Covesia.co.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh meminta penyesuaian jadwal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026. Permintaan tersebut berkaitan dengan proses penganggaran daerah yang dinilai masih membutuhkan waktu.
Ketua KONI Payakumbuh, Heru, mengatakan secara umum persiapan untuk mengikuti Porprov telah dilakukan. Namun, persoalan anggaran masih menjadi salah satu kendala karena proses APBD Perubahan di masing-masing daerah memiliki tahapan yang berbeda.
“Baru masuk tanggal 3 September, tanggal 7 September sudah di provinsi dan tanggal 21 September dievaluasi di Dispora. Banyak perihal yang dibahas, terutama untuk anggaran,” ujar Heru saat dihubungi Covesia, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Heru, pihaknya tidak mempersoalkan pelaksanaan Porprov maupun kesiapan secara umum. Kekhawatiran justru muncul apabila pengadaan kebutuhan kontingen dilakukan dalam waktu yang terlalu singkat sehingga berpotensi menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
“Semuanya siap, tapi anggaran yang menjadi kendala. Apabila ada pengadaan barang yang salah dalam waktunya, itu menjadi ketakutan nantinya ke depan,” katanya.
Heru mengatakan KONI Payakumbuh telah menyampaikan surat kepada Gubernur Sumatera Barat melalui mekanisme yang berlaku untuk meminta penyesuaian jadwal Porprov.
Menurutnya, permintaan tersebut bukan semata-mata untuk mengundurkan pelaksanaan, melainkan memberikan waktu yang cukup agar seluruh KONI kabupaten dan kota dapat mengikuti ajang olahraga tersebut.
“Kita KONI Payakumbuh sudah bersurat ke Gubernur melalui ekspedisi untuk penyesuaian jadwal, biar semua 19 KONI kabupaten bisa ikut. Jangan sampai ada KONI yang ketinggalan dalam hal ini,” ujarnya.
Ia menyebut Porprov merupakan agenda olahraga besar tingkat Sumatera Barat yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota. Karena itu, menurut Heru, kesiapan anggaran setiap daerah perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan waktu pelaksanaan.
“Ibaratnya Porprov ini beralek gadang Sumatera Barat. Penyesuaian karena anggaran APBD setiap daerah berbeda-beda. Jadi kalau dijadwalkan terlalu cepat bakal menyulitkan kami,” katanya.
Heru menegaskan, pihaknya tidak meminta Porprov dibatalkan atau sekadar diundur tanpa pertimbangan.
Yang diminta adalah penyesuaian waktu agar proses administrasi dan penganggaran di masing-masing daerah dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Kami tidak meminta mengundurkan jadwal, tetapi menyesuaikan jadwal,” tegasnya.
Sementara itu, Porprov XVI Sumbar saat ini masih dijadwalkan berlangsung pada 2–14 Oktober 2026.











