Menu

Mode Gelap
Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Putus Total Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia Prabowo Resmi Naikkan Tukin TNI, Prajurit Terima Rp 2,5 Juta Perbulan

News

Banjir Bandang Lubuk Minturun Renggut 5 Nyawa, Korban Hilang Terus Dicari

badge-check

Banjir Bandang Lubuk Minturun Renggut 5 Nyawa, Korban Hilang Terus Dicari Perbesar

Covesia.co.id — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), sejak beberapa hari belakangan hingga hari ini, Kamis (27/11/2025), mengakibatkan bencana hidrometeorologi basah yang melumpuhkan sebagian besar wilayah di Sumbar.

Bencana parah juga menimpa kawasan bantaran Sungai Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, di mana banjir bandang dahsyat menerjang permukiman warga pada dini hari dan merenggut lima korban jiwa.

Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, membenarkan peristiwa tersebut.

“Kami mencatat, terdapat lima warga meninggal dunia akibat peristiwa banjir bandang di Lubuk Minturun,” ungkap Ilham Wahab sore ini.

Dijelaskannya, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap. Arus banjir dengan volume debit air yang sangat besar menerjang rumah-rumah di bantaran Sungai Lubuk Minturun. Tragisnya, tidak hanya air, material berat berupa batang pohon dan lumpur juga ikut terseret, menghancurkan sejumlah rumah warga di lokasi tersebut.

“Data ini untuk sementara hingga sore ini, masih ada laporan sejumlah orang yang hilang dan masih dalam pencarian,” tambah Ilham, mengisyaratkan bahwa jumlah korban jiwa sangat mungkin bertambah seiring upaya evakuasi.

Selain menelan korban jiwa, dampak cuaca ekstrem ini juga meluas dan merusak infrastruktur vital. Di Kecamatan Pauh, tepatnya di Koto Luar, jembatan penghubung dilaporkan putus setelah pondasinya dihantam oleh material hanyutan dan derasnya arus banjir.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumbar mencatat, bencana yang meliputi banjir, longsor, dan pohon tumbang ini telah menimbulkan dampak di 17 kelurahan yang tersebar di 7 kecamatan di Kota Padang, dengan total 14 titik terdampak bencana.

Saat ini, prioritas utama penanganan darurat terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Padang, BPBD Provinsi Sumbar, dinas terkait, serta dukungan dari TNI dan Polri.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang saat ini masih memprioritaskan penanganan darurat, seperti evakuasi, pengamanan di lapangan yang berpotensi mengancam keselamatan warga, dan pelayanan warga yang terdampak,” tegas Ilham.

BPBD setempat masih terus melakukan pemutakhiran data secara berkala mengingat cakupan dan dampak bencana yang cukup luas. Warga diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas, terutama bagi yang tinggal di kawasan rawan bencana. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Longsor Tutup Jalur Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Putus Total

30 Juli 2026 - 23:56 WIB

Korban TPPO di Myanmar Asal Sumbar Dipulangkan, Kini di Shelter BP3MI

30 Juli 2026 - 21:17 WIB

LBH Sumbar: Lemahnya Pengawasan Picu Pembakaran Hutan Berulang

30 Juli 2026 - 18:53 WIB

Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Divonis 2 Tahun Penjara

30 Juli 2026 - 15:24 WIB

Warga Sumbar Korban TPPO di Myanmar Berhasil Dipulangkan ke Indonesia

30 Juli 2026 - 15:01 WIB

Trending Topik News