Covesia.co.id — Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Barat berangsur membaik setelah hujan mengguyur beberapa daerah.
Kota Padang yang sebelumnya sempat berada pada kategori berbahaya kini masuk kategori sedang dengan indeks kualitas udara (AQI) 94 pada Senin (21/9/2026).
Berdasarkan pemantauan IQAir pada Senin, selain Padang, kualitas udara kategori sedang juga tercatat di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, dengan AQI 99, serta Air Bangis, Kabupaten Pasaman Barat, dengan AQI 78.
Meski membaik, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumbar masih berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Pariaman tercatat dengan AQI 111, Matur, Kabupaten Agam, 118, dan Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, 119.
Kondisi serupa juga tercatat di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, dengan AQI 124, Solok 136, serta Payakumbuh, Batusangkar dan Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, masing-masing berada pada angka 137.
Sementara itu, Talawi, Kota Sawahlunto, mencatat AQI 141 dan Sijunjung 145. Angka yang lebih tinggi tercatat di Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, dengan AQI 153, serta Tuapeijat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, 155.
Data tersebut menunjukkan kualitas udara di sejumlah daerah Sumbar masih perlu mendapat perhatian, meskipun kondisi di beberapa wilayah mulai membaik setelah hujan.
Selain pemantauan kualitas udara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memantau keberadaan aerosol, termasuk partikulat PM2,5, di wilayah Sumatera Barat untuk periode 21 hingga 24 September 2026.
Berdasarkan pemantauan dan prakiraan BMKG, kondisi atmosfer di sebagian wilayah Sumbar diperkirakan berada pada kategori baik hingga sedang dalam tiga hari ke depan.
Masyarakat yang berada di wilayah dengan kualitas udara tidak sehat, khususnya kelompok sensitif, tetap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikulat di udara. (*)










