Covesia.co.id — Kota Padang diprakirakan didominasi kondisi udara kabur pada Selasa (15/9/2026). Fenomena ini berpotensi terjadi sejak dini hingga malam hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, suhu udara di Padang pada dini hari hingga pagi berada di sekitar 23 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi, mencapai 89–90 persen. Memasuki siang, suhu diprakirakan meningkat hingga 26–27 derajat Celsius.
Kondisi udara kabur masih berpotensi terjadi pada pagi hingga menjelang siang. Sekitar pukul 14.00 WIB, cuaca diprakirakan berubah menjadi cerah berawan, sebelum kondisi udara kabur kembali berpotensi muncul pada sore hingga malam.
Secara meteorologis, udara kabur merupakan kondisi ketika kejernihan atmosfer menurun sehingga objek yang berada pada jarak tertentu terlihat samar.
Kondisi tersebut terjadi karena cahaya yang melewati atmosfer mengalami hamburan oleh partikel atau tetesan berukuran sangat kecil yang berada di udara. Partikel tersebut dapat berupa aerosol, debu, asap maupun material lainnya.
Kelembapan yang tinggi juga dapat memperkuat efek kekaburan karena partikel aerosol dapat menyerap uap air sehingga ukurannya membesar dan lebih efektif menghamburkan cahaya.
Kondisi ini membuat jarak pandang berkurang, tetapi udara kabur tidak serta-merta berarti kualitas udara sedang buruk.
Udara kabur dapat terbentuk akibat kondisi meteorologis seperti kelembapan tinggi dan angin yang relatif lemah.
Dalam kondisi tersebut, uap air dan partikel di lapisan udara dekat permukaan dapat bertahan lebih lama sehingga atmosfer terlihat kurang jernih.
Kondisi atmosfer yang stabil dan angin lemah dapat membuat partikulat tersebut lebih lama berada di dekat permukaan. Dalam situasi seperti itu, udara terlihat semakin kabur dan konsentrasi polutan berpotensi meningkat.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau tetap memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan informasi kualitas udara.
Pengendara juga perlu meningkatkan kewaspadaan apabila jarak pandang berkurang akibat kondisi udara kabur. (*)










