan penyaringan emas dari kayu.

“Aktivitas tambang belum ada berjalan. Baru sekedar persiapan. Buat pondok dan beberapa fasilitas untuk pekerja. Nah itu yang dibakar oleh masyarakat tadi malam,” katanya.

Saat ini, kondisi sudah berangsur kondusif. Namun, masyarakat tetap berjaga ke akses jalan lokasi tambang yang berada di tengah hutan, tepi aliran sungai Maek. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Sempat Buron, Jukir Penggelap Motor Rp18 Juta Diciduk di Bandar Purus

12 September 2026 - 17:04 WIB

Hutang Sabu di Balik Dapur: Ketika Kristal Haram Menyasar Pekerja Kasar di Padang Pariaman

12 September 2026 - 10:23 WIB

SMAN 3 Painan Bawa Nama Pesisir Selatan ke LCC Tingkat Nasional di Gedung DPR RI

27 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Wacana Jam Malam Perempuan di Payakumbuh, Bisa Berdampak pada Gaya Hidup?

16 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Jelang HUT RI, Hujan Diprediksi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar

15 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Trending Topik Daerah