Menu

Mode Gelap
Karhutla di Sumatera Mulai Mereda, Hotspot Turun Hingga 43 Persen Pemancing Dilaporkan Jatuh di Tebing Laut Kawasan Bukit Lampu Harga Emas Minggu 13 September 2026 Stabil, Antam Rp2,644 Juta per Gram Indonesia Terkepung Bencana Sempat Buron, Jukir Penggelap Motor Rp18 Juta Diciduk di Bandar Purus Daftar 31 SPBU ‘ Nakal’ di Sumbar yang Disanksi Tegas Pertamina

News

Kualitas Udara di Sumbar Terus Menurun, Padang Paling Parah

Safira Ariel Putribadge-check

oplus_0 Perbesar

oplus_0

Covesia.co.id – Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat mengalami penurunan. Berdasarkan pemantauan kualitas udara secara waktu nyata melalui IQAir pada Kamis (10/9/2026), sejumlah daerah tercatat berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Kota Padang menjadi wilayah dengan indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) tertinggi, yakni mencapai 219 atau berada pada kategori sangat tidak sehat.

Selanjutnya, Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, mencatat AQI 170, sedangkan Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, mencapai 157. Kedua wilayah tersebut berada pada kategori tidak sehat.

Sejumlah daerah lainnya juga mencatat kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Di antaranya Payakumbuh dengan AQI 139, Padang Panjang 132, Bukittinggi 126, Matur, Kabupaten Agam, 111, serta Pariaman 112.

Sementara itu, beberapa wilayah masih berada pada kategori sedang, di antaranya Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dengan AQI 74 dan Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, dengan AQI 98.

Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian di tengah paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Untuk kondisi atmosfer dalam beberapa hari ke depan, BMKG juga memantau keberadaan aerosol, termasuk partikulat PM2,5, di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada periode 11–13 September 2026. Sebagian wilayah diprakirakan berada pada kategori baik hingga sedang.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak kabut asap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat juga disarankan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Pemantauan kualitas udara perlu dilakukan secara berkala karena kondisinya dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin serta sumber emisi di wilayah sekitar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pemancing Dilaporkan Jatuh di Tebing Laut Kawasan Bukit Lampu

13 September 2026 - 09:55 WIB

Daftar 31 SPBU ‘ Nakal’ di Sumbar yang Disanksi Tegas Pertamina

12 September 2026 - 12:39 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat

12 September 2026 - 11:27 WIB

Tak Kuat Menanjak di Sitinjau Lauik, Pikap Hantam Truk hingga Masuk Jurang

12 September 2026 - 10:04 WIB

BMKG: Gempa Terjadi di Sejumlah Wilayah, Jakarta hingga Maluku Turut Terdampak

12 September 2026 - 09:59 WIB

Trending Topik News