Menu

Mode Gelap
KONI Payakumbuh Minta Penyesuaian Jadwal Porprov, Anggaran Jadi Kendala Didatangi BGN, Bupati Padang Pariaman Soroti Standar Keamanan Pangan MBG  Cuaca Sumbar Hari Ini, Hujan hingga Petir Berpotensi di Seluruh Daerah Wamen P2MI Lepas 40 Pekerja Asal Sumbar ke Malaysia, Jadi Angkatan Perdana Program SMK Go Global Weekend Tanpa Mall, Anak Muda Mulai Cari Pengalaman di Negeri Sendiri KONI 50 Kota Nyatakan Siap Sukseskan Porprov XVI Sumbar 2026 Sesuai Jadwal Awal

News

KPAD Sumbar: Aksi Siswa MAN 3 Padang Bukan Tindak Kejahatan, Tapi Respons atas Bullying

Safira Ariel Putribadge-check

KPAD Sumbar: Aksi Siswa MAN 3 Padang Bukan Tindak Kejahatan, Tapi Respons atas Bullying Perbesar

Covesia.co.id – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sumatera Barat menilai aksi R (18), siswa MAN 3 Padang yang diduga meledakkan bom rakitan di lingkungan sekolah, tidak semata-mata dapat dipandang sebagai tindak kejahatan. Menurut KPAD, tindakan tersebut diduga merupakan respons atas tekanan psikologis akibat perundungan (bullying) yang dialaminya.

Komisioner KPAD Sumatera Barat, Fatmi Yeti Kahar yang akrab disapa Teta Sabar, mengatakan kasus tersebut harus dilihat dari perspektif perlindungan anak. Menurutnya, aksi yang dilakukan R lebih merupakan upaya mencari perhatian dan bentuk pembuktian diri setelah diduga mengalami tekanan dalam waktu yang cukup lama.

“Menurut kami ini bukan tindak kejahatan, namun bentuk dari si anak mencari perhatian. Bisa jadi ia dipojokkan atau menerima sikap lain yang tidak baik sehingga ia melakukan aksi tersebut agar orang tahu dan juga sebagai pembuktian diri jika ia mampu melakukan sesuatu,” ujar Fatmi kepada Covesia, Rabu (15/7/2026).

Fatmi menjelaskan, seorang anak yang mengalami tekanan psikologis akibat perundungan berpotensi melakukan tindakan di luar nalar apabila tidak mendapatkan pendampingan maupun ruang untuk menyampaikan apa yang dialaminya. Karena itu, ia menilai penanganan terhadap R perlu mengedepankan pembinaan dan pendampingan psikologis agar kondisi mentalnya dapat dipulihkan.

Sementara itu, kasus ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang masih dalam penyelidikan Polresta Padang. Penyidik masih mendalami motif pelaku, dugaan perundungan yang dialaminya, serta proses R mempelajari cara merakit bom secara otodidak melalui YouTube dan berbagai referensi di internet hingga berhasil membuat empat bom rakitan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Kabar lainnya

Didatangi BGN, Bupati Padang Pariaman Soroti Standar Keamanan Pangan MBG 

19 September 2026 - 13:17 WIB

Cuaca Sumbar Hari Ini, Hujan hingga Petir Berpotensi di Seluruh Daerah

19 September 2026 - 12:03 WIB

Wamen P2MI Lepas 40 Pekerja Asal Sumbar ke Malaysia, Jadi Angkatan Perdana Program SMK Go Global

19 September 2026 - 11:50 WIB

Pemko Padang Percepat Revitalisasi Kawasan Kota Tua

19 September 2026 - 08:40 WIB

Hujan Lebat, Warga Pasaman Dilaporkan Tersapu Banjir Bandang

18 September 2026 - 20:45 WIB

Trending Topik News