Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Senyap Polda Sumbar di Pasaman, Alat Berat dan Operator Berhasil Diamankan Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Solok, Ratusan Botol Miras Disita Hujan Intensitas Sedang Hingga Lebat Diprakirakan Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar  Sumbar Diprediksi Diguyur Hujan Berintensitas Sedang- Lebat Hari Ini Mengenal Yulius, Hakim Agung Kelahiran Bukittinggi yang Pimpin Sidang Kasasi Suket Gibran Waspada! November-Desember Jadi Puncak Musim Hujan di Sumbar

Lingkungan

Hari Ini Kota Padang Didominasi Udara Kabur 

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Hari Ini Kota Padang Didominasi Udara Kabur  Perbesar

Covesia.co.id — Kota Padang diprakirakan didominasi kondisi udara kabur pada Selasa (15/9/2026). Fenomena ini berpotensi terjadi sejak dini hingga malam hari.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, suhu udara di Padang pada dini hari hingga pagi berada di sekitar 23 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi, mencapai 89–90 persen. Memasuki siang, suhu diprakirakan meningkat hingga 26–27 derajat Celsius.

Kondisi udara kabur masih berpotensi terjadi pada pagi hingga menjelang siang. Sekitar pukul 14.00 WIB, cuaca diprakirakan berubah menjadi cerah berawan, sebelum kondisi udara kabur kembali berpotensi muncul pada sore hingga malam.

Secara meteorologis, udara kabur merupakan kondisi ketika kejernihan atmosfer menurun sehingga objek yang berada pada jarak tertentu terlihat samar.

Kondisi tersebut terjadi karena cahaya yang melewati atmosfer mengalami hamburan oleh partikel atau tetesan berukuran sangat kecil yang berada di udara. Partikel tersebut dapat berupa aerosol, debu, asap maupun material lainnya.

Kelembapan yang tinggi juga dapat memperkuat efek kekaburan karena partikel aerosol dapat menyerap uap air sehingga ukurannya membesar dan lebih efektif menghamburkan cahaya.

Kondisi ini membuat jarak pandang berkurang, tetapi udara kabur tidak serta-merta berarti kualitas udara sedang buruk.

Udara kabur dapat terbentuk akibat kondisi meteorologis seperti kelembapan tinggi dan angin yang relatif lemah.

Dalam kondisi tersebut, uap air dan partikel di lapisan udara dekat permukaan dapat bertahan lebih lama sehingga atmosfer terlihat kurang jernih.

Kondisi atmosfer yang stabil dan angin lemah dapat membuat partikulat tersebut lebih lama berada di dekat permukaan. Dalam situasi seperti itu, udara terlihat semakin kabur dan konsentrasi polutan berpotensi meningkat.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau tetap memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan informasi kualitas udara.

Pengendara juga perlu meningkatkan kewaspadaan apabila jarak pandang berkurang akibat kondisi udara kabur. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Jaringan Penadah Motor Lintas Provinsi

31 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Antisipasi Bencana, IJTI Sumbar Soroti Efektivitas CSR dan Pemulihan Pasca-Bencana

22 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Kualitas Udara di Sumbar Belum Menunjukkan Tanda Membaik

20 Oktober 2026 - 09:18 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Sejumlah Wilayah Sumbar

19 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Ini Tanggapan Dishut Sumbar Soal Tumpang Tindih Tanah Milik Fauzi Bahar

17 Oktober 2026 - 11:36 WIB

Trending Topik Lingkungan