Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Senyap Polda Sumbar di Pasaman, Alat Berat dan Operator Berhasil Diamankan Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Solok, Ratusan Botol Miras Disita Hujan Intensitas Sedang Hingga Lebat Diprakirakan Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar  Sumbar Diprediksi Diguyur Hujan Berintensitas Sedang- Lebat Hari Ini Mengenal Yulius, Hakim Agung Kelahiran Bukittinggi yang Pimpin Sidang Kasasi Suket Gibran Waspada! November-Desember Jadi Puncak Musim Hujan di Sumbar

Sport

Lamine Yamal, Bocah Ajaib Sederhana yang Menjadi Bintang Sepakbola Dunia

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Lamine Yamal, Bocah Ajaib Sederhana yang Menjadi Bintang Sepakbola Dunia Perbesar

Covesia.co.id – Di usia yang masih sangat muda, nama Lamine Yamal telah menjelma menjadi salah satu pesepak bola terbaik dunia.

Pemain yang lahir pada 13 Juli 2007 di Esplugues de Llobregat, Spanyol, itu menjadi simbol generasi baru sepak bola Spanyol berkat kecepatan, kreativitas, dan kemampuan menggiring bola yang luar biasa.

Lamine Yamal memiliki nama lengkap Lamine Yamal Nasraoui Ebana. Ia lahir dari keluarga multikultural. Ayahnya, Mounir Nasraoui, berasal dari Maroko, sementara ibunya, Sheila Ebana, memiliki keturunan Guinea Khatulistiwa.

Masa kecil Yamal tidak selalu mudah. Keluarganya pernah mengalami kesulitan ekonomi sehingga harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yamal dibesarkan di kawasan Rocafonda, Mataró, sebuah lingkungan pekerja di pinggiran Barcelona.

Meski hidup sederhana, keluarganya selalu mendukung kecintaannya terhadap sepak bola.

Bakat sepak bola Yamal sudah terlihat sejak usia sangat dini. Hampir setiap hari ia bermain bola di jalanan dan lapangan kecil dekat rumahnya. Kelincahan, kontrol bola, dan keberaniannya melewati lawan membuatnya menonjol dibanding anak-anak seusianya.

Saat berusia sekitar 7 tahun, Yamal bergabung dengan CF La Torreta, klub lokal yang menjadi tempat awal ia mengasah kemampuan bermain sepak bola. Penampilannya menarik perhatian pencari bakat Barcelona.

Masuk Akademi La Masia

Pada usia tujuh tahun, Yamal direkrut ke akademi legendaris La Masia milik FC Barcelona.

Di akademi tersebut, perkembangan Yamal berlangsung sangat cepat. Ia terus melompati kelompok usia karena kualitas permainannya dinilai jauh di atas rata-rata pemain seusianya.

Di La Masia, Yamal dikenal sebagai pemain berkaki kiri dengan kemampuan dribel yang sulit dihentikan, visi bermain yang tajam, serta kreativitas dalam menciptakan peluang bagi rekan setimnya.

Debut Bersejarah Bersama Barcelona

Perjalanan karier Yamal memasuki babak baru ketika pelatih Xavi Hernández memberinya kesempatan berlatih bersama tim utama Barcelona.

Pada 29 April 2023, saat usianya baru 15 tahun 9 bulan, Yamal menjalani debut bersama tim utama Barcelona dalam laga melawan Real Betis.

Ia langsung mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang pernah tampil bersama Barcelona di kompetisi La Liga.

Sejak saat itu, kariernya terus menanjak. Ia menjadi pemain inti Barcelona dan memecahkan berbagai rekor sebagai pemain termuda yang mencetak gol, tampil di Liga Champions, hingga bermain di laga El Clasico.

Bersinar Bersama Timnas Spanyol

Prestasi Yamal tidak hanya datang di level klub. Pada tahun 2023, ia menjalani debut bersama Tim Nasional Spanyol, sekaligus menjadi pemain termuda yang tampil dan mencetak gol untuk La Roja.

Namanya semakin mendunia setelah tampil luar biasa di Euro 2024 dan kemudian menjadi salah satu pemain kunci Spanyol pada Piala Dunia FIFA 2026.

Bersama generasi muda Spanyol, Yamal membantu timnya meraih gelar juara dunia usai mengalahkan Argentina 1-0 di partai final.

Lamine Yamal berposisi sebagai penyerang sayap kanan, tetapi juga mampu bermain sebagai penyerang tengah maupun gelandang serang.

Banyak pengamat sepak bola menyebut gaya bermainnya mengingatkan pada Lionel Messi karena sama-sama mengandalkan kaki kiri, kemampuan menggiring bola, serta visi permainan yang luar biasa.

Sosok Rendah Hati

Meski telah menjadi bintang dunia, Yamal dikenal tetap dekat dengan keluarganya. Ia kerap mengungkapkan rasa terima kasih kepada kedua orang tua dan neneknya yang telah membesarkannya dalam masa-masa sulit.

Ia juga sering menunjukkan kebanggaannya terhadap lingkungan Rocafonda, tempat ia tumbuh dan belajar mengejar mimpi.

Kini, di usia yang masih belasan tahun, Lamine Yamal telah menjelma menjadi ikon baru sepak bola dunia.

Dengan kemampuan yang terus berkembang, ia diprediksi akan menjadi salah satu pemain terbaik dunia dalam satu dekade mendatang. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Lima Petinju Sumbar Berebut Tiket Semifinal dan Final di Piala AHY 2026 Hari Ini

22 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Padang Raih 267 Emas, KONI Sumbar Sahkan Hasil Akhir Porprov XVI 2026

21 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Kisah Kontingen Pessel: Bertahan di Porprov XVI Sumbar di Tengah Krisis Dana

14 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Balada Porprov Sumbar 2026: Terburu-buru, Atlet Nombok, Tapi Diklaim Lancar

14 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Gol Menit 90+4 Jadi Petaka, Semen Padang Kalah Dramatis dari Persikad Depok

12 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Trending Topik Sport