Covesia.co.id – Informasi mengenai Presiden AS, Donald Trump masuk ke daftar target pembunuhan Iran mulai berhembus. Apalagi dalam laporan Wall Street Journal, Gedung Putih merujuk pada komentar Trump baru-baru ini tentang keinginan Iran untuk membunuhnya.
“Mereka ingin menyingkirkan pemimpin AS—saya,” kata Trump kepada wartawan pada Rabu (8/7/2026).
“Saya ada di daftar apa pun. Saya melihat pagi ini bahwa saya ada di setiap daftar mereka. Dan sejauh ini, saya kira saya agak beruntung, tetapi mungkin itu tidak akan bertahan lama. Mereka adalah orang-orang jahat dan sakit jiwa. Dan kita harus membasmi kanker itu. Kanker itu. Anda tahu apa yang harus dilakukan? Anda harus membasmi kanker sejak dini. Dan itulah yang saya rasakan.” ucap Trump lagi.
Kemudian, Trump mengatakan bahwa ia baru-baru ini mengetahui adanya daftar baru yang menempatkannya sebagai target pembunuhan utama Iran. Tidak jelas darimana Trump mendapatkan informasi tersebut.
Memang dalam sepekan terakhir, warga Iran menyerukan kematian Trump selama prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas di awal perang.
Namun informasi yang beredar, Trump mendapatkan informasi ini dari Inteligent Israel. Dikutip dari CNN, ada dua sumber yang mengetahui hal ini.
Salah satu sumber mengatakan peringatan itu masuk dalam minggu ini. Sumber lain mengatakan AS telah menerima serangkaian informasi intelijen secara terus-menerus dalam beberapa minggu terakhir tentang kemungkinan rencana pembunuhan Trump. Namun, peringatan Israel ini masih tergolong baru dan tidak merinci secara spesifik.
Bahkan beberapa pejabat AS menilai laporan Israel hanya sebagai bahan untuk mempengaruhi Trump. Validasi dan keabsahan informasi ini belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Bahkan Inteligent AS belum memeriksa atau melacak informasi dari Israel ini.
Laporan Israel ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempengaruhi pengambilan keputusan Trump tentang Iran.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu beberapa waktu lalu telah menyuarakan keraguan mendalam terhadap upaya diplomasi Trump dengan Iran, dan ia berselisih dengan Trump mengenai aksi militer Israel di Lebanon, perseteruan ini membuat komunikasi AS dan Israel sedikit renggang.
Pada hari Kamis (9/7/2026), seorang pejabat AS lainnya mengatakan bahwa upaya diplomatik dengan Iran masih berlangsung di balik layar. Walaupun terjadi pertempuran dengan skala tertentu antara kedua belah pihak.
Washington dan Teheran sedang berupaya mencapai kesepakatan nuklir pada pertengahan Agustus. (*)










