Menu ✖

Mode Gelap
LBH Padang Soroti Dugaan Diskriminasi Pendampingan Polwan Korban Kekerasan Seksual di Mabes Polri Lima Hari Hilang di Solok Selatan, Pemancing Asal Kerinci Ditemukan Meninggal Dunia DPRD Sumbar Temukan 22 Aset Bermasalah Senilai Rp79 Miliar, Rp54,52 Miliar Menganggur Prakirakan Cuaca Sumbar 7 November 2026, Enam Daerah Ini Berpotensi Hujan Masyarakat Pandai Sikek Tolak Trase Tol, Bukan Pembangunannya Bus AKDP Arah Utara Dipusatkan di Terminal Anak Air, Penumpang Justru Terbebani Ongkos Tambahan

News

Komisi V Berikan Catatan ke Pemerintah Soal Kepastian Waktu Pelaksanaan Recovery Bencana Sumbar

Redaksi Covesiabadge-check

Komisi V Berikan Catatan ke Pemerintah Soal Kepastian Waktu Pelaksanaan Recovery Bencana Sumbar Perbesar

Covesia.co.id – Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Ridwan Bae, mengapresiasi keseriusan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam penanganan masa tanggap darurat bencana di Sumatera Barat. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait belum adanya kepastian waktu pelaksanaan rencana pembangunan kembali (recovery), terutama untuk infrastruktur publik dan bantuan perumahan korban bencana.

Pernyataan ini disampaikan Ridwan Bae usai menghadiri rapat bersama Gubernur, bupati, dan walikota wilayah terdampak bencana Sumbar dengan perwakilan Kementerian dan Lembaga terkait, kemarin.

Menurut Ridwan Bae, meskipun seluruh kementerian dan lembaga telah bekerja maksimal di masa tanggap darurat, kelemahan utama yang ditemukan adalah tidak adanya kepastian kapan realisasi rencana pemulihan akan tuntas.

“Pemerintah dalam hal ini baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat saya kira telah bekerja maskimal. Cuma satu yang kita dapatkan kelemahannya adalah, belum ada satupun yang meberikan kepastian kapan ini semua bisa teratasi dengan tuntas,” ujarnya saat diwawancarai, kemarin.

Isu paling disoroti Komisi V DPR RI adalah pembangunan perumahan bagi korban bencana. Hingga saat ini, Ridwan Bae menyebutkan belum ada kepastian waktu dan bahkan koordinasi antara Kementerian terkait Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan Pemerintah Daerah (Pemda) belum terlaksana.

“Perumahan misalnya, bahkan koordinasi kementerian perumahan dengan pemerintah daerah belum terjadi,” tegasnya.

Ridwan Bae menilai kelemahan ini disebabkan oleh kurang maksimalnya koordinasi tim teknis dari lembaga maupun kementerian pusat dengan pemerintah daerah. Padahal, kerjasama Pemda sangat krusial, terutama karena tanah untuk pembangunan perumahan disediakan oleh pemerintah daerah.

“Data perumahan sudah ada, tapi dari pemerintah daerah belum ada koordinasinya, membangun perumahan itu kan harus ada kerjasama dengan pemerintah daerah, karena tanahnya disediakan oleh pemerintah daerah. Ini kelemahan-kelemahan,” pungkasnya.

Komisi V mendesak agar koordinasi tim teknis segera diperbaiki demi percepatan pemulihan dan pembangunan pasca bencana di Sumatera Barat. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

LBH Padang Soroti Dugaan Diskriminasi Pendampingan Polwan Korban Kekerasan Seksual di Mabes Polri

7 November 2026 - 10:44 WIB

Lima Hari Hilang di Solok Selatan, Pemancing Asal Kerinci Ditemukan Meninggal Dunia

7 November 2026 - 08:35 WIB

DPRD Sumbar Temukan 22 Aset Bermasalah Senilai Rp79 Miliar, Rp54,52 Miliar Menganggur

7 November 2026 - 08:18 WIB

Prakirakan Cuaca Sumbar 7 November 2026, Enam Daerah Ini Berpotensi Hujan

7 November 2026 - 08:09 WIB

Masyarakat Pandai Sikek Tolak Trase Tol, Bukan Pembangunannya

6 November 2026 - 22:00 WIB

Trending Topik News