Menu

Mode Gelap
Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah Dugaan Keracunan MBG di MTsN 1 Pauh Pariaman, Korban bertambah Jadi 123 Siswa dan 5 Masih Dirawat  Profil Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa Kejari Padang Panjang Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Jalan Pasar Sayur Busur Mengenal Udara Kabur, Fenomena Atmosfer yang Membuat Jarak Pandang Menurun Hari Ini Kota Padang Didominasi Udara Kabur 

Lingkungan

Hari Ini Kota Padang Didominasi Udara Kabur 

Hajrafiv Satya Nugrahabadge-check

Hari Ini Kota Padang Didominasi Udara Kabur  Perbesar

Covesia.co.id — Kota Padang diprakirakan didominasi kondisi udara kabur pada Selasa (15/9/2026). Fenomena ini berpotensi terjadi sejak dini hingga malam hari.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, suhu udara di Padang pada dini hari hingga pagi berada di sekitar 23 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi, mencapai 89–90 persen. Memasuki siang, suhu diprakirakan meningkat hingga 26–27 derajat Celsius.

Kondisi udara kabur masih berpotensi terjadi pada pagi hingga menjelang siang. Sekitar pukul 14.00 WIB, cuaca diprakirakan berubah menjadi cerah berawan, sebelum kondisi udara kabur kembali berpotensi muncul pada sore hingga malam.

Secara meteorologis, udara kabur merupakan kondisi ketika kejernihan atmosfer menurun sehingga objek yang berada pada jarak tertentu terlihat samar.

Kondisi tersebut terjadi karena cahaya yang melewati atmosfer mengalami hamburan oleh partikel atau tetesan berukuran sangat kecil yang berada di udara. Partikel tersebut dapat berupa aerosol, debu, asap maupun material lainnya.

Kelembapan yang tinggi juga dapat memperkuat efek kekaburan karena partikel aerosol dapat menyerap uap air sehingga ukurannya membesar dan lebih efektif menghamburkan cahaya.

Kondisi ini membuat jarak pandang berkurang, tetapi udara kabur tidak serta-merta berarti kualitas udara sedang buruk.

Udara kabur dapat terbentuk akibat kondisi meteorologis seperti kelembapan tinggi dan angin yang relatif lemah.

Dalam kondisi tersebut, uap air dan partikel di lapisan udara dekat permukaan dapat bertahan lebih lama sehingga atmosfer terlihat kurang jernih.

Kondisi atmosfer yang stabil dan angin lemah dapat membuat partikulat tersebut lebih lama berada di dekat permukaan. Dalam situasi seperti itu, udara terlihat semakin kabur dan konsentrasi polutan berpotensi meningkat.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau tetap memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan informasi kualitas udara.

Pengendara juga perlu meningkatkan kewaspadaan apabila jarak pandang berkurang akibat kondisi udara kabur. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Kualitas Udara Sumbar Kembali Memburuk, Padang Pariaman Terparah

15 September 2026 - 13:02 WIB

Mengenal Udara Kabur, Fenomena Atmosfer yang Membuat Jarak Pandang Menurun

15 September 2026 - 09:59 WIB

Lindungi Pelajar dari Polusi Udara, Pemko Padang Panjang Terapkan PJJ

14 September 2026 - 13:26 WIB

Pagi Ini Kualitas Udara Padang Kembali Berbahaya, ISPU Tembus 440

14 September 2026 - 11:11 WIB

Karhutla di Sumatera Mulai Mereda, Hotspot Turun Hingga 43 Persen

13 September 2026 - 10:38 WIB

Trending Topik Lingkungan