Covesia.co.id – Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat mengalami penurunan. Berdasarkan pemantauan kualitas udara secara waktu nyata melalui IQAir pada Kamis (10/9/2026), sejumlah daerah tercatat berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Kota Padang menjadi wilayah dengan indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) tertinggi, yakni mencapai 219 atau berada pada kategori sangat tidak sehat.
Selanjutnya, Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, mencatat AQI 170, sedangkan Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, mencapai 157. Kedua wilayah tersebut berada pada kategori tidak sehat.
Sejumlah daerah lainnya juga mencatat kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Di antaranya Payakumbuh dengan AQI 139, Padang Panjang 132, Bukittinggi 126, Matur, Kabupaten Agam, 111, serta Pariaman 112.
Sementara itu, beberapa wilayah masih berada pada kategori sedang, di antaranya Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dengan AQI 74 dan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, dengan AQI 98.
Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian di tengah paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
Untuk kondisi atmosfer dalam beberapa hari ke depan, BMKG juga memantau keberadaan aerosol, termasuk partikulat PM2,5, di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada periode 11–13 September 2026. Sebagian wilayah diprakirakan berada pada kategori baik hingga sedang.
Masyarakat yang berada di wilayah terdampak kabut asap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Pemantauan kualitas udara perlu dilakukan secara berkala karena kondisinya dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin serta sumber emisi di wilayah sekitar.










