Menu ✖

Mode Gelap
Pertumbuhan Ekonomi Padang Pariaman Terendah di Sumbar, Hanya 1,78 Persen Harga Cabai Merah Melonjak 40 Persen, Inflasi Sumbar Naik Jadi 3,97 Persen Sisir Lokasi Dugaan Aktivitas PETI di TNKS Pessel, Tim Gabungan Musnahkan 10 Pondok Basement Blok II Pasar Raya Padang Ada WiFi Gratis, Pedagang Bisa Jualan Online KAI Divre II Sumbar Gandeng Kejari Agam Amankan Aset Perusahaan Cuaca Sumbar Hari Ini, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat

News

Kualitas Udara di Sumbar Terus Menurun, Padang Paling Parah

Safira Ariel Putribadge-check

oplus_0 Perbesar

oplus_0

Covesia.co.id – Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat mengalami penurunan. Berdasarkan pemantauan kualitas udara secara waktu nyata melalui IQAir pada Kamis (10/9/2026), sejumlah daerah tercatat berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Kota Padang menjadi wilayah dengan indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) tertinggi, yakni mencapai 219 atau berada pada kategori sangat tidak sehat.

Selanjutnya, Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, mencatat AQI 170, sedangkan Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, mencapai 157. Kedua wilayah tersebut berada pada kategori tidak sehat.

Sejumlah daerah lainnya juga mencatat kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Di antaranya Payakumbuh dengan AQI 139, Padang Panjang 132, Bukittinggi 126, Matur, Kabupaten Agam, 111, serta Pariaman 112.

Sementara itu, beberapa wilayah masih berada pada kategori sedang, di antaranya Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dengan AQI 74 dan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, dengan AQI 98.

Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian di tengah paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Untuk kondisi atmosfer dalam beberapa hari ke depan, BMKG juga memantau keberadaan aerosol, termasuk partikulat PM2,5, di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada periode 11–13 September 2026. Sebagian wilayah diprakirakan berada pada kategori baik hingga sedang.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak kabut asap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Pemantauan kualitas udara perlu dilakukan secara berkala karena kondisinya dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin serta sumber emisi di wilayah sekitar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Padang Pariaman Terendah di Sumbar, Hanya 1,78 Persen

4 November 2026 - 13:19 WIB

Harga Cabai Merah Melonjak 40 Persen, Inflasi Sumbar Naik Jadi 3,97 Persen

4 November 2026 - 13:10 WIB

Sisir Lokasi Dugaan Aktivitas PETI di TNKS Pessel, Tim Gabungan Musnahkan 10 Pondok

4 November 2026 - 08:54 WIB

Basement Blok II Pasar Raya Padang Ada WiFi Gratis, Pedagang Bisa Jualan Online

4 November 2026 - 08:43 WIB

KAI Divre II Sumbar Gandeng Kejari Agam Amankan Aset Perusahaan

4 November 2026 - 08:40 WIB

Trending Topik News