Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia Pameran Foto Bencana Hidrometeorologi di Istano Basa Pagaruyung, PFI : Pengingat Mitigasi Bencana Muncul Petisi Larang Argentina Tampil Piala Dunia Selamanya, Tembus 23 Tanda Tangan

Daerah

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang

badge-check

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang Perbesar

Covesia.co.id – Ratusan masyarakat Nagari Gunung Malintang,  Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota menggelar aksi sweeping ke lokasi yang diduga menjadi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang diduga ada didaerah tersebut pada Sabtu (25/7/2026) malam

Sebelum sweeping, masyarakat terlebih dahulu mendatangi kantor Walinagari Gunung Malintang untuk meminta kejelasan soal izin aktivitas tambang emas tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

Disini warga meminta kejelasan pihak Walinagari perihal siapa yang memberi izin. Pasalnya, sudah mulai adanya aktivitas persiapan di lokasi tambang.

Pertemuan pun berlangsung selama 3 jam dan didapati tidak ada satupun izin yang diberikan kepada pihak penambang.

Mendengar hal tersebut, warga langsung bergerak ke lokasi tambang dan melakukan aksi sweeping.

Hal ini dibenarkan oleh Walinagari Gunung Malintang, Wido Putra saat dikonfirmasi Covesia.co.id, Minggu (26/7/2026) pagi.

“Ya, ada aksi sweeping yang dilakukan warga yang jumlahnya lebih 500 orang ke lokasi tambang tadi malam, ” Kata Wido ketika dikonfirmasi.

Disampaikan Wido, aksi sweeping berlangsung pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 01.00 hingga 03.30 WIB dini hari.

Disana masyarakat melakukan pembakaran terhadap pondok-pondok dan peralatan yang terbuat dari kayu.

“Jadi kami rapat terlebih dahulu dengan masyarakat dari pukul 22.00 WIb hingga 01.00 WIB. Kemudian masyarakat meminta saya sebagai Walinagari ikut juga dalam aksi sweeping ini. Ada aksi bakar-bakar juga disana. Beberapa pondok dan fasilitas terbuat dari kayu, ” Kata Wido lagi.

Soal tambang ini, Wido menjelaskan belum ada aktivitas penambangan. Baru sekedar persiapan membuat pondok dan penyaringan emas dari kayu.

“Aktivitas tambang belum ada berjalan. Baru sekedar persiapan. Buat pondok dan beberapa fasilitas untuk pekerja. Nah itu yang dibakar oleh masyarakat tadi malam,” katanya.

Saat ini, kondisi sudah berangsur kondusif. Namun, masyarakat tetap berjaga ke akses jalan lokasi tambang yang berada di tengah hutan, tepi aliran sungai Maek. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Padang Timur Optimistis Hadapi Lomba Desawisma, Kubu Marapalam Jadi Andalan

26 Juli 2026 - 14:04 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Mulyadi Kembali Nahkodai DPD Partai Demokrat Sumbar

26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Padang Bidik Status Kota Gastronomi UNESCO, Finalisasi Dossier Selesai Digelar

23 Juli 2026 - 15:13 WIB

Sengketa Lahan Pemko Bukittinggi dan Universitas Fort De Kock Berujung Ricuh, Kampus Lapor Dugaan Penganiayaan

22 Juli 2026 - 19:37 WIB

DPRD Padang Setujui Ranperda Perubahan APBD 2026, Pemko Sampaikan KUA-PPAS 2027

18 Juli 2026 - 06:29 WIB

Trending Topik Daerah