Menu ✖

Mode Gelap
Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik SMKN 1 Sasak Direlokasi, Rp3 Miliar Digelontorkan untuk Atasi Ancaman Banjir

News

Dilaporkan ke BK DPD RI, Cerint Bantah Rangkap Jabatan dan Ungkap Dilema Pendidikan Dokter vs Pengabdian

Redaksi Covesiabadge-check

Dilaporkan ke BK DPD RI, Cerint Bantah Rangkap Jabatan dan Ungkap Dilema Pendidikan Dokter vs Pengabdian Perbesar

Covesia.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sumatera Barat (Sumbar), Cerint Iralloza Taysa yang sedang menjadi perbincangan publik, akhirnya angkat bicara mengenai isu “rangkap jabatan” yang belakangan santer terdengar. Dengan tegas, ia membantah tudingan tersebut, namun mengakui bahwa saat ini ia tengah ‘rangkap mimpi besar.’

“Saya tidak rangkap jabatan, tapi rangkap mimpi besar,” ujar Cerint Iralloza Taysa, Sabtu 6/12). “Satu mimpi untuk keluarga, dan satu lagi mimpi besar untuk masyarakat Sumatera Barat.” tambahnya.

Dia menjelaskan, mimpi keluarga yang dimaksud adalah harapan agar ia dapat menyelesaikan pendidikan dokter. Sebuah dilema besar kini dihadapinya, sebab ia menyadari bahwa jalan pengabdian yang ia pilih di DPD RI saat ini membuatnya tidak mungkin menjalani profesi dokter kelak, meskipun ia berhasil menuntaskan pendidikannya.

Hal inilah yang mendasari keputusannya untuk membagi waktu secara cerdas. “Mau tidak mau saya harus pandai-pandai membagi waktu untuk menuntaskan pendidikan dan menuntaskan pengabdian untuk Sumatera Barat,” jelasnya.

Terkait kritik yang muncul seputar statusnya sebagai pejabat publik yang juga menuntaskan pendidikan, ia menyatakan sikap menghormati dan menerima dengan terbuka.

“Adanya kritikan, saya menghormati dan menerima dengan terbuka. Bagi saya, itu cerminan besarnya harapan yang ditopangkan kepada saya,” katanya.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada publik untuk menilai terkait apakah seorang anggota DPD RI diperbolehkan menuntaskan pendidikan sambil menjabat, mengingat aturan Undang-Undang tidak secara eksplisit melarang pejabat publik untuk menyelesaikan studinya.

“Lagian, ada hikmahnya kritikan yang datang. Publik jadi tahu saya menjalankan proses pendidikan. Daripada diam-diam, nanti di ujung dituduh ijazah palsu pula,” tambahnya sembari tersenyum.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti komitmen dan pengabdiannya kepada Sumbar dengan kewenangan yang ia miliki di DPD RI. Berada di Komite IV yang bermitra dengan Kementerian Keuangan, ia mengaku berjuang untuk sektor ekonomi kerakyatan.

“Beberapa waktu yang lalu, kami meminta pemerintah mempertimbangkan agar Kredit Usaha Rakyat (KUR) dipermudah,” ungkapnya.

Perjuangan tersebut membuahkan hasil. “Alhamdulillah, pemerintah akhirnya memberi penegasan bahwa KUR di bawah Rp 100 juta tidak perlu agunan,” tegasnya.

Ia berjanji akan terus mengawasi pelaksanaan kebijakan ini di lapangan, memastikan bahwa UMKM yang selama ini terhambat oleh masalah agunan bisa segera terbantu untuk mendapatkan modal usaha. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Pelabuhan Teluk Tapang Disiapkan Jadi Pusat Industri dan Energi Nasional

6 November 2026 - 16:45 WIB

Polres Pariaman Tangkap Pria 56 Tahun Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

6 November 2026 - 15:43 WIB

Kebakaran Dini Hari Hanguskan Studio Foto di Padang

6 November 2026 - 15:06 WIB

Sambut HUT ke-81 Brimob, Polda Sumbar Bersihkan Pantai Purus Padang

6 November 2026 - 11:33 WIB

Harga Batu Bara November 2026 Turun, Kalori Menengah dan Rendah Naik

6 November 2026 - 11:26 WIB

Trending Topik Ekonomi dan Bisnis