Menu

Mode Gelap
Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Ditebus Rp 100 Juta, Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dievakuasi Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan Di Tengah Curah Hujan Tinggi, Ada 8 Titik Api Muncul di Sumbar Hari Ini PN Pekanbaru Bacakan Vonis Gubernur Riau Nonaktif Pemko Padang Matangkan Persiapan Menuju Kota Gastronomi Dunia

Daerah

Pemanfaatan Limbah Ikan sebagai Pangan Fungsional: Model Pemberdayaan Ekonomi Pasca Bencana di Nagari Katapiang

badge-check

Pemanfaatan Limbah Ikan sebagai Pangan Fungsional: Model Pemberdayaan Ekonomi Pasca Bencana di Nagari Katapiang Perbesar

Bencana alam tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga mengguncang struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Di wilayah pesisir seperti Desa Bandacino, Nagari Katapiang, Kabupaten Padang Pariaman, dampak bencana seringkali diperparah oleh ketergantungan masyarakat pada sektor perikanan yang rentan terhadap perubahan lingkungan. Dalam situasi ini, dibutuhkan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya bersifat tanggap darurat, tetapi juga berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak yang dipimpin oleh Ns. Sri Burhani Putri, M.Kep, PhD selaku Ketua Pelaksana, bersama tim anggota yang terdiri dari Bd. Rahmatul Ulya, M.Keb, PhD, Vilma Humaira, M.Farm, dan apt. Fajrian Aulia Putra, M.Farm, sebuah model pemberdayaan pasca bencana dikembangkan dengan mengoptimalkan limbah ikan sebagai sumber pangan fungsional sekaligus produk bernilai ekonomi. Pendekatan ini bertujuan untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yaitu pemulihan ekonomi masyarakat dan peningkatan ketahanan pangan keluarga.

Limbah ikan, seperti tulang, kulit, dan kepala, selama ini cenderung terbuang dan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah tersebut memiliki kandungan gizi tinggi, terutama protein, kalsium, dan kolagen, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Dengan pengolahan yang tepat, limbah ikan dapat diubah menjadi berbagai produk pangan fungsional seperti tepung tulang ikan, kerupuk kulit ikan, hingga nugget ikan berbasis limbah.

Program ini diawali dengan identifikasi kebutuhan masyarakat serta potensi sumber daya lokal. Mahasiswa bersama masyarakat melakukan pelatihan pengolahan limbah ikan dengan teknologi sederhana namun higienis. Selain itu, masyarakat juga dibekali dengan pengetahuan tentang keamanan pangan, pengemasan produk, serta strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk.

Hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah ikan menjadi produk bernilai jual. Kelompok usaha kecil yang terbentuk mulai mampu memproduksi dan memasarkan produk secara mandiri di tingkat lokal. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru, khususnya bagi perempuan dan kelompok rentan.

Lebih dari itu, model pemberdayaan ini mendorong perubahan paradigma masyarakat terhadap limbah. Limbah tidak lagi dipandang sebagai sisa yang tidak berguna, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan. Dengan demikian, program ini turut berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Keberhasilan program ini tidak terlepas dari kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat setempat. Sinergi ini menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan program setelah kegiatan mahasiswa berakhir. Pendampingan yang berkelanjutan serta dukungan kebijakan dari pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memperluas dampak program ke wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa.

Model pemberdayaan berbasis pemanfaatan limbah ikan ini dapat menjadi alternatif strategi pemulihan pasca bencana yang inovatif dan aplikatif. Dengan mengedepankan potensi lokal, pendekatan ini mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ke depan, diharapkan model ini dapat direplikasi secara lebih luas sebagai bagian dari upaya pembangunan masyarakat tangguh bencana di Indonesia.

Penulis: Ns.Sri Burhani Putri, M.Kep, PhD

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Padang Timur Optimistis Hadapi Lomba Desawisma, Kubu Marapalam Jadi Andalan

26 Juli 2026 - 14:04 WIB

Tolak PETI, Ratusan Warga Gunung Malintang Sweeping Lokasi Tambang

26 Juli 2026 - 12:08 WIB

Terpilih Secara Aklamasi, Mulyadi Kembali Nahkodai DPD Partai Demokrat Sumbar

26 Juli 2026 - 09:48 WIB

Panas Ekstrem di Jepang, Ratusan Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit

23 Juli 2026 - 16:28 WIB

Padang Bidik Status Kota Gastronomi UNESCO, Finalisasi Dossier Selesai Digelar

23 Juli 2026 - 15:13 WIB

Trending Topik Daerah